Penyebaran Covid-19 Belum Terkendali

26
ilustrasi. (net)

Penyebaran Covid-19 di Sumbar masih belum bisa dikendalikan. Ratusan warga terkonfirmasi terinfeksi wabah tersebut setiap harinya berdasar hasil pemeriksaan swab Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand. Sementara itu, pasien positif yabg meninggaljuga bertambah.

Kamis (8/10) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar merilis terjadi penambahan 203 warga Sumbar positif Covid-19. Total telah 7.824 warga Sumbar terinfeksi Covid-19. Sementara pasien sembuh juga bertambah 142 orang. Sehingga total sembuh 4.388 orang.

“Total 7.824 orang yang telah dinyatakan positif itu rinciannya dirawat di berbagai rumah sakit 401 orang, isolasi mandiri 2.540 orang, isolasi daerah 211 orang, isolasi di BPSDM 58 orang dan isolasi PPSDM 59 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal kemarin.

Untuk kasus positif baru ini gugus tugas di daerah sudah bergerak melakukan tracking sehingga penyebaran virus tidak semakin meluas. Selain itu, kemarin juga tercatat 2 pasien terkonfirmasi positif meninggal dunia. Mereka berasal dari  Kota Pariaman dan Kabupaten Dharmasraya.

Sebelumnya Rabu (7/10) pihaknya juga mencatat 11 pasien positif meninggal dunia. Sehingga total meninggal sampai saat ini berjumlah 167 orang. Untuk itu, kondisi ini harus menjadi perhatian serius masyarakat mengingat kasus positif dan meninggal terus terjadi setiap harinya. “Intinya kesadaran masyarakat untuk patuh pada penerapan protokol kesehatan. Dengan begitu penyebaran virus bisa dikendalikan,” pungkasnya.

Saat ini di Sumbar 4 daerah sudah dinyatakan berstatus zona merah atau memiliki risiko tinggi penyebaran virus. Yakni Kota Padang, Kota Sawahlunto, Kabupaten Padangpariaman dan Kabupaten Agam.

Sementara daerah berstatus zona kuning atau memiliki risiko rendah penyebaran virus yakni Kabupaten Solok Selatan, Pasaman Barat dan Kepulauan Mentawai. Sedangkan daerah lainnya berstatus zona oranye atau memiliki risiko sedang penyebaran virus mematikan tersebut.

Baca Juga:  Momen Maulid Nabi Muhammad SAW, Mulyadi Ajak Refleksi Diri

Jasman mengimbau semua pihak baik di daerah bersama-sama melakukan pengendalian penyebaran virus. “Pemerintah daerah juga diminta aktif ke masyarakat beserta aparaturnya menyosialisasikan pentingnya penerapan protokol kesehatan agar wabah tidak terus meluas,” ajaknya.

Kepala OPD Tes Swab
Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pjs Bupati Pasbar Hansastri bersama seluruh kepala OPD melakukan tes swab, Kamis (8/10) di kantor Bappeda Pasaman Barat.
“Tes swab itu tidak sakit. Saya saja sudah lima kali melakukan tes swab hingga hari ini. Dan empat tes swab sebelumnya hasilnya negatif. Untuk itu, kita imbau kepada masyarakat yang merasa melakukan perjalanan agar melakukan tes swab,” papar Hansastri.

Jika tes swab dirinya dan kepala OPD hasilnya positif Covid-19. Ia akan melakukan isolasi mandiri dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Pasbar akan melakukan penelusuran. “Jika pemeriksaan hari ini hasilnya positif Covid-19, kami pejabat Pemda Pasbar akan melakukan isolasi mandiri. Setelah itu akan melakukan penelusuran agar mata rantai penyebaran bisa terputus. Karena kita lihat kasus positif terus mengalami peningkatan,” paparnya.

Terkait ruang isolasi, ia menilai ruang isolasi saat ini masih cukup. Baik di RSUD Jambak maupun di Balai Diklat Talu. “Kita meminta kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan Covid-19, selalu pakai masker dimanapun berada, baik saat bicara maupun saat diam, cuci tangan dan jaga jarak,” ajaknya seraya mengatakan pemerintah daerah juga akan melakukan sosialisasi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) kepada masyarakat. Sosialisasi diperkirakan selama 10 hari ke depan. (wni/roy)