Tuangkan ke Dalam RTRW, Budidaya Udang Sumbar Tertinggal dari Lampung

23
Salah satu usaha tambak udang berkualitas ekspor. (ist)

Dibanding Provinsi Lampung, maka Sumbar jauh tertinggal dalam hal menggarap potensi udang berkualitas ekspor. Bahkan, Ranah Minang belum memiliki RTRW yang mengatur soal tambak udang ini.

“Provinsi Lampung sukses sektor perikanannya. Bahkan sudah mensuplai udang untuk kebutuhan internasional. Banyak hal positif di sini, dan sudah lama berkembang, makanya kita memilih Lampung untuk mendapatkan pengalaman, termasuk soal udang. Kita baru mulai, bahkan belum tertuang dalam RTRW tentang tambak udang,” ungkap Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat bertemu Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Jumat (11/6/2021), di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung.

Sumbar, kata Mahyeldi baru memulai mengembangkan potensi budidaya udang, di saat Lampung sudah lebih dulu sejak 15 tahun lalu mengembangkannya.

“Kita merencanakan studi selama dua hari di dua kabupaten, yakni Lampung Selatan dan Tanggamus. Kita menilai, selain udang, Lampung masih banyak komoditas yang juga sudah maju dan berkembang seperti; singkong, sapi, pisang, dan jagung,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan Pemprov Sumbar menjadikan Provinsi Lampung sebagai tujuan benchmarking (studi kasus), sangatlah tepat. Sebab, Sumbar juga memiliki potensi tersebut.

Baca Juga:  Kunjungi Kampung Bahari di Sumbar, Istri Panglima TNI Makan Bajamba

Lampung dengan komoditas udangnya ini mampu mengendalikan perekonomiannya di tengah pandemi, terutama dalam hal ketersediaan pangan.

“Ketika dalam posisi situasi sulit karena Covid-19 yang berdampak pada ekonomi, namun Lampung tetap dalam posisi aman. Termasuk dalam pemenuhan kebutuhan untuk DKI Jakarta,” ujar Arinal Djunaidi.

Terkait budidaya tambak udang, Arinal Djunaidi mengatakan, ekspor produk perikanan tahun 2020 sebesar 17.487 ton atau senilai Rp2,305 triliun. Di mana 85,26% dari komoditas ekspor tersebut adalah udang. “Volume ekspor udang sebesar 14.910,9 ton. Negara tujuan Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa,” katanya.

Arinal Djunaidi menyebutkan berdasarkan perbandingan volume ekspor perikanan Provinsi Lampung Triwulan I-2020 dengan Triwulan I-2021, mengalami peningkatan volume ekspor sebesar 4,7%.

“Hal ini menjadi catatan bahwa komoditas perikanan menjadi kegiatan usaha yang menjanjikan dan cenderung stabil dalam situasi pandemi,” ujarnya.

Memanfaatkan kunjungan ke Lampung, Mahyeldi dan rombongan akan berkunjung ke lokasi peternakan sapi PT Juang Jaya Abdi Alam, dan tambak udang Desa Way Urang di Kabupaten Lampung Selatan. (*/hsn)

Previous articleWarga Antusias Manfaatkan Penghapusan Denda Pajak Ranmor di Samsat
Next articleAnggota DPR Asal Sumbar Andre Rosiade Tolak Kebijakan Pajak Sembako