Satu Keluarga Terkonfirmasi Positif Korona, Lacak Kontak di Pasar Raya

Perkembangan penanganan Covid-19 di Sumatera Barat.

Kasus pasien positif terinfeksi virus korona (Covid-19) di Sumbar melonjak tajam menjadi 44 orang, setelah pada Minggu (12/4) terdapat tambahan kasus baru sebanyak 12 orang. Sebanyak lima orang di antaranya merupakan satu keluarga.

Jubir Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal menyebutkan, ini penambahan kasus baru tertinggi dalam satu hari, sejak ditemukannya kasus pertama di ranah Minang pada 26 Maret lalu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan swab pasien di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran (FK) Unand yang keluar, Minggu (12/4), kata Jasman, terbanyak tambahan pasien dari Kota Padang sebanyak 10 orang, Mentawai satu orang dan Pasaman satu orang.

“Dari Kota Padang ada satu keluarga yang positif sebanyak lima orang, tapi masih dalam kategori orang tanpa gejala (OTG) sehingga mereka hanya isolasi mandiri di rumah yang diawasi secara ketat oleh tim kesehatan,” jelas Jasman Rizal.

Menurut Jasman, satu keluarga yang terpapar itu karena kontak dengan anggota keluarganya yang sebelumnya telah dinyatakan positif.

“Salah seorang dari mereka juga berusaha dan berjualan di pasar Raya Padang dan sekarang tim kesehatan telah men-tracking (menelusuri) sejarah kontak mereka di pasar raya tersebut,” kata Jasman.

Sementara lima lima orang lagi adalah pasien dalam pengawasan (PDP) yang telah dirawat di RSUP M Djamil Padang.

“Pasien positif lainnya, satu orang dari Mentawai yang berstatus mahasiswi di Jakarta. Yang bersangkutan dirawat di RSUD Kabupaten Kepulauan Mentawai dan diawasi ketat oleh tim kesehatan,” tambahnya.

Satu orang lagi, kata Kabiro Humas Setprov Sumbar itu, dari Pasaman, laki-laki berusia 35 tahun yang merupakan menantu dari pasien pertama dari Pasaman. Sekarang isolasi mandiri.

“Namun karena adanya kekhawatiran warga sekitar terpapar Covid-19, maka Pemkab Pasaman berupaya mencari tempat karantina terdekat dari Pasaman. Tadi kami telah menawarkan kepada Pemkab Pasaman melalui sekdanya berbagai lokasi karantina provinsi. Kalau memang diperlukan agar segera berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan data pantauan Covid-19 Provinsi Sumbar hingga Minggu (12/4) tercatat total sebanyak 44 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak 15 pasien dirawat di rumah sakit, 19 pasien isolasi di rumah, tiga pasien meninggal, dan 7 pasien sembuh.

Sementara orang dalam proses pemantauan (ODP) sebanyak 1.012, dan PDP 151
orang dengan rincian 27 masih dirawat, 26 isolasi di rumah, dan 98 negatif Covid-19.

“Jadi, masih ada 15 orang lagi yang isolasi mandiri di rumah dan berdasarkan laporan tim kesehatan yang tiap hari memantau mereka, kondisi mereka stabil. Jika nanti hasil test swab mereka telah dinyatakan negatif, maka mereka akan dinyatakan sembuh. Mari kita berdoa semoga wabah Covid-19 ini dapat segera diatasi dan semoga saudara kita yang dirawat diberikan kesabaran dan segera disembuhkan Allah,” imbau Jasman.(esg)