Penerapan Perda AKB Harus Maksimal Masyarakat Antusias Ikut Vaksinasi

5
Masyarakat Dharmasraya antusias mengikuti program vaksinasi yang sedang dimasifkan oleh pemerintah.(IST)

Pemprov Sumbar meminta agar Satgas Penanganan Covid-19 di daerah masif melakukan penekakan penegakan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di tengah masyarakat.
Menurut Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, langkah tersebut merupakan salah satu cara untuk mencegah penyebaran Covid-19. Apalagi saat ini kasus penyebaran virus sedang mengalami lonjakan di Sumbar.

Selain itu katanya, Perda AKB atau Perda Nomor 6 Tahun 2020 perlu dikuatkan, sehingga penerapan protokol kesehatan yang diatur perda tersebut betul-betul maksimal.
Bahkan pihaknya menerima saran agar perda dievaluasi, evaluasi poin sanksi yang ada pada perda. Dengan begitu aturan terhadap pelanggar prokes bisa lebih ketat dan tegas sehingga penerapan prokes semakin disiplin.

“Ini nanti akan kita bahas juga bersama Forkopimda,” pungkas gubernur.
Gencarkan Vaksinasi

Sementara itu, program vaksinasi massal yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, mendapat respons dari masyarakat. Terbukti antusias masyarakat Dharmasraya untuk mengikuti vaksinasi.


“Kami ingin kembali hidup normal, dan kami ikut anjuran pemerintah untuk segera divaksin,” ungkap warga Tiumang, Sutini kepada sejumlah wartawan.

Heri warga lainnya juga mengatakan bahwa dirinya dan yang lainnya sudah dari pagi ikut mengantre untuk mengikuti program vaksin.  “Kami tidak takut lagi untuk divaksin, kita ingin musibah Covid-19 ini segera berakhir dan kita semua segera bisa beraktifitas seperti sedia kala,” jelasnya.

Kata Heri, pemerintah di semua stakeholders sudah bahu membahu menyosialisasikan program vaksinasi ini ke tengah masyarakat dan memberikan pemahaman tentang pentingnya vaksin. “Alhamdulillah kami sudah paham, kami tidak takut lagi divaksin dan masyarakat ramai ramai datang ke kantor nagari dan puskesmas mengikuti vaksin,” jelasnya.

Camat Tiumang, Arwenta, mengatakan, pihaknya bersama wali nagari, babinsa, bhabinkamtibmas, para tokoh dan ninik mamak serta para petugas kesehatan, tidak henti – hentinya menyosialisasikan program vaksinasi. Selain itu mereka juga memberi support dan memotivasi warga agar mau divaksin.

“Alhamdulillah bisa disaksikan langsung, warga berbondong-bondong dan mengantre untuk mengikuti vaksinasi ini,” jelasnya.

Kata Ketua APKASI, Dharmasraya menargetkan untuk program vaksinasi ini sekitar 29 ribu dan hingga kemarin sudah 18 ribu yang mengikuti program vaksin.  “Alhamdulillah hari ini yang vaksi sudah mencapai 3 ribu,” jelasnya.

Targetkan Remaja Divaksin
Semantara itu, Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Rusma Yul Anwar, bersama pejabat, ASN, pegawai honorer, melakukan vaksinasi Covid-19 Selasa (6/7) bertempat di ruang Operation Room Kantor Bupati setempat.

Vaksinasi tersebut juga diikui Pj Sekkab Pessel, Hj Emirda Ziswati, dan Wakil Bupati, Ridi Hariyansyah. Namun Wakil Bupati terundur divaksin karena memiliki riwayat baru sembuh dari Covid-19 pada 28 Juni 2021 lalu, sehingga dijadwalkan pada Oktober 2021 atau tiga bulan setelah dinyatakan negatif Covid-19.

Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar, setelah menjalani vaksin mengatakan vaksinasi ditujukan pada peserta yang berbadan sehat. Peserta yang ikut divaksin terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan, dan tidak mempunyai riwayat penyakit tertentu seperti jantung, diabetes dan lainnya.

Baca Juga:  STH, Putra Tanahdatar Lahir di Solok Jadi Vice President Pertamina

“Setelah divaksin, kita diobservasi serta dilihat kondisi kesehatannya.  Sedangkan manfaat vaksinasi adalah menciptakan respons antibodi untuk sistem kekebalan tubuh,” jelasnya.

Dikatakanya lebih lanjut, selain disiplin dengan protokol kesehatan, guna mencegah penularan Covid 19, pemerintah kini juga sedang melaksanakan vaksinasi.
Pelaksanaan vaksinasi perlu dukungan dari semua pihak agar usaha pemerintah untuk menekan penularan Covid-19 berhasil.

Upaya yang sama juga dilakukan oleh Wakil Bupati Pessel, Rudi Hariyansyah, namun tidak lolos skreening karena pernah positif Covid-19, dan dinyatakan negatif atau sembuh pada 28 Juni 2021 lalu.

“Karena pernah positif dan sembuh dari Covid-19 pada 28 Juni 2021 lalu, sehingga saya dijadwalkan bisa melakukan vaksin tiga bulan lagi, atau pada Oktober 2021 mendatang,” ungkap Rudi Hariyansyah, ketika ditanya Wartawan.

Dalam kesempatan itu dia menegaskan, peraturan pemerintah pusat sudah jelas bahwa seluruh yang berkaitan dengan pemerintahan semuanya sudah harus divaksin.
“Seratus persen yang berkaitan dengan pemerintahan sudah harus divaksin. Pada bulan Juni ini semuanya harus selesai. Mulai dari ASN dan honorer kabupaten, kecamatan hingga ke tingkat nagari. Termasuk juga yang berkaitan dengan penerima PKH,” katanya.

Karena target itu, sehingga Pemkab Pessel melalui jajaran Dinas Kesehatan akan terus menggenjot agar capaian vaksin Covid-19 benar-benar tercapai sesuai target tersebut.
“Ini kita genjot, sebab untuk skor vaksin Sumbar, Pessel berada pada posisi dua paling bawah. Makanya ini akan kita genjot, mana yang diwajibkan, akan kita wajibkan dan itu sesuai dengan instruksi bupati, terutama sekali bagi ASN, honorer dan penerima PKH,” jelasnya.

Hal itu ditegaskannya karena bila sudah sampai pada bulan Juni 2021 bagi yang wajib vaksin tidak juga divaksin, maka daerah akan melakukan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN, termasuk penundaan pembayaran honor.

“Pada bulan Agustus 2021 sanksi ini sudah berjalan dan tidak ada lagi toleransi bagi yang tidak mau divaksin karena alasan yang tidak jelas. Ini berlaku hingga ke tingkat kecamatan dan nagari di daerah ini. Bahkan ini juga berlaku terhadap penundaan pembayaran dana desa (DD) bagi nagari yang aparaturnya, termasuk wali nagari yang membangkang tidak mau divaksin,” tegasnya.

Ditambahkan lagi, ke depan target vaksin akan lebih difokuskan pada remaja di atas umur 13 tahun. Terkait tertundanya keinginan untuk juga ikut vaksin, Rudi Hariyansyah menjelaskan dia tidak lolos skreening karena baru sembuh dari Covid-19 pada 28 Juni lalu.

“Karena saya tidak lolos skreening karena baru sembuh dari Covid-19 pada 28 Juni 2021 lalu, sehingga berdasarkan keterangan petugas medis, saya bisa menjalani vaksin pada Oktober 2021 mendatang,” tutupnya. (ita/yon)