Minang Diaspora Imbau Pengusaha di Sumbar tak PHK Karyawan

ilustrasi pekerja minta agar tak di-PHK.

Minang Diaspora Network Global (MDNG) prihatin dengan banyaknya jumlah tenaga kerja yang telah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan di Sumbar karena usaha tempat mereka bekerja terdampak virus korona (Covid-19).

MDNG yang sejak awal ikut terlibat membantu menggalang donasi dan pengadaan alat-alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 melalui Yayasan Diaspora Minang Dunia, berharap dunia usaha di Sumbar tidak sampai melakukan PHK terhadap karyawannya.

“Ada yang saya ingat pesan dari Buk Nur (Nurhayati Subakat, CEO Wardah) kepada saya. Jangan pernah PHK orang yang sudah bertahun-tahun membantu kita. Sekarang saatnya perusahaan membantu mereka. Ibaratnya keluarkan keuntungan selama ini untuk karyawan. Kalau gajinya tidak penuh, separuh kita berikan,” ujar Pengurus MDN Global Yeni.

Dia mencontohkan CEO Wardah Nurhayati Subakat, pengusaha kelahiran Padangpanjang yang kini memiliki 12 ribu karyawan. Menurut Yeni, tidak satupun karyawannya yang di-PHK.

“Kalau saya, juga berusaha untuk tidak mem-PHK karyawan. Hotel saya tutup, semua toko kami di Thamrin (Jakarta) tutup, begitu juga ruko di Tanah Abang.
Lapangan futsal di Kubang Putiah (Agam) dan Payakumbuh tutup. Semua usaha kami tutup. Tapi, kalau kita sabar dan ikhlas, Allah akan bukan pintu rezki dari mana saja,” tuturnya.

Yeni yang aktif berkoordinasi dengan pimpinan rumah sakit dan pemda dalam pendistribusian alat kesehatan di GWA Kawal Covid-19 Sumbar ini menambahkan, jika terjadi banyak pengangguran akibat PHK, dia khawatir tindak kriminalitas juga bisa meningkat.

“Tadi saya minta kawan di Tanah Abang agar zakat harta mereka dikirimkan ke kampung masing-masing agar terbantu urang di kampuang,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya di MDN Global saat ini ada anak asuh sebanyak 101 orang. Mereka diberikan beasiswa oleh sejumlah donatur, termasuk dari Wardah.

“Kalau kami tidak ada pemasukan, bagaimana dengan kelanjutan beasiswa anak-anak asuh kami. Jadi, pada prinsipnya di saat sulit ini kita saling berbagi. Allah yang akan buka rezeki buat kita. Jadi, tolong sampaikan kepada pengusaha jangan PHK karyawan yang selama ini sudah membuat pengusaha itu kaya,” imbaunya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbar, Nasrizal mengungkapkan hingga Senin (6/4) sudah tercatat 7.634 pekerja yang dirumahkan dan di-PHK. Rinciannya, sebanyak 7.216 dirumahkan dan 418 di-PHK.

“Untuk pekerja yang dirumahkan, ada yang mendapat upah setengah dari gaji sesuai kesepakatan karyawan dengan perusahaannya. Kebanyakan yang dirumahkan itu dari sektor pariwisata, seperti perhotelan,” katanya, Senin (6/4).

Nasrizal menambahkan, para pekerja yang dirumahkan dan di-PHK itu merupakan karyawan yang bekerja di 1.691 perusahaan, baik mikro, menengah mauun besar.

“Kemungkinan jumlah pekerja yang dirumahkan dan di-PHK ini akan terus bertambah. Kami akan terus menerima laporan dan melakukan pendataan bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten dan Kota se-Sumbar,” sebutnya.(esg)