Pengawasan Perbatasan Tetap Lanjut

47
Seorang penumpang transportasi udara dari Jakarta diambil sampel swabnya oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar di Bandara Internasional Minangkabau, kemarin (8/6). (Foto: IST)

Kabupaten dan kota di Sumbar mulai menjalani era normal baru. Di hari pertama penerapan, aktivitas warga mulai berjalan seperti biasa. Meski begitu pemerintah tetap gencar melakukan sosialisasi dan menyeleksi orang luar masuk Sumbar.

Seperti di pos perbatasan Sumbar dengan Provinsi Jambi di Kabupaten Dharmasraya. Jika sebelumnya kendaraan dari luar Sumbar disuruh putar balik, maka ketentuan itu sudah diubah. Kendaraan dari luar Sumbar sudah boleh masuk namun tetap mengacu kepada aturan yang berlaku.

Kabag Ops Polres Dharmasraya Kompol M Rifai mengatakan, setidaknya sudah ada satu atau dua bus penumpang umum yang berasal dari Pulau Jawa masuk ke Sumbar.

Bus tersebut sudah memiliki surat keterangan Izin Keluar Masuk (IKM) serta sopir dan penumpangnya memiliki surat keterangan sehat.

“Walau demikian kita tetap memberhentikan kendaraan tersebut dan melakukan cek kesehatan, jika ada yang sakit akan dilakukan perawatan,” urai Rifai.

Menurutnya posko Covid-19 yang ada di Kecamatan Sungai Rumbai tersebut merupakan posko Covid-19 Pemprov Sumbar dan Polres Dharmasraya.

Sosialisasikan Penerapan New Normal
Sementara itu, Bupati Solok Gusmal mengatakan perekonomian masyarakat diyakini bakal menggeliat setelah penerapan new normal. Karena kembali dibukanya akses publik seperti objek wisata dan lainnya dengan tetap mengacu protokol kesehatan.

Semua persiapan untuk menuju tatanan kehidupan baru tersebut, telah dilakukan dan protapnya telah disusun. Kabupaten Solok sudah siap menerima tamu wisata dengan standar keamanan Covid-19. Mulai dari gerbang masuk objek wisata, protokol tersebut sudah diterapkan. Begitu juga pasar yang dibuka dengan standar Covid-19.

Menurutnya, pedagang dan pengunjung pasar wajib menggunakan masker, mengatur jarak, dan disediakan tempat cuci tangan. Kalau pengunjung maupun pedagang tidak gunakan masker akan ditegur petugas dan dikeluarkan dari wilayah pasar.

Untuk kawasan pendidikan dan tempat ibadah, kata Gusmal, harus menggunakan standar Covid-19 sehingga bisa mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran virus korona.

Gusmal pun mengingatkan, untuk dinas yang melakukan pelayanan publik, agar memperhatikan protokol kesehatan dalam pelaksanaan pelayanan. Saat normal baru semua ASN dan THL di lingkup pemerintah Kabupaten Solok akan memulai aktivitas kerja di kantor, dan bagi ASN yang dari luar Kabupaten dan Kota Solok agar dapat berdomisili di dalam daerah.

Sementara itu, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Bukit Sundi, Kabupaten Solok, melakukan sosialisasi penerapan normal bari di Pasar Ternak dan Pasar Tradisional Muaro Paneh, Senin (8/6/2020).

Camat Bukit Sundi Effiyardi berharap, pengurus pasar memperbanyak titik-titik cuci tangan. Sehingga, pengunjung pasar dan pedagang bisa memanfaatkan itu untuk menjaga kebersihan.

Effiyardi menyatakan, kelancaran dan keberhasilan normal baru tergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam menjalaninya.

Sementara itu Pemerintah Kota Solok membentuk satuan tugas di masing-masing OPD yang ikut mendukung Satgas Covid-19 Kota Solok mencegah penyebaran virus. Wakil Wali Kota Solok Reinier mengatakan, satgas tersebut nantinya juga akan mengedukasi masyarakat menerapkan protokol kesehatan dalam menjalani era normal baru.

Petugas Garda Terdepan
Menjalani normal baru, TNI/Polri, BPBD dan Satpol PP sangat berperan untuk tetap mengawasi kedisiplinan warga dalam menerapkan protokol kesehatan. “Mereka merupakan pahlawan-pahlawan Kota Pariaman yang berada di lini terdepan,” sebut Wali Kota Pariaman Genius Umar.

Langkah normal baru diambil karena ekonomi harus tumbuh, pendidikan berlangsung dan kehidupan beribadah dan sosial juga tetap berjalan. “Pariaman harus memulai kehidupan baru dengan mensiasati agar tidak tertular virus tetap mengikuti protokol Covid-19,” ujarnya.

Genius juga mengapresiasi TNI dan Polri, untuk mengawal tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19. Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto siap mendukung penuh penerapanm normal baru. “Kami mendukung sepenuhnya kebijakan normal baru, sehingga roda perekonomian bisa kembali berjalan normal,” ujarnya.

Kota Pariaman sebagai daerah tujuan wisata dan pergerakan ekonomi sudah cukup siap untuk memasuki new normal nanti. Ia menyebut Polda Sumbar siap mengerahkan 6.000 orang lebih personel, untuk mengawal penerapan normal baru tersebut.

Di sisi lain, pengawasan dan pemeriksaan orang yang masuk ke Sumbar melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) masih terus dilakukan. Tak terkecuali di era normal baru saat ini.

Hingga 8 Juni sudah tercatat 481 orang yang dites swab di bandara. Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday kepada Padang Ekspres mengatakan, terhitung sejak 29 Mei hingga 8 Juni telah dilakukan tes swab gratis untuk screening kepada 481 orang penumpang dari luar Sumbar di BIM.

“Dari 481 sampel itu, baru dua orang yang positif terinfeksi Covid-19. Keduanya merupakan warga Kabupaten Padangpariaman dan Limapuluh Kota,” ujarnya.

Merry menyebut, layanan tes swab gratis di BIM tersebut bakal terus dilakukan sampai batas tanggap darurat bencana non alam Covid-19 hingga 28 Juni 2020. “Tapi bisa saja dilanjutkan sesuai kebutuhan,” tukas Merry

Ia menambahkan, BIM satu-satunya bandara di Indonesia, yang memiliki layanan tes swab gratis untuk penumpang jalur transportasi udara yang masuk ke Sumbar.

Eksekutif General Manager PT Angkasa Pura II BIM Yos Suwagiyono menyampaikan, tes swab berlangsung sejak 25 Mei lalu. “Tes swab ini dilakukan secara random oleh petugas Covid-19 kepada para penumpang yang memiliki indikasi tertular Covid-19 atau belum melakukan tes swab di daerah asalnya,” ujarnya kemarin (8/6).

Tes swab tersebut akan terus dilakukan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari Pemprov Sumbar.

“Kami mengapresiasi Pemprov Sumbar karena dengan adanya tes swab ini, kasus positif Covid-19 bisa segera diketahui. Sehingga pasiennya bisa langsung diisolasi,” imbuh Yos. (ita/f/nia/i)