Viral Satu Kecamatan Dapat Satu Miliar, Genius: Untuk Sumbar Maju

Program satu miliar satu kecamatan yang diusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Fakhrizal-Genius yang mendaftar ke KPU pekan lalu, langsung jadi perbincangan di tengah masyarakat.

Di satu sisi ada yang memuji terobosan tersebut karena bisa mempercepat akses pelayanan publik dan pembangunan. Di sisi lain, masih ada yang bertanya apakah mungkin program itu digulirkan dari APBD Sumbar nantinya.

“Terpenting, pertama itu niat kita sebagai pemimpin. Jika kita memimpin semata-mata untuk kemaslahatan masyarakat dan daerah, apapun bisa dilakukan bersama-sama termasuk mewujudkan program satu miliar satu kecamatan tersebut,” ungkap Genius Umar, Selasa (8/9/2020).

Pendamping Fakhrizal yang kini tengah memimpin kota Pariaman itu mengatakan wajar saja ada pro-kontra terhadap program tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat Sumbar itu demokratis dan peduli terhadap daerahnya.

Alumni STPDN dan bergelar doktor ini mengatakan kalau tidak bisa program itu diwujudkan, maka tidak mungkin dirinya bersama Fakhrizal memasukkan ke dalam visi dan misi. Semuanya sudah dihitung dan bahas mendalam mengacu pada kemampuan APBD Sumbar.

“Dampaknya sangat besar bagi percepatan layanan publik dan kemajuan kecamatan yang ada di Sumbar. Insya Allah kemampuan APBD Sumbar mampu mengcover dana Rp 1 miliar per kecamatan setiap tahun itu. Semuanya untuk Sumbar maju,” jelasnya.

Di samping itu, Genius juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur di kabupaten dan kota karena aksesnya sangat mumpuni di pusat pemerintahan. Hal itu sudah dibuktikannya saat ini ketika memimpin Pariaman. Pembangunan menggeliat. Seperti pembangunan pasar dan pariwisata.

Apalagi sekarang pimpinan dan kader partai pengusungnya di Pilgub Sumbar, yakni Golkar, PKB dan Nasdem banyak berada di kementerian dan DPR yang berkaitan bidang perekonomian. Maka, akan bisa lebih cepat mewujudkan program-program prorakyat.

Baca Juga:  Pilkada, Gubernur Sumbar Lantik 8 Pjs Bupati dan Pjs Wali Kota

“Semua program prorakyat yang berkaitan dengan pembangunan daerah, termasuk sektor pariwisata, perdagangan, pembangunan nagari dan desa insya Allah akan bisa kita wujudkan bersama dalam waktu cepat. Apalagi kita berada di masa pandemi Covid-19 yang butuh terobosan-terobosan dan inovasi dalam memajukan Sumbar. Potensi masyarakat Sumbar juga sangat besar untuk itu,” tukasnya.

Birokrat yang dikenal sarat inovasi dan terobosan ini menjelaskan, pemerintahan kecamatan merupakan perpanjangan tangan pemerintahan dari pusat hingga kota dan kabupaten. Gerbang pertama dalam melayani masyarakat.

“Kalau pemerintahan di kecamatan itu hanya menerima proposal dan usulan dari masyarakat lalu diteruskan ke pemerintah kota dan kabupaten, maka semangat mendekati pelayanan ke publik dan menebas birokrasi panjang, akan hanya lips service saja. Maka program satu kecamatan satu miliar itu kita hadirkan agar lebih cepat. Kita sudah siapkan action plan-nya untuk itu,” ujar Genius.

Dana satu miliar per kecamatan itu nantinya dikelola pemerintahan kecamatan dan diawasi peruntukannya secara ketat. “Masyarakat yang ingin mengakses program tersebut tidak perlu bolak-balik lagi ke kantor bupati atau kantor wali kota,” ujar Genius.

Wali kota yang melahirkan program prorakyat seperti gratis sekolah SMA sederajat dan satu rumah satu sarjana ke perguruan ternama tersebut juga menyiapkan program satu rumah tangga miskin satu sarjana tingkat Sumbar.

“Sumbar sudah sejak lama dikenal sebagai industri otak. Banyak pendiri bangsa dan cendikiawan lahir dari tanah Minang. Kekuatan kita di pendidikan.l, di otak. Maka, pendidikan wajib jadi prioritas. Nah, bagi keluarga miskin harus kita bantu agar mereka juga bisa menyekolahkan anaknya hingga jenjang sarjana. Dengan begitu akan bisa memutus mata rantai kemiskinan,” ujar Genius.(idr)