Guspardi Gaus: Maksimalkan Teknologi Informasi untuk 4 Pilar MPR

19

Teknologi informasi seperti whatsapp, facebook, twitter, dan lainnya, bisa dimaksimalkan untuk menyebarkan sosialisasi dan edukasi 4 Pilar MPR. Materi 4 Pilar tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, dapat disesuaikan dengan segmennya, seperti untuk pelajar, mahasiswa, dan kalangan lainnya.

“Misalnya, materi 4 Pilar untuk murid Sekolah Dasar, siswa SMP, dan SMA sederajat diberikan dalam bentuk cerita bergambar atau komik. Nah materi ini diterbitkan oleh lembaga resmi menggunakan teknologi informasi,
sehingga cepat dipahami anak-anak usia dini tersebut,” ujar Anggota Komisi II DPR RI usai Sosialisasi 4 Pilar MPR di Auditorium UIN IB Padang, Jumat (9/4/2021).

Anggota DPR/MPR asal Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu melanjutkan, sehingga saat anak-anak tersebut telah dewasa dan bermasyarakat, mereka tidak salah lagi menafsirkan nilai-nilai Pancasila dan NKRI.

Guspardi Gaus melakukan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan itu kepada kalangan wartawan. Ia juga mengatakan, rekan- rekan wartawan merupakan garda terdepan paling efektif mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, karena dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Saya sengaja mengundang rekan- rekan Jaringan Pemimpin Redaksi (JPS) Sumbar serta wartawan lainnya, selain silaturrahmi dalam memasuki bulan suci Ramadhan juga sekaligus sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan,” ujar Guspardi Gaus yang sudah akrab dengan dunia jurnalistik sejak di kampus dan pernah melahirkan koran kampus bernama Ijitihaj.

Baca Juga:  Andre Rosiade Minta Calon Ketum KONI Sumbar Jualan Program

Menurut Guspardi, wartawan memang lebih luas jangkauannya, dapat mengingatkan pengambil kebijakan, memberikan kontrol sosial terhadap banyak elemen. “Kalau saya, misalnya, melakukan kontrol terbatas, pada mitra kerja dan sebagainya, alias sesuai tugas di Komisi II dan Badan-badan yang ada di DPR/MPR,” ujarnya.

Politikus senior ini juga mengingatkan wartawan untuk selalu mencintai profesinya, dan apapun pekerjaan yang diridhoi Allah.

“Bekerja bagi saya adalah bagian dari hobi. Sehingga saya bekerja dengan rasa kecintaan dan dedikasi. Saya rajin mengikuti semua agenda di DPR maupun di MPR. Kecintaan terhadap pekerjaan membuat saya mampu berhadapan dengan politisi-politisi yang sudah lama malang-melintang di Senayan. Saya kembali merasa muda saat bekerja melayani masyarakat di Gedung Parlemen,” pesan Anggota Pansus Otsus Papua itu. (hsn)

Previous articleEkos Albar Masuk Radar Wawako Padang, Begini Tanggapan Andre Rosiade
Next articleTahun Ini (Kembali) Tanpa Pasar Pabukoan