Pemancing Hilang Ditemukan Lemas

Mualim Riski,15, saat dibawa tim SAR Pasaman Barat ke rumahnya. Ia ditemukan dalam keadaan lemas di bawah pohon sawit. (IST)

Dinyatakan hilang sejak Sabtu, (6/2), Mualim Riski,15, warga Banjar Bahal, Jorong Kotosawah, Nagari Ujunggading, Kecamatan Lembahmelintang, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) berhasil ditemukan dalam kondisi selamat Minggu (7/2) sore.

Sementara itu, nelayan Mentawai yang hilang dihantam badai saat melaut juga ditemukan selamat. Informasi yang dihimpun, Mualim Riski,15, dinyatakan keluarganya hilang sejak Sabtu (6/2) lalu saat memancing ikan di Sungai bersama teman-temannya. Namun ia terpisah dengan temannya dan tidak kembali ke rumah.

“Alhamdulillah korban sudah ditemukan dengan selamat. Kondisinya saat ditemukan memang dalam keadaan lemas dan belum bisa diajak bicara,” kata Koordinator Kantor Search and Rescue (SAR) Pasaman Barat, Zulfahmi kepada Padang Ekspres di Simpang Empat, Senin (8/2).

Korban sudah dibawa ke rumahnya dan belum bisa- diajak bicara, diduga korban trauma akibat kejadian yang menimpanya itu. Korban ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi terakhir saat memancing bersama temannya. Posisi ditemukan di bawah pohon kelapa sawit dan sudah lemas. “Korban dibawa pulang ke rumahnya dan diperiksa kesehatannya oleh petugas kesehatan,” ujarnya.

Pencarian korban sendiri sudah dilakukan sejak Sabtu (6/2) malam oleh Kelompok Siaga Bencana Nagari Ujunggading bersama dengan masyarakat dan pemerintah setempat.
Perkiraan koordinat hilangnya korban dititik 0° 12′ 25.97″ LU 99° 30′ 0.73″ BT. Jarak lurus dari Pos ke lokasi 42,04 KM. Arah dari Pos ke lokasi : 282.38° ke arah barat. Sedangkan perkiraan waktu tempuh dari pos ke lokasi sekitar 3 jam perjalanan darat.

Nelayan Selamat
Sementara itu, sempat membuat keluarga khawatir dan melapor ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kepulauan Mentawai, Dharman, 40, nelayan Dusun Jati Tuapejat, kembali ke rumah dengan selamat.

Pada Minggu, (7/2), sore, dia diketahui melaut dan cuaca saat itu hujan badai pada malam harinya. Redi, 34, salah seorang kerabatnya mengatakan, Darman selamat dari amukan badai dengan cara bersembunyi di Teluk Pulau Awera dan merapat ke salah satu kapal selancar di kawasan tersebut. Kemudian, Senin (8/2), pagi dia kembali melanjutkan melaut di sekitar perairan Pulau Panjang arah selatan Pulau Simakakang.

Baca Juga:  Besok Presiden Jokowi bakal Lantik Gubernur-Wagub Sumbar Terpilih

“Alhamdulillah, sekitar 16.55 dia sudah sampai di tepi Pantai Jati. Sesampai di Jati, keluarga langsung melapor anggota Basarnas yang ada di Kapal KN. Ramawijaya yang sandar di dermaga Tuapejat,” ungkapnya.

Sebelumnya, karena khawatir hujan badai pada Minggu (7/2) malam, pihaknya memutuskan untuk melakukan pencarian secara mandiri pada pagi harinya arah ke Berkat atau Utara Pulau Sipora. Namun, karena tidak membuahkan hasil, pihaknya melaporkan kejadian tersebut, ke kantor KPP Mentawai.

“Laporan kami juga langsung disikapi dengan sigap oleh Basarnas Mentawai dan langsung turun melakukan pencarian. Kami berterimakasih kepada tim SAR gabungan yang telah bersusah payah membantu mencari keluarga kami dan kini telah ditemukan dalam kondisi sehat,” katanya.

Ia mengakui, keluarganya tersebut, tidak menggunakan alat telekomunikasi sama sekali saat melaut. Ke depan, ia tidak lagi mengizinkan keluarganya tersebut, melaut sendirian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kepulauan Mentawai, Akmal mengatakan, bahwa, laporan nelayan Tuapejat hilang kontak disampaikan oleh Redi, 34, pada Senin, (8/2), pukul 14.15. Sekitar pukul 14. 35, tim SAR gabungan mulai melakukan operasi pencarian.

“Diperkirakan suvivor hilang di sekitar perairan Pulau Pitojat sebagai tempat tujuannya melaut. Nah, dari informasi yang kita dapat dari pihak keluarga, kita langsung menuju titik koordinat pencarian sekitar 45 menit dari Dermaga Tuapejat,” ungkapnya.

Namun, karena tidak menemukan suvivor arah utara Pulau Sipora, atas permintaan keluarga pencarian dilakukan sekitar lokasi Pulau Simakakang dan Pulau Awera. Di tengah perjalanan, pihaknya mendapat telepon dari Kapten Kapal KN. Ramawijaya, bahwa, suvivor sudah berada di rumah dengan selamat. “Setelah mendapat informasi, kita langsung menuju rumah suvivor dusun Jati Tuapejat untuk memastikan kondisinya. Setelah itu, kita tutup operasi SAR,” pungkasnya.(roy/rif)

Previous articlePenjualan Pernak-pernik Imlek Turun 50 Persen
Next articleMekar, Bunga Bangkai Tarik Minat Wisatawan