Petugas Lapas Positif, 32 Orang Dites

25
Ilustrasi positif Covidp-19. (Foto: IST)

Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Pasaman melakukan tes swab kepada 32 orang di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas II B Pasaman, Sabtu (6/6). Ini setelah dua orang petugas kontak langsung dengan pasien positif pada Jumat (5 /6). Dari dua orang ini, satu positif dan satu petugas lainnya negatif.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Pasaman Barat, Gina Alecia mengatakan, sebanyak 32 orang itu terdiri dari 28 orang petugas dan empat orang warga binaan. Tes swab dilakukan tim medis dari Dinas Kesehatan, RSUD Pasaman Barat, Puskesmas Sukomenanti berjalan aman dan lancar. “Kami harap mereka yang sudah dites swab menjalani isolasi mandiri sampai hasil swab keluar. Mereka sangat kooperatif,”  tuturnya.

Seperti diketahui, seorang petugas Lembaga Permasyarakatan Terbuka Kelas II B Pasaman di Kabupaten Pasaman Barat, inisial W, 21, dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil swabnya keluar dari Laboratorium FK Unand. Kemudian, tim gugus tugas menuju rumah pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri untuk dibawa ke RSUD Jambak untuk pemeriksaan laboratorium lanjutan dan rontgen.

Pasien ini merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sudah diambil swab pada Jumat (5/6) bersama satu orang teman sekamarnya. Dari pemeriksaan itu rekan pasien W hasilnya negatif.

Petugas W merupakan warga Kuranji, Kota Padang yang kontak dengan ibu dan neneknya pasien terkonfirmasi positif asal Padang. Kepala Lapas Terbuka Kelas II B Pasaman, Azhar menegaskan, tes swab yang dilakukan tim medis merupakan pencegahan penyebaran Covid-19.

Pihaknya mengapresiasi Tim Gugus Tugas yang melakukan tes swab di Lapas Terbuka. Setelah dilakukan tes swab, personel tersebut akan melakukan isolasi mandiri ,dan tetap masuk kerja, namun menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

78 Pekerja PT MSL Dikarantina
Sementara itu, sebanyak 78 orang tenaga kerja PT MSL di Kabupaten Pesisir Selatan yang didatangkan dari Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), sudah menjelani proses karantina. Tenaga kerja tersebut didatangkan pihak perusahaan Kamis (4/6) dengan tujuan untuk melakukan kegiatan pembangunan konstruksi pabrik pengelolaan minyak kelapa sawit.

Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokoler Setdakab Pessel, Rinaldi, yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 mengatakan, 78 tenaga kerja itu masih menjalani karantina mandiri di mess perusahaan tersebut di Kecamatan Lunang.

“Sambil menunggu jadwal rapid test dan uji swab, semua tenaga kerja itu menjalani karantina mandiri di mess perusahaan. Langkah ini harus dilakukan untuk mengantisipasi penularan virus korona. Sebab mereka telah melakukan perjalanan jauh, serta juga telah melewati beberapa daerah zona merah Covid-19,” tuturnya.

Camat Lunang, Lyonica Ventira menjelaskan, karantina mandiri terhadap 78 tenaga kerja yang berasal dari luar provinsi itu bertujuan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di tengah-tengah masyarakat. Khususnya di Kecamatan Lunang.

“Sesuai dengan kesepakatan kami dengan pihak perusahaan, semua biaya tes Covid-19 bagi tenaga kerja itu, baik rapid test maupun tes swab, ditanggung oleh pihak PT MSL. Dari 78 orang tenaga kerja itu, sebanyak 73 orang diantaranya akan melakukan rapid test besok (hari ini red),”ungkapnya.

Selain itu Tim Gugus Tugas Kecamatan Lunang bersama forkompimca telah melaksanakan screening dan tracking perjalanan tenaga kerja tersebut mulai dari Medan hingga sampai di Kecamatan Lunang. Berdasarkan hal itu, lima orang harus dilakukan uji swab dan 73 dilakukan rapid test.

