Banjir & Longsor Terparah! Rumah, Sekolah & Sawah Rusak,120 KK Diungsikan

177

Hujan yang mengguyur Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat sejak Rabu (10/11/2021) sore hingga malam hari memicu meluapnya sejumlah anak sungai hingga menyebabkan banjir dan longsor.

Kamis (11/11) pagi Bupati Pasaman Barat Hamsuardi beserta Tim meninjau lokasi meninjau langsung lokasi banjir dan longsor di Jorong Paroman Nagari Sinuruik dan Jorong Benteng Nagari Talu Kecamatan Talamau.

“Ini banjir dan longsor terparah dari yang pernah terjadi sebelumnya di daerah ini,” ungkap Hamsuardi.

Wali Nagari Sinuruik Faridh Muhammad Ali mengatakan, dari 180 kepala keluarga (KK) di Nagari Sinuruik, sebanyak 120 KK diungsikan ke tempat lebih aman yaitu daerah dataran tinggi di Kampung Solok.

“Sementara ini ada sekitar 120 KK yang diungsikan ke tempat lebih aman yaitu di Kampung Solok,  Kecamatan Talamau. Apabila hari ini masih hujan, maka warga akan tetap di tempat pengungsian dan belum diperbolehkan kembali ke rumah. Warga akan kita perbolehkan kembali jika kondisi telah dinyatakan aman,” kata Faridh Muhammad Ali.

Dalam bencana ini, kata dia, selain sempat memutuskam akses transportasi juga mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak, sawah, sekolah, puskesmas pembantu, dan lainnya juga ikut tergenang air dan berlumpur.

“Dengan hadirnya bupati hari ini, kami berharap dapat memberikan perhatian lebih terhadap masyarakat di sini. Dan terimakasih atas bantuan semua pihak dari tadi malam hingga saat ini. Mulai mengungsikan warga, membersihan material yang menutupi jalan hingga bantuan beras yang kami terima hari ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Enam Kapolres Dimutasi!!! Satake Bayu Pindah ke Polda Bali!

Ia menambahkan, dalam kesempatan itu pemerintah daerah melalui Dinas Sosial menyerahkan bantuan berupa beras sebanyak 1 ton atau 102 untuk masyarakat.

“Bantuan ini ada sekitar 4 ton beras, untuk saat ini baru 1 ton diserahkan. Hari ini akan kita serahkan ke korban yg terdampak banjir dan longsor. 3 ton lagi akan segera menyusul, dan rencananya akan kita bagikan kepada masrakarat ditiga jorong yg ada di Nagari Sinuruik dan 3 jorong yang ada di Nagari Talu,” terangnya.

Sejak malam kejadian, kata Hamsuardi, tim dari BPBD, PMI, Pol PP, bersama camat dan lainnya sudah menuju lokasi membantu masyarakat dalam proses pengungsian ke tempat aman.

“Sampai saat ini tim dari BPBD, PU, PMI, Pol PP, Polri, TNI, kecamatan dan masyarakat juga masih berupaya membantu membersihkan material longsor yang menutupi jalan. Karena ini harus segera kita selesaikan, sebab ini adalah jalan utama, jalan provinsi, dan juga penghubung antara 2 kabupaten yakni Pasaman dan Pasbar,” terangnya.

Dalam peninjauan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Sosial memberikan bantuan sebanyak 1 ton atau 102 karung beras untuk korban banjir dan longsor.

“Hari ini kami menyerahkan bantuan beras untuk masyarakat. Ini baru bantuan sementara. Untuk bantuan lain seperti perbaikan jalan, rumah masyarakat yang rusak, sekolah, sawah yang tertimbun longsor dan lainnya, juga akan kita bantu dan kondisikan ke depan,” ucapnya seperti dikutip dari rilis resmi Pemkab Pasbar.(idr)