Libur Lebaran, KA Angkut 48.150 Penumpang

9
RAMAI: Para penumpang hendak naik ke KA Sibinuang di Stasiun KA Lubukalung saat libur Lebaran.(IST)

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumatra Barat (Sumbar) mencatat ada 48.150 penumpang yang menggunakan moda transportasi kereta api (KA) hingga 7 Mei 2022 masa angkutan Lebaran di Provinsi Sumbar, Minggu (8/5).

Hal ini disampaikan oleh Vice President PT Kereta Api Indonesia Divre II Sumatera Barat Mohamad Arie Fathurrochman, Minggu (8/5). Ia mengatakan, sejak ditetapkan masa Angkutan Lebaran yaitu H-10 s.d H+10 Lebaran atau 22 April sampai 13 Mei 2022, penumpang mengalami peningkatan.

“Hingga Jumat (7/5) masa Angkutan Lebaran 2022, tercatat 48.150 penumpang menggunakan moda transportasi Kereta Api di Wilayah Divisi Regional II Sumatera Barat,” ujarnya.

Seperti yang diketahui keberadaan moda transportasi kereta api memiliki andil dalam mendukung kemajuan pariwisata terutama di wilayah Sumatera Barat. Terlebih lagi Stasiun Kereta Api banyak berdekatan dengan berbagai objek wisata.

Sehingga, memudahkan masyarakat untuk akses ke objek wisata dengan tarif yang terjangkau. “Adapun rute yang menjadi favorit perjalanan masyarakat sejauh ini adalah rute Padang-Pariaman yang dilayani dengan KA Sibinuang,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan jumlah penumpang yang telah menggunakan KA Sibinuang pada H-10 – H+3 Lebaran tahun ini, tercatat 33.625 penumpang yang dimanfaatkan untuk berlibur menggunakan moda transportasi kereta api menuju Pantai Gondariah, Kota Pariaman.

Lanjutnya, KA Perintis Minangkabau Ekspres yang melayani relasi Pulau Aie – Padang – Bandara Internasional Minangkabau (PP) juga mengalami peningkatan penumpang.

“Tercatat sebanyak 10.710 penumpang telah menggunakan KA Minangkabau Ekspres untuk menuju Bandara Internasional Minangkabau atau sebaliknya menuju Kota Padang, serta memanfaatkan libur lebaran dengan berwisata menggunakan moda transportasi kereta api,” jelasnya.

Kemudian, pada periode masa angkutan Lebaran tahun 2022 ini, pada H-10 hingga H+3 Lebaran, KA Perintis Lembah Anai relasi Kayutanam – Duku – Bandara Internasional Minangkabau (PP) tercatat telah mengangkut 3.815 penumpang, yang memanfaatkan libur Lebaran dengan berwisata menggunakan kereta khas Sumatera Barat yang menggunakan livery Rumah Adat Minangkabau (Rumah Gadang).

Arie menambahkan, dari segi rute perjalanan KA Lembah Anai ini juga mendukung akses ke objek wisata dengan tarif yang terjangkau. Masyarakat yang akan berwisata menuju sekitar Air Terjun Lembah Anai dapat memanfaatkan kereta ini dengan harga Rp 5 ribu keberangkatan dari BIM menuju Kayutanam, atau dari Duku hingga Kayutanam dengan harga Rp 3 ribu.

Pihaknya juga menegaskan kepada seluruh pelanggan khususnya penumpang yang jarang naik KA, bahwa penumpang harus mentaati seluruh persyaratan yang ditetapkan agar perjalanan dengan kereta api berlangsung tertib dan nyaman.

Baca Juga:  Pelunasan Biaya Haji Ditenggat 20 Mei, CJH Segera Konfirmasi Pelunasan

“Untuk pelanggan KA Lokal yang berusia di atas 6 tahun wajib vaksin Covid-19 minimal dosis pertama. Jika belum dapat divaksin dikarenakan alasan medis, dapat menyertakan surat keterangan dari dokter rumah sakit pemerintah sebagai pengganti vaksin, memiliki aplikasi peduli lindungi atau wajib menunjukan bukti telah vaksin dosis pertama,” tuturnya.

Sementara, untuk pelanggan KA lokal yang berusia di bawah 6 tahun, dapat bepergian menggunakan KA dengan didampingi orangtuanya yang telah vaksin. “Pelanggan yang tidak melengkapi persyaratan akan ditolak untuk berangkat dan dipersilakan untuk membatalkan tiketnya,” tegas Arie.

Ia menambahkan, dalam rangka memperlancar proses pemeriksaan, KAI telah mengintegrasikan ticketing system KAI dengan aplikasi PeduliLindungi untuk memvalidasi data vaksinasi dan hasil tes Covid-19 pelanggan. Hasilnya, data tersebut dapat langsung diketahui oleh KAI pada saat pemesanan tiket melalui KAI Access, web KAI, dan pada saat boarding.

Tidak hanya itu, pelanggan wajib memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, menghindari makan bersama, dan menggunakan hand sanitizer.

Pelanggan harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius.

“Pelanggan harus menggunakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut. Pelanggan juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan,” tegasnya.

Arie melanjutkan, penumpang tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

“KAI berkomitmen untuk menjadi moda transportasi umum yang menggelar angkutan Lebaran 2022 dengan selamat, nyaman, dan sehat. Kami juga berpesan kepada pelanggan untuk tidak membawa barang bawaan berlebih atau barang berharga yang terlalu mencolok, serta agar mengalokasikan waktu yang cukup saat menuju ke stasiun keberangkatan supaya tidak tertinggal keretanya,” ungkap Arie.

Seluruh penumpang yang hendak menaiki KA bisa akses info selengkapnya terkait layanan Kereta Api dengan menghubungi Customer Service Stasiun atau Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp KAI121 di 08111- 2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121. (cr4)