“Lima orang yang disimpulkan harus melakukan uji swab ini, karena dicurigai ada tanda–tanda mengarah ke Covid-19. Mereka ini akan dilakukan pengambilan sampel swabnya pada Selasa (9/6) depan di RSUD dr M Zein Painan,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak cemas berlebihan. Sebab pihaknya bersama Tim Gugus Tugas Kecamatan Lunang telah melakukan berbagai langkah antisipasi. “Selain itu kita juga terus melakukan koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di tingkat kabupaten,” tuturnya.

ASN dan Tenanga Kontrak Wajib Swab
Di sisi lain, seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kontrak di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang baru masuk ke daerah tersebut wajib melaksanakan swab tes dan melakukan karantina mandiri.

Sekkab Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan mengatakan, banyak ASN dan tenaga kontrak yang baru datang dari daerah pandemi, untuk itu perlu dilakukan tes swab sehingga bisa menekan penyebaran Covid-19. “Saya imbau seluruh ASN dan tenaga kontrak Mentawai yang baru tiba di Mentawai untuk mengikuti protokol kesehatan, demi memutus penyebaran mata rantai Covid-19. Semakin cepat ditemukan, semakin tidak menyebar virus tersebut kepada yang lain,” ujarya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar berharap, semua pihak mendukung pelaksanaan swab tes tersebut. Pelaksanaan tes swab tersebut, kata dia, dilakukan untuk menjamin keamanan dan keselamatan saat bekerja.

“Swab dilakukan agar ASN yang dari wilayah terjangkit bisa langsung bekerja. Swab dua kali negatif bisa langsung bekerja seperti biasa. Kita ambil 14 hari kebelakang semuanya. Terutama yang terakhir diperintahkan kembali ke Mentawai,” ungkapnya.

Jika ada oknum yang menghindar untuk dilakukan tes swab, pihaknya akan berupaya berkoordinasi dengan pimpinan instansi tersebut untuk meminta stafnya mengikuti protokol kesehatan.

Istri Kepala OPD Positif Covid-19
Sedang di Kabupaten Solok Selatan, istri salah seorang kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Solok Selatan dinyatakan positif Covid-19. Hal itu diketahui setelah pemerintah daerah setempat menerima 79 hasil swab dari 167 sampel yang dikirim ke Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand. Total jumlah terinfeksi positif Covid-19 menjadi 4 orang.

“Satu orang yang positif itu, inisial MY,50, merupakan istri dari BM, 56, pejabat Solsel yang dinyatakan positif terinfeksi korona Kamis lalu,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solok Selatan, Novirman kepada Padang Ekspres, Minggu (7/6).

Ia menambahkan, 167 sampel swab yang dikirim itu merupakan kasus kontak langsung dengan BM Kepala OPD di Pemkab Solsel. Sementara 88 sampel swab lagi, masih menunggu pemeriksaan dari laboratorium. “Jadi 88 sampel lagi masih kita tunggu hasilnya. Kita berharap tidak ada yang positif,” pungkasnya.

Di sisi lain, saat ini Pemkab Solsel bersiap menjadi daerah zona hijau dan memasuki era “New Normal”. Untuk menjadi zona hijau, selama 14 hari kedepan daerah  tidak boleh ada penambahan kasus postif. Selain itu, petugas penanganan Covid-19 dinyatakan aman dari tularan virus dan dilokasi perbatasan tetap masih dilakukan penjagaan.

“Nah, bila kriteria tersebut terpenuhi dalam 14 hari ke depan. Maka Solsel siap berstatus zona hijau dalam masa memasuki tatanan baru atau New Normal,” ungkap Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Solok Selatan, Novirman kepada Padang Ekspres, Minggu (7/6) di Padangaro.

Ia berharap, sampel swab yang sedang diperiksa tidak ada lagi warga yang terdeteksi positif Covid-19. “Hasil swab tersebut sangat menentukan masuknya Solsel kembali dalam status zona hijau,” harapnya. (tno/roy/yon/rif)