Antisipasi Lonjakan Covid-19, Sumbar Perpanjang Masa Pembatasan Selektif

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meninjau Posko Pembatasan Selektif di perbatasan Sumbar-Riau di TPR Kiliran Jao, Kabupaten Sijunjuang, Minggu (5/4) lalu. (Foto: Humasprov)

Merespons perkembangan terkini, Pemprov Sumbar memperpanjang masa pembatasan secara selektif terhadap masyarakat yang masuk pada sembilan titik di tujuh kabupaten perbatasan darat Provinsi Sumbar hingga 29 Mei mendatang.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Gubernur Sumatera Barat Nomor 360/018/COVID-19-SBR/IV-2020 tentang Permintaan Bantuan Personel dan Sarana Prasarana lainnya, tertanggal 10 April 2020, dan ditandatangani Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Dalam surat gubernur yang dipaparkan Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sumbar Jasman Rizal itu, dinyatakan bahwa keputusan perpanjangan masa pembatasan selektif ditetapkan setelah rapat evaluasi gubernur bersama bupati dan wali kota se-Sumbar melalui telekonferensi, Kamis (9/4) lalu.

Selain itu, menindaklanjuti surat keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 13.A Tahun 2020 tanggal 29 Februari 2020 tentang perpanjangan status keadaan darurat tertentu wabah penyakit akibat Covid-19 di Indonesia.

Surat itu ditujukan gubernur kepada bupati dan wali kota se-Sumbar tentang permintaan data orang dalam pemantauan (ODP) pelintas batas ke daerah tujuan.

Dalam pembatasan selektif ini, setiap orang yang masuk ke Sumbar diperiksa suhu tubuhnya dan dilakukan pendataan identitasnya secara detail di posko sehingga mudah melakukan pemantauan. Apalagi jika orang tersebut berasal dari daerah terjangkit Covid-19. Bila ada gejala, maka dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

“Dari surat tersebut, pembatasan selektif terhadap masyarakat yang masuk di daerah perbatasan diperpanjang mulai 13 April hingga 29 Mei mendatang,” kata Jasman, Sabtu (11/4).

Melalui surat itu, kata Jasman, Gugus Tugas Covid-19 telah meminta bupati yang memimpin wilayah perbatasan, agar dapat menugaskan personel pada wilayah kerja masing-masing bersama TNI/Polri untuk pemeriksaan orang yang masuk Sumbar. Apalagi dari data sepuluh terakhir, orang yang masuk Sumbar sudah mencapai 57 ribu orang.

Pemeriksaan dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di posko perbatasan Provinsi Sumbar, yang dilakukan satu kali 24 jam dan terbagi dalam dua shift pada setiap titik pos pemeriksaan.

“Kami juga telah meminta agar kepala daerah di wilayah perbatasan untuk melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana di posko,” katanya.

Mei Puncak Pandemi 

Sebelumnya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, menyebutkan bahwa angka kasus positif Covid-19 bakal terus bertambah. Diperkirakan akan mencapai puncak pada pertengahan Mei 2020 dengan jumlah kasus mencapai 350 orang.

“Perkiraan angka positif Covid-19 mencapai 350 orang itu berdasarkan keterangan tim ahli Virus Corona Universitas Andalas (Unand) Padang. Bahwa kita di Sumbar dari linear 0 sampai saat ini 31, itu mulai menunjukkan tren naik, ini data yang ada secara fakta,” kata Irwan Prayitno saat jumpa pers online bersama awak media, Jumat (10/4).

Tim ahli, kata Irwan, juga memprediksi akan terjadi peningkatan secara eksponensial bahwa akan ada kemungkinan peningkatan tertinggi sekitar tanggal 21 Mei 2020.

“Tentu kita berharap dan berdoa agar segera turun, tapi data ini perlu bagi kita, kalau betul nantinya ada 350 orang terkena, data ini menjadi dasar kebijakan yang akan kita ambil,” ungkapnya.

Salah satu penyebab peningkatan itu, kata Irwan, karena para pendatang dan pemudik terus berdatangan. Hingga Jumat saja, sekitar 49 ribu perantau terus berdatangan ke Sumbar lewat bandara. Ditambah yang masuk lewat jalur darat.(esg)