Hansastri Dilantik jadi Sekprov Sumbar, Berikut Riwayat Jabatannya

6288

Kepala Bappeda Sumbar Hansastri akan dilantik Gubernur Sumbar Mahyeldi atas nama Mendagri di Auditorium Istana Gubernuran, Kamis (12/8/2021).

Pelantikan tersebut dilakukan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneken surat keputusan (Keppres) penetapan Hansastri, pada 5 Agustus lalu.

“Benar direncanakan dilantik oleh Gubernur Sumbar, Pak Mahyeldi besok (12/8/2021) sekitar pukul 11.00 Wib di Auditorium Gubernuran. Pelantikan dilakukan dengan menerapkan prokes,” ujar Kabiro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sedpprov Sumbar Hefdi, Rabu (11/8/2021).

Plt. Kepala BKD Sumbar Fitriati M menambahkan bahwa Keppres tentangĀ  Pemberhentian dan Pengangkatan Hansastri dari dan dalam Jabatan Tinggi Madya di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tertanggal 5 Agustus 2021 itu, bernomor 103/TPA tahun 2021.

Terbitnya Keppres tersebut bersamaan juga dengan pengangkatan Sekprov Riau dengan Nomor 104/TPA tahun 2021.

Hansastri ditetapkan setelah melalui serangkaian seleksi yang dilakukan Panitia Seleksi (Pansel) Sekprov Sumbar yang diketuai Hamdani, Staf Ahli Mendagri bidang Ekonomi dan Pembangunan. Seleksi dimulai pada 24 Mei hingga 31 Mei 2021. Peserta yang mendaftar mencapai 15 orang.

Tiga besar hasil seleksi yang diserahkan namanya oleh pansel kepada gubernur adalah, Kepala Bappeda Sumbar Hansastri, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Yozarwardi Usama Putra dan Staf Ahli Wali Kota Padang Andri Yulika.

Gubernur Sumbar Mahyeldi kemudian mengusulkan tiga nama itu kepada Presiden melalui Mendagri untuk dipilih satu nama. Presiden menetapkan nama Hansastri.

“Tidak ada yang direkomendasikan atau diberi catatan. Apa yang sudah ditetapkan oleh Pansel Sekprov Sumbar, tiga besar calon itupula yang diteruskan ke presiden,” kata Gubernur Mahyeldi beberapa waktu lalu.

Ketua Pansel Sekprov Sumbar Hamdani juga mengatakan hal senada. Gubernur sebagai user, tidak memberikan catatan atau rekomendasi dari tiga calon yang ditetapkan pansel.

Baca Juga:  Siapkan Rp 715 M, DJPb Cairkan Gaji ke-13

Hansastri, putra Pasaman Barat kelahiran 13 Oktober 1964 ini terpilih setelah ditetapkan oleh Tim Penilai Akhir (TPA) yang diketahui Presiden RI.

Dari penilaian pansel, kata Hamdani, Hansastri memang meraih skor tertinggi. “Hansastri juga lebih senior dan sarat pengalaman,” tambahnya.

Menurut Hamdani, tugas Hansastri sebagai pejabat eselon I sangat berat dalam membantu tugas gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah.

Tugasnya sangat strategis dalam membantu gubernur menjalankan tugas-tugas pembinaan, koordinasi dan pengawasan terhadap kabupaten dan kota di Sumbar.

Hansastri awalnya adalah ASN pada BPKP Sumbar dan tahun 2012 ditarik Gubernur Irwan Prayitno menjadi Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi dan Keuangan yang kosong setelah pejabat lama Zainuddin diangkat menjadi Kepala Dinas Pendapatan Daerah.

Pada 27 Desember 2016, Hansastri diangkat Gubernur Irwan Prayitno menjadi Kepala Bappeda Sumbar menggantikan Afriadi Laudin, yang meninggal dunia pada 9 Agustus 2016.

Jabatan Kepala Bappeda Sumbar hingga kini masih tetap dipegang meski gubernur Sumbar berganti dari Irwan Prayitno kepada Mahyeldi.

Saat berkompetisi untuk memperebutkan kursi Sekprov Sumbar pada 2018 jelang Sekprov Sumbar Ali Asmar pensiun, Hansastri juga ikut.

Bahkan, dirinya masuk lima besar. Tapi gagal masuk tiga besar. Gagal lima tahun lalu, tak membuat Hansastri patah semangat. Justru makin semangat dan mantap ikut lagi.

Apalagi perannya sebagai Kepala Bappeda Sumbar saat ini punya andil besar dalam menyusun RPJMD Sumbar 2021-2026. Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy sangat terbantu.

Seratus hari Mahyeldi-Audy dilantik sebagai kepala daerah, Hansastri sukses menyusun buku kinerja Mahyeldi-Audy selama 100 hari.

Hansastri memang bekerja profesional. Diandalkan oleh Gubernur Irwan Prayitno, dan kini dipercaya pula oleh Gubernur Mahyeldi.(rel)