Tinggal 3 Daerah Berstatus Zona Hijau

121
ilustrasi. (jawapos.com)

Penyebaran Covid-19 di Sumbar semakin masif. Kemarin (9/8) terjadi penambahan 38 orang positif terinfeksi virus tersebut. Kini hanya tiga daerah yang berstatus zona aman (zona hijau, red). Selebihnya berada dalam zona oranye dan zona kuning.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal mengatakan, dari 38 kasus baru tersebut, terbanyak berasal dari Kota Solok dengan jumlah 14 kasus baru. Disusul Kota Padang sebanyak 11 kasus, Kabupaten Padangpariaman 2 kasus, Kota Pariaman 2 kasus, Kabupaten Solok 7 kasus, dan Kabupaten Agam sebanyak 2 kasus. “Total sampai hari ini (kemarin, red) telah 1.140 orang warga Sumbar terinfeksi Covid-19. Terjadi penambahan 38 orang warga sumbar positif terinfeksi,” tuturnya.

Ia menambahkan, Kota Solok termasuk yang terbanyak ditemukan warga positif. Untuk itu, saat ini daerah tersebut berstatus zona oranye disusul dua daerah lainnya yakni Kabupaten Solok dan Kota Padang.

Sementara itu, 13 daerah lainnya berstatus zona kuning yakni Kota Bukittinggi, Padangpanjang, Payakumbuh, Kota Pariaman, Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanahdatar, Kabupaten Agam, Kabupaten 50 Kota, Kota Sawahlunto, Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat.

Sementara itu, untuk zona hijau yakni Kabupaten Pasaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Solok Selatan.”Ia mengimbau masyarakat konsisten menjaga dan menerapkan prokol kesehatan,” pungkasnya.

Hentikan Proses PBM
Sementara itu, Pemerintah Kota Solok menginstruksikan seluruh sekolah untuk menghentikan Proses Belajar Mengajar (PBM) secara tatap muka atau luar jaringan (luring), karena semakin merebaknya kasus positif.

Instruksi tersebut sesuai dengan surat edaran Wali Kota Solok Nomor 420/550/DDIK-SEKR-2020 tentang penghentian kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah di masa pandemi Covid 19.

Surat tertanggal 6 Agustus 2020 itu ditujukan kepada tingkatan sekolah yang ada di Kota Solok mulai dari tingkatan TK/RA hingga SMA sederajat, baik negri maupun swasta.
Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokomp), Nurzal Gustim mengatakan, keputusan tersebut diambil untuk menghindari sekolah dari penyebaran virus korona.

“Memang beberapa waktu terakhir, sudah ada sekolah yang melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Jika terus dilanjutkan, kami khawatir sekolah menjadi klaster baru penyebaran korona,” ujarnya, Minggu (9/8).

Penghentian seluruh kegiatan belajar mengajar tersebut sampai batas waktu yang belum ditentukan, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara dalam jaringan (daring). Sekko Kota Solok, Syaiful mengatakan, pada Kamis (5/8) lalu dan Jumat (6/8) telah dilakukan pengiriman 250 sampel swab tes oleh Posko Covid Banda Panduang ke Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang.

Berdasarkan laporan pemeriksaan yang diterima, pada Minggu (9/8) bahwa dari 250 sampel yang dikirim telah keluar hasil pemeriksaannya sebanyak 248 sampel, dan 2 sampel di antaranya masih belum keluar. Dari 248 sampel yang keluar, 15 sampel di antaranya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Satu di antaranya merupakan warga Kabupaten Solok.

Baca Juga:  Wamen Pahala Dorong PT PIM Bangun Ketahanan Pangan dan Ketahanan Energi

“Dengan adanya tambahan 14 kasus positif ini, kembali menambah deretan pasien terkonfirmasi di Kota Solok yakni menjadi 43 orang. Dengan jumlah yang sembuh sementara masih 8 orang,” ujarnya.

Rinciannya yaitu untuk wilayah Kecamatan Lubuksikarah yang sebelumnya 20 orang menjadi 23 orang kasus, hari ini bertambah 3 yakni masing-masing 1 orang di Kelurahan IX Korong, Aro IV Korong dan Simpangrumbio. Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Tanjung Harapan yang sebelumnya 9 orang menjadi 20 orang dengan penambahan 11 orang yang tersebar 2 orang Kelurahan Kotopanjang, 2 orang Kelurahan PPA, 4 orang Kelurahan Nanbalimo, dan 3 orang Kelurahan Kampungjawa.

Pihaknya meminta masyarakat agar disiplin menjalani protokol kesehatan, seperti pakai masker, hindari kerumunan, sering cuci tangan, pulang ke rumah dari manapun ganti pakaian dan langsung mandi. Hindari beli makanan yang terbuka. Ingatkan pelayan makanan untuk tetap pakai masker dan dilarang keras pelayan makanan bicara d idepan makanan, walaupun pakai masker.

Sementara itu, tiga orang warga Pariaman juga dinyatakan positif Covid-19. Ketiganya merupakan warga Pariaman yang baru saja pulang dari Jakarta. Hal itu dibenarkan oleh
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Syahrul kepada Padang Ekspres mengungkapkan, tiga warga itu pergi ke Jakarta menjemput orang tuanya untuk dibawa berobat di Pariaman. Orang tua mereka kemudian diperlakukan sebagai PDP saat dirawat di RSUD Padangpariaman.  Kemudian orang tua dan beserta tujuh orang warga tersebut yang semuanya satu keluarga menjalani swab.

“Nah dari tujuh yang menjalani swab, tiga orang kemudian hasilnya dinyatakan positif. Yang empat orang lagi hasilnya negatif, termasuk ayah mereka yang menjalani perawatan,” ujarnya saat dihubungi Padang Ekspres kemarin.

Saat ini ketiganya menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Kecamatan Pariaman Timur. Dengan demikian Kota Pariaman telah memiliki tujuh kasus positif. Ia menghimbau warga yang baru pulang dari rantau untuk berinisiatif melakukan pelaporan ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan tes swab.

Di sisi lain, lonjakan dua kasus impor mengakibatkan kasus positif virus Covid 19 melonjak tajam di kota Sawahlunto. Semula kota tergolong Kota dengan status zona hijau. Sekretaris Gugus Tugas Covid 19 Sawahlunto, Adri Yusman, mengatakan, S yang berdomilisili di Kelurahan Tanahlapang, Kecamatan Lembahsegar ini tinggal, bersama isteri dan dua orang anaknya yang masih sekolah.

Menurut Adri Yusman, Sawahlunto seyogyanya sudah terbebas dari virus korona, namun dengan adanya 2 kasus impor tersebut menyababkan virus tersebut bertambah merebak di Sawahlunto. “Ke depan kita harus hati-hati dengan kedatangan warga Sawhunto dari luar, mereka harus di isolasi mandiri terlebih dahulu untuk menjaga jangan sampai warga Sawahlunto tertular oleh virus korona yang mematikan tersebut ujar Adri Yusman. (wni/f/uon/nia/hry)