Industri Perkapalan Mancanegara, Taruna Poltekpel Sumbar Ikuti Kuliah Umum

14

Ciptakan lulusan yang dapat berkarir di mancanegara, Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumbar menyelenggarakan kuliah umum di Dinning House, Senin (11/7). Kegiatan ini untuk motivasi dan membuka wawasan taruna/taruni agar bisa bersaing dan berkiprah di industri perkapalan mancanegara.

Ratusan taruna/taruni antusias mengikuti Kuliah umum  yang menghadirkan narasumber kapten kapal terbesar di Taiwan yakni Evergreen Group, Bayu Sugara.

“Saya ingin berkiprah di dunia pendidikan, terutama pendidikan pelayaran baik dari segi berbagi pengetahuan atau berbagi pengalaman dengan rekan-rekan taruna/ taruni,” ujar Bayu.

“Meningkatnya sistem perdagangan dunia, membuat permintaan kapal kontainer meningkat beberapa tahun terakhir. Kemudian sekarang produsen berlomba-lomba membuat kapal lebih besar, jadi karena meningkatnya jumlah kapal, membuat permintaan SDM meningkat,” ucap Bayu.

Pentingnya peningkatan wawasan dan kepercayaan diri taruna/taruni ini merupakan modal dasar agar terbentuknya calon yang bisa tembus ke induatri pelayaran dunia, bukan hanya berkarir sebatas regular class saja atau sebatas tingkat asean.

Bayu menyebutkan perusahaan yang hight quality juga membutuhkan calon perwira yang hight quality pula, sehingga kualitas yang tinggi didapatkan dengan adanya persiaapn untuk bakal calon perwira terutama di pendidikan pelayaran.

Menurutnya, perwira yang berkualitas memiliki 4 standar, yaitu Having standar competition. Yang mana setiap taruna harus memiliki sertifikat kualitas yang dikeluarkan oleh International Maritime Organizations (IMO).

Yang kedua setiap calon taruna harus memiliki kemampuan, baik dari segi bahasa asing, penggunaan komputer dan kemampuan lainnya.

Yang ketiga yaitu harus disiplin, harus patuh terhadap aturan, harus rajin dan harus bisa membaur dengan yang lainnya.

Baca Juga:  Nevi Letakkan Batu Pertama, Revitalisasi Pasar Serikat Lubuk Basung

Yang terakhir yaitu harus memiliki kesehatan yang bagus. Bayu mengatakan jika ingin bekerja di kapal harus mempunyai fisik yang kuat, mampu mengerjakan segala sesuatu yang di instruksikan, memahami karakter kapten kapal, mengikuti semua perintah sesuai aturan.

Bayu juga mengingatkan kepada para taruna agar tetap taat beribadah, meminta doa kepada orang tua, bertanya jika tidak tau, selalu melakukan kebenaran dan jangan mengikuti yang salah.

Bayu berharap dengan diberikannya kuliah umum tersebut, dapat memberikan motivasi bagi para calon taruna/taruni untuk menjadi kadet-kadet yang berkualitas dari segi skill dan kompetensi.

“Harapannya semoga dapat memotivasi mereka, karena industri pelayaran ini masih terbuka, tidak ada sekat di industri tersebut selama negara kita masih masuk list di IMO, perwira kita bisa kemana saja. Akan tetapi perwira kita itu tidak cukup dengan ijazah saja, tapi harus memiliki skill dan kompetensi,” ungkap Bayu.

Sementara itu, kepala bidang pengembangan teknologi pembelajaran Poltekpel Sumbar, Albertus Eko Kuswinoto menyebutkan dari kuliah umum tersebut semoga calon taruna/taruni di Poltekpel Sumbar bisa mempertajam hard dan soft skill agar bisa bersaing dan diterima di industri perkapalan luar negeri.

“Kami sangat berterima kasih di sela-sela waktunya kapten Bayu bisa membagikan pengalaman dan ilmunya kepada taruna/taruni kami. Saya berharap agar mereka bisa diterima di industri perkapalan luat negeri,” katanya.

“Selain itu kami juga berharap agar para tenaga praktisi semakin banyak yang peduli terhadap para calon taruna/taruni, baik itu sharing knowledge ataupun berbagi pengalaman,” tutup Eko.​ (cr5)