Lagi, Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Bertambah 32 Orang

ilustrasi. (IST)

Penambahan kasus positif Covid-19 di Sumbar terus terjadi. Setelah kemarin ada penambahan 20 kasus positif, hari ini, Kamis (06/08/2020) jumlah kasus positif korona kembali bertambah. Jumlahnya lebih banyak dibanding kemarin yakni 32 orang.

“Hasil pemeriksaan sampel spesimen hari Rabu yang dikirimkan oleh penanggung jawabnya Dr Andani Eka Putra ke kami pada hari Kamis 6 Agustus 2020 pukul 05.00 WIB, terperiksa sebanyak 1.986 sample (Lab Fakultas Kedokteran UNAND 1.906 spesimen dan Lab Veterenir Baso Agam 80 spesimen), dengan hasil ditemukan 32 sampel terkonfirmasi positif, ” ungkap Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, Jasman Rizal dalam siaran pers yang diterima Padek.co, Kamis (06/08/2020).

Jasman merinci ke 32 sampel positif itu diantaranya Kota Padang sebanyak 11 orang,  Kota Solok 6 orang, Kabupaten Solok 2 orang, Kabupaten Agam 7 orang, dan Kota Sawahlunto 6 orang.  “Jadi dengan adanya penambahan  kasus positif ini, total sementara kasus positif di Sumbar sampai hari ini adalah 1.038 orang, ” sebut Kepala Dinas Kominfo Sumbar ini.

Jasman juga melaporkan sementara ada penambahan 10 orang pasien positif yang sudah sembuh.

Baca Juga:  Pesan-pesan Keselamatan Jalan di Halte Kota Padang. Apa Isi Pesannya?

Dijelaskan Jasman, sehubungan dengan adanya ajudan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit kemarin terkonfirmasi positif, maka telah dilakukan tes PCR kepada seluruh ajudan, sespri, sopir dan seluruh keluarga Wakil Gubernur dengan hasil negatif.

Kemudian tes swab sambung Jasman, juga dilakukan kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, seluruh keluarga, beserta sespri, ajudan, sopir serta semua staf  di rumah Dinas Gubernur dengan hasil juga negatif.

Lalu kata Jasman, beberapa wartawan dan pejabat yang sempat kontak erat dengan ajudan Wakil Gubernur yang diperiksa samplenya di kantor Gubernur kemarin, hasilnya juga negatif.

Jasman menambahkan, sehubungan dengan banyaknya ditemukan kasus positif di IV Koto Kabupaten Agam, akan dilakukan tes swab masif. “Dan dianjurkan kepada Dinkes Agam agar berkoordinasi dengan Dinkes Kota Bukittinggi, karena yang positif ada yang punya toko di Kota Bukitinggi, ” jelas Jasman.

Jasman menegaskan, semua sampel tersebut adalah hasil proses tracing dari warga yang sebelumnya positif. “Dan semua yang terpapar adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang kalau dengan istilah baru dinamakan suspek,” imbuh Jasman. (rel/bis)