Raker Padek di Padangpanjang: Perkaya Konten, Sensitif Pada Isu Masyarakat

3
RAKER: Direktur Padang Ekspres M Nazir Fahmi memberi arahan kepada awak redaksi Padang Ekspres dalam rapat kerja di Mifan Padangpanjang, Jumat (3/12).(SY RIDWAN/PADEK)

Era digitalisasi menjadi salah satu tantangan media cetak saat ini. Namun, hal ini bukan menjadi halangan bagi Padang Ekspres untuk bangkit dan tumbuh. Gerakan kembali ke koran menjadi semangat dalam rapat kerja yang dilaksanakan Padang Ekspres pada Jumat-Sabtu (3-4/12) di Mifan Padangpanjang.

Salah satu langkah yang diambil adalah membuat konten baru yang dekat dengan masyarakat. Misalnya Koran Ahad yang istilahnya dirombak secara radikal. Tampilan Koran Ahad baru mengupas isu sensitif dikemas dengan gaya jurnalistik sastrawi.

Fakta dikemas menggunakan bahasa ringan dan enak dibaca. Di bagian dalamnya terdapat halaman Gagasan, Sastra, dan lainnya. Lalu, ada juga Laman Guru yang terbit setiap Kamis. Laman guru terdiri atas empat halaman ini dibuka dalam momen Hari Guru yang diperingat pada 25 November. Sesuai namanya, isi halaman mengenai pendidikan dan sosok guru inspiratif.

Termasuk, menampung ide dan inovasi guru yang dituangkan dalam bentuk tulisan.
”Ini harus kita galakkan. Jika kita membuat berita biasa saja, sudah tertinggal oleh media online. Upaya membuat konten baru harus kita lakukan,” ujar Direktur Padang Ekspres M Nazir Fahmi pada karyawan Padang Ekspres, khususnya divisi redaksi.

Nazir yang telah menjabat sekitar 1,5 tahun di Padang Ekspres, terus memacu semangat redaksi agar bisa menyajikan hal baru pada pembaca. ”Konten kita sudah mendapat respons dari berbagai kalangan. Semuanya menyambut baik. Ini lah modal kita untuk bangkit dalam era digitalisasi ini,” ujar mantan Pemred Riau Pos ini.

Putra Agam ini yakin dengan konten yang menarik, beragam, mendalam, menjadikan Padang Ekspres berbeda dengan koran lainnya. Apalagi setiap minggu bahkan beberapa kali dalam seminggu, tulisan mendalam (indep) menjadi ”jualan” pada halaman pertama koran.

Contohnya saja soal pekerjaan tol Padang-Pekanbaru. Ini menjadi berita yang digulir dengan melakukan peliputan hingga ke akar rumput. Padang Ekspres mewawancarai sejumlah saksi terkait kasus Taman Kehati Padangpariaman yang tengah menjadi perhatian Kejati Sumbar. Termasuk, perjalanan puluhan wali nagari dan wali jorong Dharmasraya ke Jakarta dan Bandung.

Baca Juga:  Yupi Gummy Hadirkan Iven Ajang Pencarian Bakat Yupi’s Got Talent 2022

Tak hanya berita saja, info dan desain grafis juga menjadi andalan dalam mendukung berita. Sehingga, pembaca tertarik dan mudah memahami berita yang dituliskan. ”Tak tanggung-tagung, kita bisa member porsi setengah halaman untuk grafis ini. Saya rasa kekuatan grafis ini menjadi daya tarik bagi pembaca,” katanya.

Untuk menghasilkan berita yang dinanti pembaca ini, tentu dimulai dari perencanaan dan kegigihan redaksi. Dari wartawan hingga pemimpin redaksi diminta ”berkeringat” menyajikan beritanya. Terutama wartawan, harus berkeringat ke lapangan. Sensitif pada isu atau kondisi yang terjadi di tengah masyarakat. Jangan sekadar menjadi wartawan rilis kepala daerah saja.

Bahkan kata Nazir, Padang Ekspres juga tak menantang era digitalisasi. Buktinya, Padang Ekspres juga mengembangkan online, yakni padek.co. Media online ini bukan menjadi pesaing dari Padang Ekspres. Namun, saling mendukung dan memuaskan pembaca.

Semangat untuk berinovasi dan bangkit di era digitalisasi ini juga didukung penuh masing-masing divisi di Padang Ekspres. Divisi Iklan dan Divisi Sirkulasi juga diminta bergerak bersama mendukung redaksi. ”Jangan biarkan redaksi bekerja sendiri. Gebrakan yang dilakukan Pemred, mesti diiringi oleh divisi lainnya,” kata Nazir.

Pemimpin Redaksi Padang Ekspres, Revdi Iwan Syahputra menyampaikan gerakan kembali ke koran ini terus dilakukan dengan memperkaya konten. Seperti halaman Palanta Wisata yang mengupas potensi wisata di Sumbar telah mendapat apresiasi dari Sandiaga Uno menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Ope panggilan akrab Revdi menyebutkan, memperkaya konten menjadi keseharusan media cetak dalam era digital ini. Wartawan terus diasah sensitivitasnya dalam melihat persoalan yang ada. Dia yakin Padang Ekspres masih berada dihati masyarakat Sumbar.

Bahkan platform digital Padang Ekspres, berupa e-paper menjadi langganan para perantau di luar Sumbar dan luar negeri. ”Pembaca kita masih banyak. Buktinya pengusaha bidang otomotif dan elektronik masih memilih Padang Ekspres dalam mempromosikan produk mereka,” katanya yakin. (eko)