BNPB Dorong Daerah lain Contoh Sumbar

62
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. (Jawapos.com)

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo kembali mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan Sumbar dalam memutus penyebaran pandemi virus korona (Covid-19). Terutama, keberadaan Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) berkontribusi nyata untuk meningkatkan kemampuan testing sebanyak 4.650 spesimen.

Doni Monardo mengemukakan itu dalam sidang terbuka Lustrum XIII Fakultas Kedokteran Unand di Kampus Unand Jati, Padang, kemarin (7/9). Dalam kesempatan itu, Dekan FK Unand Dr dr Rika Susanti SpF menyerahkan penghargaan kepada sejumlah kalangan, salah seorangnya Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand, Dr Andani Eka Putra.

”Pembelajaran Sumbar bisa dicontoh daerah lain. Kita berharap Sumbar, khususnya Fakultas Kedokteran Unand bisa lebih banyak lagi melahirkan pejuang kesehatan yang berkontribusi optimal seperti bapak Dr Andani yang sudah membawa perubahan lebih baik,” ucap Doni Monardo secara virtual itu.

Dia menyebutkan bahwa usia produksi 31-45 tahun paling banyak terpapar virus korona, belakangan ini. Bahkan, kelompok ini paling banyak dirawat. Namun, kelompok ini pula yang paling banyak sembuh. Hal ini tak terlepas bahwa kelompok ini aktivitasnya lebih besar.

”Cuma saja, bila kelompok ini tidak hati-hati menjalankan protokol kesehatan, mereka bisa menularkan ke kalangan lansia dan komorbit sesampai di rumah. Hal ini, jelas berdampak fatal terhadap keselamatan kelompok-kelompok tersebut,” ujar dia.

Baca Juga:  Semen Padang Apresiasi Electrifying Lifestyle PLN

Dalam kesempatan itu, Doni Monardo juga mengajak FK Unand berperan aktif pula melakukan riset guna menemukan vaksin Covid-19. Biarpun hasil kolaborasi riset berhasl menemukan vaksin awal 2021 nanti, namun tetap saja peranan kalangan akademisi dalam negeri tetap dibutuhkan.

Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SD MH juga mengucapkan selamat kepada FK Unand. Dia berharap FK Unand bisa lebih maju lagi. ”Kita harapkan FK Unand bisa lebih maju lagi. Tidak surut ke belakang,” harap dia.

Sementara itu, Dekan FK Unand Dr dr Rika Susanti SpF menyebutkan, pihaknya sekarang ini masih berfokus pada pemeriksaan sampel. Bahkan, kemarin pemeriksaan sampel berhasil mencapai 4.460 sampel.

”Hal ini kita lakukan guna menyikapi semakin banyaknya sampel yang masuk ke labor kita. Setiap hatinya mencapai 6 ribu lebih. Khusus penelitian soal vaksin, kita serahkan ke ahlinya saja,” terang Dr Rika dalam sidang terbuka yang menerapkan protokol kesehatan tersebut.

Ke depan, pihaknya mendorong bagaimana FK Unand semakin maju dan berkembang lagi, terutama penelitian dan publikasi masih berkurang. Termasuk, mempersiapkan akreditasi internasional. ”Sejauh ini, kita sudah tersertifikasi internasional AUN-QA dan LAMPTKes,” ujar dia. (rdo)