POSMETRO HUT ke-19 di Tengah Pandemi Covid-19

Minggu (12/4) adalah hari yang bersejarah bagi Koran POSMETRO PADANG (Grup padek.co yang terintegrasi dengan padek.jawapos.com). Meski hari itu terpaksa tidak terbit, karena kebijakan meniadakan sementara edisi Minggu sampai pandemi covid-19 ini berakhir, tapi sejarah tetap terukir. Koran yang senantiasa mendampingi pembaca setiap paginya ini telah berusia 19 tahun, sejak awal terbit 12 April 2001.

 

Pada suasana yang memprihatinkan hari ini, pertama kali pulalah POSMETRO  tidak mengadakan acara syukuran di Graha Pena Padang, Lubukbuaya, Kototangah. “Karena, masih masa sosial distancing atau physical—menjaga jarak, dan menghindari kerumunan, apalagi membuat berkumpulnya banyak orang. Meski di Sumbar belum resmi menggelar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti di DKI Jakarta, tetap saja anjuran itu harus dipatuhi,” ujar General Manager POSMETRO PADANG Syukron Putra.

 

Menurutnya, saat ini adalah ujian sesungguhnya bagi semua bidang usaha–termasuk usaha media cetak. Di tengah isu media mainstream ini terpinggirkan oleh digitalisasi, koran ini akan tetap setia menemani pembacanya. Karena, masih banyak yang mengakui, baru meyakini sebuah berita, kalau sudah terbit pada koran yang identik dengan warna merah gelap ini.

 

“Alhamdulillah, koran kesayangan kita ini sudah mencapai umur 19 tahun. Usia yang sudah mulai beranjak dewasa untuk ukuran manusia. Apalagi untuk ukuran media, sudah beranjak stabil dan memiliki pangsa pasar sendiri. Terima kasih untuk pembaca setia kami yang masih berlangganan, membeli eceran, sampai membeli dalam jumlah banyak untuk kepentingan-kepentingan tertentu,” katanya.

 

Syukron menyebutkan, di tengah pandemi virus korona semua prihatin dan harus berbuat lebih banyak lagi. Bahkan, secara internal, untuk tetap mendukung proses produksi, semua manajer sampai GM POSMETRO merelakan pemangkasan gaji. “Tentunya ini bukan bagian dari pencitraan. Kami ingin menunjukkan kepedulian terhadap sesama karyawan,” kata Syukron.

 

Syukron menegaskan, koran ini akan selalu menjadi garda terdepan dalam informasi terkait dengan penyebaran corona di Sumbar. Tidak hanya sekadar corong untuk memberitakan perkembangan terkini, tapi juga memberikan kesempatan semua elemen untuk menunjukkan kinerjanya. Koran ini membuka kesempatan semua pihak saling peduli, saling membantu dan saling menguatkan.

 

“Bahkan kami sementara juga menghilangkan halaman Metro Politika yang sengaja disiapkan tim redaksi untuk Pilkada Serentak 2020. Untuk menampung banyaknya informasi terkait korona, kami menghadirkan Metro Corona, agar banyak pihak bisa memanfaatkannya. Kami selalu ingin menjadikan para mitra, kolega sampai rakyat badarai pun bisa menunjukkan kepedulian mereka memutus mata rantai virus berbahaya ini,” kata alumni Fakultas Ekonomi Unand Padang ini.

 

Presiden Komisaris PT POSMETRO PADANG PERS, Marah Suryanto mengakui, hari ini adalah situasi yang sulit untuk semua lini bisnis. Tak terkecuali bisnis media seperti POSMETRO yang bertumpu pada media cetak. Dia berharap, semua bagian tetap semangat, kompak di tengah suasana yang penuh keprihatinan ini.

 

“Saya tahu betul bagaimana koran ini terbit sejak awal 2001. Lama saya di sini, dan siapa yang menjadikannya terus besar seperti sekarang ini. Bahkan, di tengah pandemi covid-19 ini, POSMETRO tetap eksis menjumpai para pembacanya. Mulai dari divisi redaksi, iklan dan pemasaran, terlihat begitu kompak dalam bertindak. Semoga kita semua bisa melewati badai virus yang mematikan ini,” kata Marah Suryanto.

 

Marah yang juga Direktur Utama PT Padang Intermedia Pers (Padang Ekspres) menyampaikan selamat ulang tahun ke-19 untuk POSMETRO di tengah pandemi covid-19. Dia berharap, koran ini terus eksis, karena menjadi tempat bergantungnya puluhan orang, bahkan ratusan kalau ditambah dengan keluarga karyawan. “Kami yakin, tim saat ini bisa terus berkembang dan eksis. Apalagi sudah dibantu dengan divisi media online sampai media sosial,” katanya.

 

CEO Riau Pos Group (RPG) Suhendro Boroma menyebutkan, saat ini kondisi bisnis media goyang karena serangan virus berbahaya. Karena itu, semua anak perusahaan– termasuk POSMETRO harus pandai-pandai membuat inovasi agar bertahan dengan baik melewati corona. Dia memprediksi, pandemi ini akan berakhir akhir Agustus atau awal September 2020. Karena itu, semua perusahaan harus memainkan semua potensi dan sisi termasuk efisiensi.

 

“Kami dengar POSMETRO sampai potong gaji mulai dari GM sampai manajer-manajernya. Ini sebuah hal yang bagus daripada harus mengambil pilihan merampingkan struktur atau merumahkan sebagian karyawan. Kami doakan di ulang tahun ke-19 ini tetap eksis dan berkembang dengan baik. Bisa lebih baik lagi saat pandemi ini berakhir,” kata Suhendro yang juga Direktur Utama PT. Jawapos Jaringan Media Nusantara (JJMN)  dalam Rapat Evaluasi Triwulan 1 RPG via online pekan lalu. (rel/rpg)