Langgar PSBB, Seribu Warga di Pariaman Kena Sanksi

Sejumlah remaja diberi sanksi oleh petugas karena melanggar aturan penerapan PSBB di Kota Pariaman.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mulai bertindak tegas terhadap pengendara yang tidak menggunakan masker. Sedikitnya 1.000 orang telah mendapat teguran dan sanksi karena melanggar. Untuk pemilik kafe dan warung kopi terdata 400 yang mendapatkan teguran tertulis.

“Rata-rata 100 orang per hari pengguna kendaraan yang tidak menggunakan masker ketika berkendara. Hingga saat ini sudah 1.000 orang mendapatkan surat teguran,” kata Kasat Pol PP Kota Pariaman Elfis Candra kepada Padang Ekspres kemarin.

Elfis menjelaskan sepuluh hari pertama berlaku PSBB tahap I pihaknya memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga Pariaman. Mulai kepada pengendara di jalan raya dan ke kafe dan warung-warung. Sosialisasi dan edukasi juga dilakukan dari warnet ke warnet serta tempat-tempat menjadi ajang kerumunan massa.

Namun 3 hari terakhir tim satgas mulai bergerak memberikan sanksi dan teguran kepada warga yang masih juga melanggar aturan. Untuk pengendara yang melintas tanpa mengenakan masker langsung mendapatkan sanksi yang sifatnya pembinaan serta teguran tertulis.

Bagi generasi muda seperti remaja hingga usia di bawah 40 tahun mendapatkan sanksi mulai dari push up, sit up dan pembinaan mental. Bagi remaja perempuan dan usia 40 tahun keatas sanksinya masih disesuaikan dengan mewajibkan membaca ayat Kursi dan hafalan Al Quran.

“Selain itu data mereka kami catat, jika terulang kembali sanksinya tentu lebih berat. Kami berharap tolong patuhi protokol kesehatan mencegah penularan covid 19 di Kota Pariaman,” ujarnya.

Ia menyebut pada 10 hari pertama pemberlakuan PSBB pihaknya masih memberikan masker pada warga yang tidak menggunakan masker. Namun di PSBB tahap II pengendara yang tidak menggunakan masker wajib membeli masker sehingga harus terus digunakan pada saat berkendara.

Tidak hanya pengendara saja, satgas juga mulai memberikan teguran tertulis kepada pemilik kafe dan warung yang masih menyediakan tempat berkumpul.

Padahal sesuai kesepakatan saat sosialisasi dan edukasi, pedagang hanya menyediakan jasa bawa pulang atau bungkus bagi konsumen. Bahkan ada juga yang menyediakan permainan kartu domino dan sebagainya hingga konsumen berkumpul hingga larut malam.

“Sudah 400 pemilik toko dan warung yang mendapatkan teguran tertulis. Kami juga langsung membubarkan kerumunan massa,” tuturnya.

Ia berharap warga Pariaman mulai menyadari pentingnya melindungi diri dan keluarga dari serangan wabah tersebut. Hal itu sebagai upaya memutus mata rantai penularan Covid 19 di Kota Pariaman.

Masuk Pasar Wajib Masker

Sementara di Solok Selatan, masyarakat yang masuk Pasar Muaralabuh diwajibkan memakai masker. Bagi yang melanggar disuruh putar balik arah oleh petugas. Saat in i jalur menuju pasar itu hanya diberlakukan dari satu pintu.

“Penerapan wajib masker dan berlakukan satu pintu masuk, di mulai Minggu (10/5) hingga Jumat (29/5). Ini demi terpantaunya warga keluar masuk pasar, bahkan kendaraan disemprot disinfektan,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Solok Selatan, Budiman kepada Padang Ekspres, Minggu (10/5).

Ada tiga pintu masuk menuju pasar Muaralabuh, pertama jalur dua simpang baru, kemudian melalui jembatan depan masjid Nurul Yaqin Kampung Palak. Terakhir melalui jembatan seberang Sigintir. Dua dari tiga arah akan ditutup total, dan akan diawasi tim gabungan TNI-Polri, bersama Dinas KoperindagKop, camat, wali nagari, UPT Pasar, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat.

Sementara aktivitas jual beli di Pasar Muaralabuh tidak akan ditutup. Sebab bisa berdampak terhadap perekonomian masyarakat dan para pedagang. “Sebab itu, didorong dibuka satu titik saja sesuai kesepakatan bersama,” bebernya.

Wali Nagari Pasir Talang Selatan, Zoni Marjis mengatakan, sebagian pintu masuk seperti di jembatan depan Masjid Nurul Yaqin Kampung Palak, jembatan seberang arah Sigintir telah ditutup total. Bagi warga yang keluar masuk pasar memang diwajibkan memakai masker, akan dilakukan penyemprotan disinfektan di kendaraan yang akan masuk pasar. “Dengan cara tersebut lalu orang yang keluar masuk pasar bisa teratur guna memutus mata rantai wabah,” harapnya.

Terpisah, Camat Sungai Pagu, Rolli, menuturkan, dalam penerapan tersebut pihak UPTD Pasar dan nagari bekerjasama dengan TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan. ”Dampak pandemi, kami tidak ingin kasus seperti di Pasar Raya Padang,” ucapnya. (nia/tno)