Masuk Mall, Swalayan dan Minimarket, Pengunjung Wajib Vaksin

40
ilustrasi pengunjung pusat perbelanjaan wajib menunjukan sertifikat vaksin melalui aplikasi pedulilindungi.(NET)

Pemprov Sumbar terus menggenjot vaksinasi guna penurunan kasus Covid-19. Salah satunya memberlakukan wajib vaksin bagi masyarakat yang ingin mengunjungi pusat perbelanjaan berupa mall, swalayan dan minimarket.

Peraturan tersebut tertuang dalam surat edaran Nomor: 400/993/Dag/IX/-2021 yang diterbitkan 30 September 2021. Surat edaran yang ditandatangani Gubernur Sumatera Barat H Mahyeldi Ansharullah tersebut mengatur secara mendetail terkait petunjuk teknis pemberlakuan wajib vaksin di pusat perbelanjaan.

Kepala Dinas Kominfotik Sumatera Barat, Jasman mengungkapkan aturan tersebut telah berlaku semenjak surat edaran dikeluarkan. Ia menjelaskan surat edaran didasari pada instruksi Mendagri.

“Surat edaran itu benar adanya dan telah berlaku semenjak surat edaran dikeluarkan. Surat ini merupakan lanjutan dari instruksi Mendagri, sehingga kita di daerah hanya melanjutkan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pusat melalui Mendagri,” ujarnya.

Aturan ini berlaku untuk semua mobilitas manusia di mall, swalayan ataupun minimarket. Tidak hanya pengunjung, namun para pedagang maupun pegawai diharuskan menunjukkan bukti telah melaksanakan vaksinasi.

Setiap orang yang mempunyai kepentingan di tempat tersebut dapat menunjukkan bukti vaksinasi yang tertera pada aplikasi pedulilindungi. Aplikasi ini merupakan salah satu aplikasi yang dikembangkan oleh pemerintah. Gunanya untuk membantu instansi pemerintah terkait dalam melakukan pelacakan untuk menghentikan penyebaran.

Aplikasi ini diharapkan dapat memudahkan pemerintah untuk mengidentifikasi siapa saja yang perlu mendapat penanganan lebih lanjut agar penghentian penyebaran Covid-19 dapat dilakukan.

Sehingga, semakin banyak partisipasi masyarakat yang menggunakan aplikasi ini, akan semakin membantu pemerintah dalam melakukan tracing dan tracking. Masyarakat yang belum divaksin tidak diperkenankan memasuki area perbelanjaan.

Namun apabila ada halangan untuk melaksanakan vaksin berupa permasalahan kesehatan, masyarakat tetap bisa mengunjungi mall, swalayan atau minimarket dengan beberapa persyaratan.

Persyaratan tersebut dengan menunjukkan hasil negatif tes swab antigen maksimal 1 x 24 jam atau CR maksimal 2 x 24 jam. Selain itu juga harus dibarengi dengan menunjukkan surat keterangan dari dokter jika bersangkutan tidak dapat mengikuti vaksinasi karena terkendala kesehatan.

Di akhir surat edaran tersebut berisi ajakan atau imbauan kepada masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi massal. “Dalam rangka percepatan vaksinasi Covid-19 di mall/supermarket di kabupaten/kota, kiranya saudara dapat segera melakukan vaksinasi masal bagi pegawai, pedagang dan pengunjung dengan berkoordinasi melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar,” bunyi alinea akhir surat edaran tersebut.

Baca Juga:  Gubernur Sumbar Serahkan Penghargaan K3 2022 kepada PT Semen Padang

Disdag Padang Sosialisasi

Menyikapi SE tersebut, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Padang telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, karyawan mall, swalayan, pusat perbelanjaan, dan sejenisnya tentang aturan atau kebijakan pemberlakuan wajib vaksin pada mall, swalayan, pusat perbelanjaan, dan sejenisnya tersebut.

“Ya sebenarnya jauh sebelum ada SE ini kami di Kota Padang telah dulu melaksanakan vaksinasi massal bagi para pedagang, karyawan atau pegawai yang bekerja di mall, swalayan, pusat perbelanjaan, dan sejenisnya di Kota Padang,” jelas Kepala Disdag Kota Padang, Andree Algamar kepada Padang Ekspres, kemarin (6/10).

Andree mengatakan, sampai saat ini sudah ada sekitar 8 ribu orang yang terdiri dari pedagang pasar tradisional dan karyawan serta pegawai mall, swalayan, pusat perbelanjaan lainnya yang telah melaksanakan vaksinansi Covid-19.

“Dan sampai saat ini pelaksanaan program vaksinasi massal bagi pedagang dan karyawan mall, swalayan, pusat perbelanjaan dan lainnya masih berlangsung sehingga akan ada penambahan jumlah yang telah divaksin,” katanya.

Ia menambahkan, dengan adanya SE dari Pemprov Sumbar tersebut pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pengelolaan mall, swalayan, pusat perbelanjaan dan sejenisnya agar mematuhi kebijakan wajib vaksin tersebut.

Bagi setiap pengunjung mall, swalayan, pusat perbelanjaan, dan sejenisnya wajib menunjukkan bukti bahwasanya mereka telah divaksin melalui aplikasi Pedulilindungi. Hal itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi penyebaran pandemi Covid-19.

“Sementara untuk pasar tradisional, wajib vaksin tersebut belum diterapkan, jadi hanya di mall, swalayan, pusat perbelanjaan, dan sejenisnya,” ujar Andree.

Salah satu warga Padang , Sridani, 27 mengaku belum mengetahui masuk mall, minimarket dan swalayan wajib vaksin. Namun ia mengaku sudah divaksin di tempat ia bekerja dan sudah ada sertifikat vaksin dan terdaftar di aplikasi pedulilindungi.

“Saya sudah vaksin, jadi tak masalah lah belanja ke mall dan minimarket,” ujarnya. (cr3/adt/eni)