Sediakan Pasar Ramadhan Online, FMIPA Unand Putus Rantai Covid-19

Sekelompok mahasiswa yang menamakan dirinya Recov-19 FMIPA Unand berupaya membantu ekonomi warga dengan menyelenggarakan pasar ramadhan online sebagai salah satu upaya untuk memutus mata rantai Covid-19. (IST)

Ramadhan tahun ini, sebanyak 17 orang mahasiswa Relawan Cegah Covid-19 (Recov-19) FMIPA Unand bersama perangkat nagari dan jorong di beberapa daerah di Sumbar mengadakan Pasar Ramadhan Online (PRO) di wilayah tinggal mereka masing-masing.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa dalam membantu pencegahan penyebaran Covid-19. Semua kegiatan mahasiswa ini diarahkan dosen pembimbing lapangan yang ditugaskan universitas.

Kegiatan ini beranjak dari ide Wilka Ramadhia, mahasiswa jurusan Biologi yang ingin membantu mempertemukan pedagang dan pembeli dalam situasi harus tetap menjaga jarak (physical distancing).

Sampai saat ini grup PRO yang dibuatnya di media sosial telah beranggotakan 137 orang. Kegiatan ini kemudian dikembangkan juga oleh mahasiswa lainnya dalam kelompok yang mereka sebut Recov-19 FMIPA Unand di berbagai lokasi di dalam maupun luar Sumatra Barat.

“Kenagarian Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanahdatar, dinyatakan masuk zona merah sejak tanggal 26 April 2020, dimana telah dilaporkan adanya warga yang positif Covid 19, sehingga masyarakat menjadi takut keluar rumah. Itulah sebabnya, Pasar Ramadhan Online ini sangat disambut baik kehadirannya. Atas persetujuan Wali Jorong Pincurantinggi (Nengsih) dan Ketua Ikatan pemuda setempat (Ryan Hidayat), PRO Pincurantinggi telah diresmikan pendiriannya pada tanggal 27 April 2020, yang diikuti puluhan warga melalui WhatsApp grup,” ungkap Tri Nengsih, mahasiswi jurusan Matematika.

Fadhila Rasyid, mahasiswa jurusan Matematika, menyebut grup PRO diikuti anak muda dengan pilihan penjualan yang beragam. “Satu orang ada yang menjual baju, celana, makanan, make-up, sedangkan yang lainnya ada yang jual pulsa, kurma, amplop THR unik, kuliner dan sebagainya,” jelasnya.

Sejauh ini PRO telah berjalan melalui grup media sosial di Jambi yang diinisiasi oleh Wilka Ramadhia (Kelurahan Pulau Temiang, KecamatanTebo Ulu, KabupatenTebo, Jambi), pada tiga Desa di Pasaman yang dirintis bersama masyarakat oleh Fadilla Rasyid (Nagari Taruang-Taruang, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman), Saidina Bima (Nagari Tanjung Betung, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman) dan Ihsan Anggi Manura (Muara Bangun, Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman). Demikian juga pada dua desa di Tanahdatar, PRO dirintis oleh Tri Nengsih (Pincurantinggi, Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanahdatar) dan Gresia Puteri (Pagaruyung, Tanjung Emas, Kabupaten Tanahdatar).

Ikrima Asrori (Desa Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Propinsi Riau) dan Arthauly Sinurat (Kelurahan VI Suku, Kecamatan Lubuksikarah, Kota Solok)tengah giat membantu masyarakat untuk mendata pedagang dan dagangan yang ditawarkan selama Ramadahan, lalu meneruskannya ke berbagai media sosial dalam bentuk daftar dagangan dengan nomor kontak yang bisa dihubungi.

“Kita mengapresiasi program PRO ini, karena dengan mengikuti KKN Tematik Cegah Covid-19 ini, kita mengharapkan mahasiswa sebagai elemen masyarakat dapat berkontribusi sebagai tenaga muda potensial yang berperan aktif untuk membantu mencegah tersebarnya virus korona,” kata Dekan FMIPA Unand, Prof. Dr. Safni.

Wakil Dekan 1 FMIPA Unand, Dr. Marzuki, menjelaskan, kegiatan KKN Tematik yang telah dimulai sejak akhir April dan direncanakan akan berjalan hingga akhir Juni 2020 yang diikuti 200 mahasiswa KKN Tematik Cegah Covid-19 di bawah arahan belasan Dosen Pembimbing Lapangan KKN Tematik FMIPA Unand dari Jurusan Biologi, Matematika, Fisika dan Kimia ini dapat berjalan sesuai harapan dan mahasiswa peroleh banyak pengalaman, masyarakat pun terbantu.

Disamping PRO, mahasiswa Relawan Cegah Covid-19 FMIPA Unand juga melakukan edukasi pendegahan Covid-19 secara berkala melalui akun Instagram dan WhatsApp mereka, membantu pemerintah dan masyarakat mendistribusikan bantuan bagi masyarakat terdampak, menyusun bahan untuk mensosialisasikan tanaman pekarangan yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh warga, maupun aktif membantu di Posko 2 Cegah Covid desa dan kelurahan.

Salahsatunya dilakukan Norita Pakpahan, mahasiswa jurusan Matematika Unand yang sedang pulang kampung ke Kapupaten Toba Samosir. Hampir setiap hari ia melaporkan kegiatannya di Posko Cegah Covid-19. Kegiatannya antara lain memastikan warga memakai masker keluar rumah, mengukur suhu warga yang ingin melewati perbatasan warga dan sebagainya. (*)