Percepat Realisasi Sumbar Madani, Unggul dan Berdaya Saing

25
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah memaparkan fokus RPJM Sumbar di Graha Pena Padang, tadi malam (6/4). (IST)

Sejumlah sektor mulai difokuskan Pemprov Sumbar dalam percepatan pemulihan perekonomian masyarakat. Sektor pertanian, peternakan, pendidikan, pariwisata dan program digitalisasi diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sumbar.

Pemprov Sumbar tiga tahun ke depan memfokuskan bagaimana meningkatkan beberapa sektor atau potensi yang bisa secepatnya menggeliatkan, serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Hal tersebut bisa dilihat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 5 tahun ke depan yang sudah diserahkan ke DPRD Sumbar untuk dibahas.

”Insya Allah dalam waktu dekat kami bersama DPRD Sumbar segera membahas dan menyetujui RPJM tersebut,” jelas Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah sewaktu bersilaturahmi ke Graha Pena Padang, tadi malam (6/4).

RPJM ini disusun itu disusun sesuai visi dan misi untuk mewujudkan Sumbar madani, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta mempercepat pemulihan perekonomian masyarakat.

Pertanian menjadi sektor pertama fokus utama Pemprov Sumbar. Pemprov berupaya meningkatkan nilai tambah dan produktivitas produk pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang nantinya secara otomatis meningkatkan pendapatan, serta penghasilan dari sektor tersebut. Lewat meningkatnya pendapatan, diharapkan bisa pula meningkatkan produktivitas produk pertanian secara keseluruhan.

Di mana, tambah dia, peningkatan pendapatan tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produktivitas. Namun, juga bagaimana bisa menekan biaya produksi. Nah ketika berhasil menekan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan sektor pertanian tersebut, maka bisa memberikan dampak positif kepada kesejahteraan masyarakat, serta menekan angka kemiskinan.

”Untuk mencapai dan merealisasikan misi tersebut, kami fokus terhadap pendataan dan penghitungan jumlah persen peningkatan pendapatan para petani dan berkurangnya jumlah petani dari daftar kemiskinan,” ujar mantan Wali Kota Padang ini di hadapan Direktur Padang Ekspres M Nazir Fahmi, GM Padang Ekspres Heri Sugiarto, Pemred Revdi Iwan Syahputra, Manager Iklan Dicky Junaidi, Manager Pemasaran Sarbidin, Manager EO dan Literasi Sukri Umar itu.

Mengingat, tambah dia, hampir 57 persen masyarakat Sumbar bekerja dan berkecimpung di sektor pertanian. Apalagi, 23 persen Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumbar berasal dari sektor pertanian tersebut. Dengan kondisi tersebut, pihaknya menganggarkan sebesar 10 persen dari APBD untuk sektor pertanian.

Anggaran sektor pertanian ini difokuskan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian, seperti irigasi dan pemanfaatan lahan-lahan produktif yang belum digarap masyarakat. Pemanfaatan lahan kosong yang belum digarap itu lebih dipusatkan kepada lahan yang berada di kawasan hutan.

”Kami mulai ajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada di wilayah hutan tanpa merusak hutan itu sendiri. Masyarakat bisa memilih untuk mengelola lahan tersebut untuk meningkatkan pendapatan mereka,” ungkapnya.

Selain itu, kondisi Sumbar yang dianugerahi banyak sungai bisa dimanfaatkan masyarakat untuk membudidayakan ikan seperti budidaya ikan garing. Di mana, potensi ikan tersebut sangat menjanjikan sehingga bisa menjadi usaha baru untuk mengembangkan pertanian dan perikanan sungai.

Baca Juga:  Yorinaldi Sebut Karyawan Bank Mandiri Sangat Butuh Divaksin. Kenapa?

”Bahkan di beberapa komoditi pertanian, kita berhasil melakukan ekspor ke beberapa negara, seperti manggis, jengkol ke Jepang, kulit manis, dan lainnya. Ini menunjukkan potensi pertanian kita sangat menjanjikan,” ujar Mahyeldi.

Kemudian, Mahyeldi yang didampingi Kadiskominfo Sumbar Jasman Rizal itu menuturkan, Pemprov Sumbar juga fokus terhadap pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Salah satu bentuk dukungan tersebut dengan memberikan bantuan modal berbunga 0 persen kepada UMKM. Selain itu, pihaknya juga mengoptimalkan bantuan dana dari kredit usaha rakyat (KUR).

Peningkatan UMKM tersebut juga dilakukan dari hilir, di mana mengembangkan potensi siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk bisa mandiri memulai usaha sendiri usai lulus. Hal itu sejalan dengan misi pemprov, yakni menciptakan entrepreneur muda di Sumbar.

Untuk beradaptsi dengan perkembangan zaman, Pemprov Sumbar sedang gencar melakukan digitalisasi di beberapa sektor. Program digitalisasi tersebut juga menyasar ke desa-desa di seluruh pelosok, sehingga seluruh lokasi tersebut bisa dijangkau jaringan internet. Masyarakat setempatkan bisa memanfaatkan internet tersebut untuk peningkatan perekonomian.

”Anak-anak kita di sana bisa belajar dengan memanfaatkan jaringan internet, masyarakat yang memiliki usaha bisa mempromosikan produk mereka melalui jaringan internet. Nah itu ke depan yang ingin kami tingkatkan,” jelas Mahyeldi.

Hal tidak kalah penting adalah percepatan pembangunan infrastruktur di Provinsi Sumbar. Mahyeldi mengatakan, selain percepatan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru, Provinsi Sumbar mendapatkan bantuan anggaran sebesar Rp 6 triliun untuk pembangunan terowongan jalan dengan panjang sekitar 10 kilometer di Kabupaten Limapuluh Kota.

Dengan gencarnya pembangunan infrastruktur, berdampak terhadap peningkatan sektor-sektor lainnya seperti pendidikan, pariwisata, dan perekonomian. ”Kalau akses jalan ke sekolah baik dan bagus, tentu anak-anak senang datang ke sekolah, begitu juga akses ke destinasi wisata,” tuturnya.

Segala upaya yang sedang dan akan dilakukan Pemprov Sumbar tersebut, menurut Mahyeldi, tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak termasuk media massa. Mahyeldi menyebutkan, peran media sosial yakni mempublikasikan kegiatan pemerintah agar masyarakat mengetahui apa-apa saja yang telah dan akan dikerjakan pemimpinnya.

”Kerja ini tentu tidak lepas dari peran teman-teman media dalam memberitakan kinerja kami kepada masyarakat. Untuk itu, kami berharap hubungan antara pemerintah dan media bisa terus berjalan untuk menciptkan Sumbar yang madani, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tukasnya. Turut hadir dalam kesempatan itu, Direktur Posmetro Padang Syukron Putra dan Pemred Padang TV Nashrian Bahzein itu. (a)

Previous articleUS di Pariaman Terapkan Disiplin Prokes
Next articleRevitalisasi Fase VII Pasar Raya, Mendag Lutfi Sebut Andre yang Minta