PE Sumbar 2020 Menurun 1,19 Persen

6
Gubernur Sumbar Mahyeldi membuka Musrenbang RKPD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022 di Hotel Grand Inna, Jumat (9/4) lalu. (IST)

Struktur PDRB Sumatera Barat menurut lapangan usaha pada  2020 masih didominasi pada sektor pertanian sebesar 22,38 persen. Namun kontribusi sektor pertanian dalam laju pertumbuhan ekonomi (PE) di Sumbar menurun dari tahun ke tahun dengan capaian pada 2020 sebesar 1,19 persen.

Beberapa sektor PDRB yang cukup mengalami kontraksi yang dalam pada tahun 2020 antara lain sektor transportasi dan pergudangan sebesar minus 16,10 persen, sektor penyediaan akomodasi sebesar minus 15,95 persen, sektor perdagangan sebesar minus 1,14 persen dan beberapa sektor lainnya akibat adanya pandemi Covid-19.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan, meski dominannya beberapa sektor yang mengalami kontraksi, terdapat beberapa sektor yang tumbuh secara positif antara lain adalah Sektor Informasi dan komunikasi sebesar 9,76 persen.

“Berdasarkan hasil evaluasi terhadap pencapaian pembangunan di Sumatera Barat pada tahun 2020, dapat disampaikan beberapa hal yakni, pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat sepanjang tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 cenderung menurun dan relatif hampir sama dengan capaian nasional. Dan capaian pada tahun 2019 sebesar 5,05 persen dan akibat adanya pandemi Covid-19, maka capaian pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat mengalami kontraksi hingga minus 1,5 persen,” sebut Mahyeldi pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022, Jumat (9/4).

Ia menyebut, musrenbang kemarin merupakan rangkaian yang tidak terputus dari pelaksanaan musrenbang yang telah dilaksanakan di masing-masing kabupaten/kota dari tingkat nagari/desa/kelurahan, tingkat kecamatan. Sehingga diharapkan masukan dari para stakeholders merupakan hasil dari pelaksanaan musrenbang yang telah dilakukan sebelumnya di tingkat daerah.

Mahyeldi menjelaskan, dalam rangka mengkonkretkan usulan dari pemerintah kabupaten/kota berdasarkan usulan yang disampaikan secara langsung oleh bupati dan wali kota  pada saat rakor di dengan gubernur, yang diprioritaskan pada 3 sektor strategis daerah yakni pertanian, perdagangan/UMKM dan pariwisata.

Ia menambahkan, struktur perekonomian di Sumatera Barat yang cenderung dominan pada sektor pertanian membuat capaian laju pertumbuhan ekonomi turun secara perlahan-lahan, sehingga perlu adanya upaya restrukturisasi ekonomi dengan secara perlahan-lahan mengalihkan dari semula bertumpu kepada sumber daya alam beralih ke sektor perdagangan dan juga jasa yang modern.

Katanya, hal tersebut sejalan dengan yang diarahkan oleh Presiden pada beberapa kali kesempatan dan yang juga disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional bahwa tantangan Indonesia tidak saja pada Pemulihan Ekonomi Nasional pascapandemi Covid-19, namun juga perlu melakukan transformasi ekonomi, dengan sperlahan-lahan lepas dari ketergantungan sumber daya alam yang selama ini telah menjadi penopang utama struktur perekonomian.

Baca Juga:  Ada Andre di Balik Penambahan Kuota Premium dan Solar Subsidi Sumbar

Dan salah satunya dari sektor pertanian bertransformasi menjadi negara yang memiliki daya saing manufaktur tinggi, dan berorientasi pada pengembangan sektor jasa modern, karena sektor-sektor ini memiliki nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa Indonesia dan perubahan ini memiliki konsekuensi ekonomi jangka menengah dan panjang, dan sekali lagi ini harus dimulai dari sekarang.

“Dengan mepertimbangkan hasil evaluasi terhadap capaian pembangunan makro pembangunan di Sumatera Barat serta dengan memperhatikan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2022 dan arahan Presiden tersebut maka Tema RKPD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022 yakni: Pemulihan Ekonomi Daerah melalui sektor strategis yakni pertanian, perdagangan/UMKM dan juga pariwisata,” ungkapnya.

Gubernur mengingatkan, meski fokusnya pada pelaksanaan 3 sektor strategis itu pada 2022,  bukan berarti sektor-sektor lainnya diabaikan seperti sektor pendidikan, kesehatan, peningkatan kualitas tenaga kerja dan sektor lainnya.

Mahyeldi menambahkan, pada sektor pertanian yang difokuskan kepada upaya meningkatkan pendapatan petani antara lain melalui, industrialisasi pertanian, meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

“Pada sektor perdagangan UMKM yang difokuskan pada upaya, meningkatkan akses keuangan perbankan dan non perbankan bagi UMKM, Meningkatkan keahlian dan keterampilan bagi pelaku Industri Kecil/UMKM dan pengusahanya pemula dan Ekraf dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk pengembangan bisnis dan perdagangan digital.

Pada sektor pariwisata, yang difokuskan pada upaya pengembangan destinasi wisata, pengembangan pemasaran, pengembangan industri dan pengembangan kelembagaan,” pungkasnya.

Sementara itu, pengendalian dan penanganan pandemi Covid-19 tetap menjadi perhatian seluruh pihak. ”Karena pemulihan ekonomi juga bergantung bagaimana kemampuan kita untuk mencapai herd imunity dengan upaya percepatan vaksinasi pada kelompok sasaran masyarakat yang telah ditargetkan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan tema RKPD tersebut maka terdapat beberapa langkah langkah strategi yang direncanakan untuk dilakukan dan menjadi prioritas dalam tahun anggaran 2022, antara lain, pengendalian dan penanganan pandemi Covid-19 yang difokuskan pada upaya, percepatan vaksinasi, optimalisasi testing, tracking dan treatment (3T) dan optimalisasi Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru. (wni)

Previous articleCegah Kerumuman saat Tradisi Balimau, Tempat Pemandian Diawasi
Next articleTata Pulau Soeltan, Pengelolaan Diserahkan ke BUMNag