(2) Inter Milan vs Getafe (0): Kesempatan untuk Tumbuh

Pemain Inter Milan merayakan golnya ke gawang Getafe. (net)

Tren tak kebobolan Inter Milan dalam empat laga terakhir di Serie A, menjalar ke kancah Liga Europa. Getafe yang menjadi lawan mereka di babak 16 besar dini hari kemarin pun harus pulang dengan kepala tertunduk.

Ini setelah penyerang Nerazzurri –julukan Inter Milan- Romelu Lukaku dan gelandang Christian Eriksen mampu menjebol gawang Azulones –julukan Getafe pada pertandingan yang digelar di VELTINS-Arena, Gelsenkirchen, Jerman. Masing-masing pada menit ke-33 dan 83.

Sedangkan Azulones gagal menciptakan gol, walau sesungguhnya memiliki peluang bagus pada menit ke-76. Sayang peluang dari titik putih itu gagal dimaksimalkan penyerang mereka, Jorge Molina.

“Ini adalah langkah yang kami perjuangkan selama musim ini, dan sekarang kami mulai mencapainya. Saya senang karena Liga Europa adalah kompetisi penting bagi kami. Ini memberi kami kesempatan untuk tumbuh melalui pertandingan sistem gugur,” tutur Allenatore Inter Milan, Antonio Conte, dilansir laman resmi klub, kemarin.

Conte pun mengaku senang dengan kinerja anak asuhnya. “Mereka ingin maju dalam kompetisi ini. Saya tenang ketika saya melihat anak-anak bekerja keras, dengan keinginan dan tekad. Mereka terus membaik. Kami menjadi tim yang tangguh. Semua orang terlibat dalam proyek ini dan senang dengan apa yang kami sedang lakukan,” ucapnya.

Sementara itu, dikutip Football Italia, Romelu Lukaku mengaku, itu adalah pertandingan yang sulit melawan tim yang bermain agresif. Tetapi dia dan rekan-rekannya mampu menjalaninya dengan baik.

“Pertahanan melakukan pekerjaan dengan baik dan saya senang mencetak gol untuk tim. Christian juga mendapat gol penting untuk tim dan kami harus terus seperti ini,” kata Lukaku kepada Sky Sport Italia.

Pemain Belgia itu bisa saja memiliki gol kedua juga, tapi sangat melebar dari jarak enam meter. “Hal-hal ini terjadi di sepak bola, tetapi saya sudah memikirkan pertandingan berikutnya. Kami ingin menang dan saya senang dengan hasil hari ini. Tim ini berkembang dan penting bagi kami untuk melanjutkan mentalitas ini. Keinginan untuk meningkat setiap hari,” sebutnya.
Di sisi lain, Pelatih Getafe Jose Bordalas merasa menyesal atas penalti yang terlewat dalam laga kontra Inter Milan itu. “Sayang sekali, karena penampilannya luar biasa dan saya benar-benar bangga dengan anak-anak saya,” kata Bordalas dalam konferensi persnya, sebagaimana dikutip Football Italia.
“Tidak ada yang harus menyalahkan Molina, hal-hal ini terjadi dalam sepak bola dan penalti selalu berisiko. Jika tendangan penalti itu masuk, maka jelas itu akan menjadi pertandingan yang sangat berbeda. Itu sepak bola, tapi kami tidak pantas mengakhiri musim ini,” tukasnya.
Pada perempat final (11/8), Inter Milan akan bertemu dengan pemenang laga Bayer Leverkusen versus Rangers tadi malam.
Selain Inter, FC Koebenhavn juga ke perempat final setelah menang pada leg kedua babak 16 besar atas Istanbul Basaksehir 3-0 kemarin. Mereka unggul agregat 3-1 setelah pada leg pertama kalah 1-0.
Di perempat final (11/8), mereka akan berhadapan dengan Manchester United yang menyingkirkan LAZK Linz juga dalam dua pertandingan. Pertama menang 5-0, sedangkan pada leg kedua dini hari kemarin unggul 2-1.
Kemudian ada juga Shakhtar Donetsk yang dini hari kemarin, menang 3-0 atas Wolfsburg. Sebelumnya pada leg pertama menang mereka menang 2-1. Di perempat final, klub asal Ukraina ini akan berhadapan dengan pemenang pertandingan Basel kontra Eintracht Frankfurt dini hari tadi. Laga itu akan dimainkan pada Rabu dini hari (12/8).
Untuk dua slot perempat final lainnya, akan diperebutkan Sevilla FC kontra AS Roma dan Wolverhampton Wanderers versus Olimpiacos. Kedua laga itu dimainkan dini hari tadi. Pemenangnya nanti akan saling berhadapan pada Rabu dini hari (12/8). (cip)