Warga tak Bermasker Dihukum Sapu Jalan

11
Warga menjalani hukuman membersihkan jalan karena mengindahkan protokol kesehatan. (IST)

Puluhan warga Tanahdatar yang tidak mematuhi protokol kesehatan diberikan sanksi oleh Tim Gabungan Terpadu Penindakan Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 Tanahdatar. Puluhan warga tersebut juga membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi kembali perbuatannya.

Tim yang terdiri dari Satpol PP, Polisi, TNI, Dishub dan Polisi Militer (PM) itu menggelar razia di kawasan Lapangan Cindua Mato, Selasa (6/10). Kasi Penegakan Perda Satpol PP Tanahdatar Elfiardi mengatakan, jika sanksi yang diberikan itu masih dalam tahap awal sosialisasi penegakan Perda.

“Ada sekitar 70 orang tadi yang tercatat melakukan pelanggaran. Semuanya kita berikan sanksi sosial seperti menyapu jalanan, ” ujar Elfiardi. Selain itu, semua yang melanggar terlebih dulu di data. Jadi data ini dikirim secara online ke provinsi.

Nah, nantinya jika yang bersangkutan kembali melakukan pelanggaran baik di Tanahdatar atau daerah lain di wilayah Sumbar akan terlihat datanya. “Bagi yang kedapatan kembali melanggar tentu akan diberikan sanksi yang berbeda, ” tegasnya.

Razia kemarin dimulai sejak pukul 08.00 hingga pukul 11.00. Selama razia, banyak warga yang tidak menggunakan masker terjaring petugas. Semua yang terjaring terlebih dahulu dipasangkan rompi pelanggar protokol. Kemudian diberikan sanksi menyapu jalanan.

Razia kali ini juga ditinjau oleh Tim Protokol Kesehatan Covid-19 Provinsi dan BPBD Provinsi, Kapolres dan Dandim Tanahdatar. Tim bahkan ikut memasangkan rompi pelanggar protokol kesehatan.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Tanahdatar Erman Rahman mengatakan, jika pemberian sanksi sosial masih merupakan langkah awal akan diterapkannya Perda No 6 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru. “Jadi efektifnya nanti pada tanggal 10 Oktober, dan nanti langsung diterapkan sanksi denda, ” ujar Erman Rahman.

Pria yang juga menjabat Kepala Pelaksana BPBD Sumbar itu juga mengatakan, jika persoalan Covid-19 penting untuk diperhatikan. Karena hal ini tidak bisa dipandang enteng. Bahkan, Pemerintah Daerah pun mengatur hal itu dengan Perda maupun Perbup. “Untuk sanksi yang kita lakukan hari ini masih mengacu kepada Perbup Tanahdatar No 48 tentang Penegakan Sanksi Protokol Kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Erman mengimbau masyarakat untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan seperti yang gencar disosialisasikan pemerintah.

Sosialisasi Perda AKB
Sementara itu, Pemprov Sumbar menyosialisasikan Peraturan Daerah ( Perda) Sumbar Nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Tanahdatar, Selasa (6/10) di Indo Jalito. “Perda ini hingga disahkan hanya memakan waktu satu minggu dan ini pembahasan paling cepat sejak 10 tahun terakhir. Dalam perda ini setidaknya terdapat 107 pasal,” kata Muhammad Yani, Staf Ahli Pemprov Sumbar, Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan SDM.

Dihadapan Forkopimda di lingkungan Pemkab Tanahdatar, Muhammad Yani, juga menyampaikan hadirnya Perda AKB untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19 dan bertujuan melindungi masyarakat. Selain itu, dibentuknya Perda AKB juga sebagai upaya pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid-19 yang akhir-akhir ini angka penyebarannya cendrung meningkat tak terkecuali di Tanahdatar.

Tanahdatar sendiri telah berada di zona oranye atau berisiko sedang penyebaran virus korona. “Dalam Perda No 6 ini diatur tentang sanksi denda dan pidana bagi pelanggar protokol kesehatan, baik perorangan maupun pelaku usaha. Dengan adanya sanksi tegas kita berharap masyarakat dapat menegakkan protokol kesehatan secara disiplin,” ucapnya.

Baca Juga:  Darul Siska Salurkan Bantuan Pangan Kepada 10.000 Relawan Covid-19

Ia menegaskan Pemprov dalam hal ini juga tidak mungkin kembali menerapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Selain membutuhkan anggaran yang cukup besar, PSBB juga menimbulkan dampak pada banyak aspek, salah satunya perekonomian masyarakat.“Seperti mobilitas barang saja tentu menjadi sulit masuk sehingga harga pasar jadi sulit untuk dikendalikan,” sampainya.

Usai sosialisasi , baik tim dari provinsi maupun dari Pemkab Tanahdatar langsung bergerak menyosialisasikan Perda tersebut ke masyarakat di sekitaran Pasar Batusangkar dan pasar tradisional Balai Selasa di Kecamatan Rambatan. Dalam kesempatan itu, tim juga membagikan masker kepada pedagang dan pengguna sepeda motor.

Bagi-bagi Masker
Sementara itu, PemkabPesisir Selatan (Pessel), bersama tim sosialisasi melakukan bagi- bagi maskerdi beberapa ruas jalan utama di Kota Painan, kemarin. Upaya itu dilakukan selain bertujuan untuk menambah kesadaran masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan, juga dalam rangka sosialisasi Perda AKB.

Untuk Pessel, pembagian masker dipimpin Letua Tim V Sosialisasi Sumbar, Wadan Lantamal II, Kolonel Fredy JH Pardusi. Sedangkan dari Pemkab Pesisir Selatan, dihadiri Sekkab Erizon, Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Dailipal, anggota Forkopimda, serta sejumlah kepala perangkat daerah.

Wadan Lantamal II, Fredy, mengatakan, sosialisasi Perda Nomor 06 tahun 2020 di Pesisir Selatan, dilaksanakan dalam dua bentuk kegiatan. Di antaranya, pembagian masker dan sosialisasi Perda di Gedung Painan Convention Centre (PCC). Sosialisasi itu yang diikuti oleh kepala perangkat daerah, dan Organisasi masyarakat. “Pembagian masker dilaksanakan di dua tempat yakni depan taman Spora Jalan Ilyas Yakub Painan dan Pasar Painan.” katanya.

Bersamaan dengan pembagian masker kepada masyarakat, tim juga menyampaikan pesan berkaitan dengan ketentuan Perda Nomor 06 tahun 2020. Anggota tim lainnya, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumbar, Yosmeri, menyampaikan, pembagian masker bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. “Pesan yang terpenting selain membagikan masker adalah sanksi bagi masyarakat melanggar kewajiban menggunakan masker,” tuturnya.

Sekkab Pessel, Erizon, menjelaskan hingga hari ini (kemarin red) kasus positif Covid-19 di daerah itu telah mencapai 295 orang. Dari jumlah itu, sembuh sebanyak 102 orang dan yang meninggal 9 orang.

Dia juga mengatakan dari 15 kecamatan yang ada di daerah itu, 13 kecamatan diantaranya sudah terjangkit virus corona. Dua kecamatan yang masih tidak terjangkit virus Covid-19 adalah Kecamatan Ampek Nagari Bayang Utara dan Ranah Ampek Hulu Tapan.Sedangkan pasien yang dirawat disejumlah rumah sakit sebanyak 14 orang. “Dan yang tengah menjalani isolasi di rusunawa sebanyak 38 orang, dan isolasi mandiri 132 orang pula,” timpalnya. (stg/yon)