Banjir dan Longsor Hantam Sumbar

Jembatan gantung di Jorong Lombok Nagari Ujung Gading putus akibat aliran air sungai menguap. (IST)

Hujan lebat yang mengguyur Sumbar sejak beberapa hari terakhir memicu bencana alam di sejumlah daerah. Mulai dari ratusan rumah terendam, puluhan hektare sawah terendam, jembatan hingga jalan nasional putus.

Seperti di Kabupaten Sijunjung. Sejumlah nagari di Sumpurkudus diterjang banjir, Minggu (6/9). Warga diminta waspada, karena curah hujan tinggi diprediksi masih terus berlanjut beberapa hari ke depan.

Informasi dihimpun, pada Minggu (6/9) pagi aliran Batang Sumpu meluap, puluhan hektare sawah dan permukiman warga terendam. Ada empat nagari terendam banjir yakni Nagari Silantai, Unggan, Tamparungo, dan Manganti.

Selain banjir, hujan sejak Jumat (4/9) membuat sejumlah pohon tumbang di sejumlah titik dan melumpuhkan akses transportasi jalan utama. Setelah banjir surut, warga rumahnya terendam berupaya melakukan pembersihan terhadap material lumpur, serta sampah yang berserakan.

“Banjir datang mendadak, membuat warga tak punya waktu menyelamatkan barang-barang dalam rumah,” sebut Antonio Oska Mursil, salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Kapolsek Sumpurkudus Iptu Guzirwan mengatakan, rentetan bencana alam di kawasan Sumpurkudus juga terjadi di berbagai tempat. Pada Sabtu (4/9) sekitar pukul 04.00 mendadak debit air Batang Seriau meluap. Dampaknya Jorong Simaru dan Kotolamo Utara, Nagari tamparungo terendam. Disusul munculnya tanah longsor di jalan Lantiak Kajai, menuju Nagari Sumpur Kudus, hingga mengakibatkan akses alan terputus total.

“Semua nagari terdampak banjir, pohon tumbang dan longsor, seluruhnya mencapai empat nagari. Pasca-bencana tim gabungan Polisi, TNI, BPBD dan masyarakat bergerak melakukan tindakan,” imbuh Guzirwan.

Dalam peristiwa itu dilaporkan tidak ada korban jiwa. Kerugian materi ditaksir mencapai ratusan kita. Sebagai bentuk kepedulian pihak Polres Sijunjung telah menyalurkan bantuan logistik, sembako, bahan makanan pada warga masyarakat.

Jembatan Gantung Putus
Bencana juga terjadi di Kabupaten Pasaman Barat. Satu jembatan gantung penyeberangan di Jorong Lombok, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang putus akibat aliran air- sungai yang meluap. Tidak ada korban jiwa. Namun ratusan kepala keluarga yang memanfaatkan sarana jembatan ini setiap hari kini terisolasi.

“Iya, benar, ada satu jembatan gantung penyeberangan warga di Jorong Lombok, putus. Bencana alam ini dipicu aliran sungai meluap. Ketika itu memang curah hujan cukup tinggi di daerah setempat,” kata Kepala Bidang Kedaruratan Logistik BPBD Pasbar Decky H Sahputra, Minggu (6/9).

Baca Juga:  Penetapan Indeks Demokrasi Harus Perhatikan Local Wisdom

Saat ini,  katanya, tim sudah melakukan kajian kebutuhan pasca bencana yang terdampak terhadap 100 kepala keluarga tersebut.Ditambahkan, Kepala Pos SAR Pasaman, Zulfahmi, ratusan rumah di Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, juga terendam akibat luapan Sungai Batang Bayang. “Rumah-rumah yang terendam ini tersebar di tiga kejorongan di Nagari Ujung Gading yang terjadi Jumat (4/8) lalu. Saat ini banjir sudah mulai surut dan warga sudah terlihat membersihkan sisa banjir,” katanya.

Menurut dia, peristiwa ini sudah sering terjadi. Bahkan, jika telah memasuki musim hujan sungai tersebut akan meluap hingga merendam pemukiman warga. Tiga jorong yang terdampak parah, Jorong Irian, Jorong Taluak Ambun dan Jorong Lombok.

Salah seorang warga Nagari Ujunggading, Saputra  mengatakan peristiwa banjir itu sudah  sering terjadi. Sudah seharusnya pemerintah mengatasi masalah yang dihadapi warga ketika sungai meluap saja. “Sebab ini sudah masalah menahun. Pemerintah harus melihat ke hulu sungai ini untuk ikut mencari solusi meluapnya sungai itu,” katanya.

Sementara Bupati Pasbar, Yulianto mengingatkan agar warga waspada dan hati-hati dengan adanya bencana alam.  “Apalagi yang namanya musibah tidak bisa diperkirakan kapan datangnya, namun kewaspadaan dini perlu dijaga untuk mengantisipasi musibah bencana,” ajaknya.

Banjir di Bungus
Kejadian serupa juga melanda Teluk Kabung Tengah Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Sungai yang berada di kawasan tersebut meluap ke permukiman warga. Camat Bungus Teluk Kabung M Larhif menyebutkan tercatat ada sekitar 100 kepala keluarga yang diungsikan karena banjir tersebut.  “Hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang yang melanda lokasi tersebut. Akibatnya penahan pinggiran sungai jebol. Air meluap 40-60 cm,” ujarnya.

Pihaknya bersama TNI-Polri langsung mengambil langkah tegas menyelamatkan warga yang terjebak banjir. Sedangkan korban jiwa belum ada laporan. ”Untuk bendungan yang jebol, sudah kita laporkan ke dinas terkait. Mudah-mudahan bendungan tersebut cepat diperbaiki,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang Sutan Hendra mengatakan, ada sekitar 100 kepala keluarga yang diungsikan dan dibawa ke tempat yang aman. (atn/roy/err)