Mulyadi: Pemerintah Harus All Out Penuhi Faskes Covid-19

25

Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Barat, Mulyadi.

Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Barat Mulyadi prihatin terhadap kondisi yang terjadi saat ini, khususnya di Pulau Jawa, terkait meledaknya jumlah masyarakat terkonfirmasi positif Covid-19.

Sehingga fasilitas kesehatan (faskes) sudah tidak mampu melakukan penanganan. Pasalnya, Mulyadi melihat masih banyak pasien Covid-19 yang sulit mendapatkan ruang inap di beberapa rumah sakit.

Menurutnya, pemerintah harus segera melakukan evaluasi, jika perlu tiap menit, demi terpenuhi hak dasar warga negara dalam menerima pelayanan kesehatan. Nyawa masyarakat tidak boleh hilang hanya karena tidak mendapat pelayanan.


“Pemerintah sebagai representasi dari negara tidak boleh membiarkan satu pun warga negara yang tidak terlayani di rumah sakit, karena itu adalah kewajiban negara, dan tugas negara,” kata Mulyadi, Rabu (7/7/2021).

“Negara bisa melakukan apa saja, mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, baik itu SDM, baik itu anggaran, peralatan, bantuan dan lain sebagainya,”lanjut Mulyadi.

Mantan Wakil Ketua Komisi V dan Komisi VII DPR RI ini menilai, pemerintah harus menerapkan pola koordinasi, pengawasan, dan monitoring yang akurat dalam menangani gejolak pandemi gelombang kedua ini.

Hal ini agar bisa menekan angka kematian yang terus meningkat, terlebih telah diketahui kemunculan varian baru Covid-19 yang dinilai sangat menular dan berbahaya.

Baca Juga:  Semen Padang Gelar Program Vaksinasi Dosis 2 untuk Gelombang II

“Inilah saatnya menunjukkan keperkasaan pemerintah dengan mengeluarkan seluruh kemampuannya. Memastikan tidak ada satu pun masyarakat yang positif tidak terlayani semestinya,” ujar Mulyadi.

Lebih lanjut Mulyadi menuturkan, jika perlu kerahkan BUMN karya untuk membangun rumah sakit darurat, seperti yang telah pernah dilakukan negara lain.

“Kalau tidak ada ruangan lagi, kerahkan seluruh kontraktor BUMN, jika perlu stop dulu kerjaan infrastruktur tertentu, bangun rumah sakit darurat,” tegasnya.

Kehadiran negara saat ini, kata Mulyadi, sangat dibutuhkan oleh masyarakat agar tidak ada satu orang pun warga negara sampai meninggal karena tidak mendapat pelayanan kesehatan yang memadai.

“Artinya, fungsi dan kehadiran negara itu pada situasi inilah sangat didambakan oleh rakyatnya,” tutur Mulyadi.

Jumlah kasus positif Covid-19, Senin (5/7/2021) tercatat ada 29.745 penambahan, dari sebelumnya 2.284.084 kasus. Kini, total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 2.313.829 sejak pertama terkonfirmasi pada 2 Maret 2020 lalu.

Tambahan kasus ini merupakan rekor tertinggi di Indonesia sejak pandemi Covid-19 melanda. Jumlah pasien positif Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia juga bertambah sebanyak 558 pasien. Total pasien meninggal dunia akibat virus corona menjadi 61.140 orang, dari sebelumnya 60.582 orang. (*)