Sumbar Jadi Pilot Project Sekolah Lapangan Pertanian Udara Bersih

21

Yayasan Field Indonesia melakukan Pelatihan Fasilitator Sekolah Lapangan Pertanian Udara Bersih Indonesia bagi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Provinsi Sumatera Barat. Pelatihan berlangsung 8-15 Maret 2023 di UPT Balai Diklat Pertanian Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar.

Pelatihan ini dibuka oleh Dr Heru Setyoko, MM, Direktur Field Indonesia. Selain itu juga dihadiri Hillario Padilla, Regenerative Agriculture Advisor Earth Foundation dan Tim Fasilitator FIELD Indonesia.

‚ÄúProgram Udara Bersih Indonesia (UBI) telah dilaksanakan mulai Februari 2020-Maret 2024, dalam upaya mitigasi perubahan iklim dengan mengurangi pembakaran lahan pertanian di Kalimantan dan Sumatera, memberikan pelatihan dan praktik Pertanian yang dapat menciptakan udara bersih, penguatan kelembagaan petani, dan meningkatkan pendapatan petani,” ujar Heru, dalam sambutannya.

Heru mengatakan daerah Sumbar dipilih sebagai pilot project program Pertanian Udara Bersih ini karena dukungan seluruh pihak di daerah Sumatera Barat dan antusias pelaku pertanian untuk menerapkan program pertanian ini.

Pernyataan tersebut pun dibenarkan oleh Plt Kadis Pertanian Provinsi Sumatera Barat, Ferdinal Asmin.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Khususnya Dinas Pertanian mendukung program Pertanian Udara Bersih karena tujuannya selaras dengan visi dan misi serta progul prioritas kita yaitu meningkatkan pendapatan petani. Sesuai pula dengan konsep pertanian pokok murah yang saat ini sedang diterapkan petani mandiri di Sumatera Barat,” ucap Ferdinal.

Baca Juga:  Melirik Kinerja PT BPR Mutiara Pesisir, Kreditnya Tumbuh 23,73 Persen

Menurut Fasilitator Program Udara Bersih Sumatera Barat, Suhatril isra, Pelatihan ini diikuti oleh 40 orang PPL yang berasal dari 8 Kabupaten di Sumbar yaitu Pesisir Selatan, Solok, Agam, Sijunjung, Dharmasraya, Tanahdatar, Solok Selatan dan Padangpariaman. Setiap Kabupaten diikuti oleh 5 orang PPL dari lima Kecamatan di setiap kabupaten.

Adapun teknik yang akan dipelajari PPL selama pelatihan adalah Mulsa-Tanpa Olah Tanah pada Bedengan, Ayam Serasah Dalam, Bedengan dengan Batang Kayu. Hasilnya lebih baik dan lebih stabil dan dapat menjaga keamanan pangan daripada metode konvensional.

Teknik ini juga berbiaya rendah, menghilangkan kebutuhan untuk membakar, dan lebih baik untuk tanah, kualitas udara, mitigasi perubahan iklim, dan kesehatan masyarakat.

Setelah pelatihan, PPL akan melaksanakan Sekolah Lapangan Udara Bersih Indonesia di daerahnya .(*)