57 Ribu Orang Masuk Sumbar, Terbanyak lewat Pessel dan BIM

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat meninjau arus pendatang di BIM, Selasa malam (7/4) lalu. (Foto: Humasprov)

Dalam sepuluh hari terakhir sebanyak 57.055 orang masuk ke Provinsi Sumbar lewat sembilan titik Posko Pengawasan Covid-19, di tujuh kabupaten perbatasan serta Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Kabupaten Padangpariaman. Data tersebut dihimpun petugas posko sejak 31 Maret hingga 10 April 2020.

Hal tersebut diungkapkan Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Jasman Rizal, Sabtu (11/4). Dipaparkannya, untuk dua posko perbatasan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), yaitu Pessel I sebanyak 7.978 orang masuk dengan rata-rata per hari 665 orang, dan Pessel II (Nagari Sako) 2.204 orang dengan rata-rata per hari 184 orang.

Kemudian, orang yang masuk jalan lintas Sumatera lewat Kabupaten Dharmasraya sebanyak 3.011 orang dengan rata-rata per hari 274 orang.

Kemudian di Posko Perbatasan Kabupaten Limapuluh Kota dengan Riau, tercatat sebanyak 13.525 orang dengan jumlah rata-rata per hari 1.230 orang.

Sedangkan di Kabupaten Sijunjung, tercatat 3.437 orang yang masuk ke Sumbar dengan rata-rata per hari 282 orang.

Selanjutnya di perbatasan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), petugas mencatat sebanyak 3.010 orang yang masuk ke Sumbar dengan rata-rata per hari 274 orang.

Di posko perbatasan di Kabupaten Solok Selatan (Solsel), terdapat 5.637 orang yang tercatat masuk ke Sumbar dengan rata-rata per hari 512 orang.

Sementara di dua posko perbatasan di Kabupaten Pasaman I (Kecamatan Rao) dan II, terhitung jumlah yang masuk 5.096 orang dengan rata-rata per hari 464 dan 502 orang yang masuk di posko Pasaman II dengan rata-rata per hari 42 orang.

Sementara untuk orang masuk melalui jalur udara, kata Jasman, ada sebanyak 12.654 orang. Mereka masuk melalui BIM di Kabupaten Padangpariaman sejak 1 April sampai 10 April 2020 dengan rata-rata per hari 1.265.

Pendataan pendatang yang masuk ke Sumbar oleh petugas diperlukan sehingga gugus tugas provinsi, kabupaten dan kota seerta camat dan lurah atau wali nagari bisa melihat berapa orang pendatang yang ke daerahnya masing-masing. “Hal itu untuk memudahkan pemantauan,” kata Jasman.(esg)