Lima Warga Positif, 30 Orang Jalani Swab di Limapuluh Kota

Jajaran Pemko Payakumbuh saat melakukan Gerakan Bersama Pencegahan Virus Korona dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke pusat pertokoan bertingkat dan pusat pasar tradisional, Maret lalu. Dua bulan setelah penyemprotan disinfektan itu, pasar Payakumbuh bakal ditutup.

Prediket Kabupaten Limapuluh Kota sebagai kawasan zona hijau pandemi virus korona (Covid-19) di Sumatera Barat akhirnya rontok sudah. Di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau ini, sejak Jumat malam (8/5) hingga Minggu sore (10/5), sudah lima warga  dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 (lihat grafis-red).

Dari lima warga Limapuluh Kota yang dinyatakan positif terinfeksi virus korona tersebut, dua nama diumumkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Limapuluh Kota pada Sabtu (9/5) dan Minggu (10/5), melalui konfrensi pers secara virtual yang dilaksanakan dari aula eks kantor bupati, Jalan Soedirman Payakumbuh. Sedangkan tiga nama lainnya diumumkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GT2P) Covid-19 Sumbar di Padang.

“Kita memang baru mengumumkan dua nama warga Limapuluh Kota yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Karena hasil pemeriksaan swab tenggorokan kedua Orang Tanpa Gejala (OTG) tersebut, diterima Dinas Kesehatan Limapuluh Kota dari Laboratorium Biomedik, Fakultas Kedokteran Unand, Padang,” kata Joni Amir, selaku Ketua Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Limapuluh Kota.

Sedangkan, tiga nama lainnya, diakui Joni Amir, memang diumumkan Juru Bicara GT2P Covid-19 Provinsi Sumbar, Jasman Rizal di Padang. Karena pengambilan sampel untuk pemeriksaan swab tenggorokan ketiga orang tersebut dilakukan bukan di Limapuluh Kota, melainkan di Kota Payakumbuh. Sehingga, hasil pemeriksaan swab tenggorokan ketiga orang tersebut, tidak disampaikan kepada Gugus Tugas Covid-19 Limapuluh Kota, tetapi kepada Gugus Tugas Covid-19 Payakumbuh.

“Sebenarnya, tidak masalah benar, apakah ketiga nama ini masuk Limapuluh Kota ataupun masuk Payakumbuh. Yang penting, korban terinfeksi Covid-19 itu dapat ditangani. Itu prinsip penanganan bencana. Karena bencana ini tidak mengenal batas wilayah, suku dan ras. Yang penting, ditangani dulu. Kalau nanti, masuk data Limapuluh Kota, ya tidak masalah,” kata Joni Amir.

Ini diakui juga Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi Datuak Rajo Ka Ampek Suku. Menurut Riza Falepi, dari 14 kasus atau pasien positif Covid-19 yang ditemukan di Payakumbuh, 1 kasus atau 1 pasien berasal dari Kabupaten Agam dan dua pasien ber-KTP Kabupaten Limapuluh Kota. Untuk satu warga Agam, kasusnya sudah diambil alih Pemkab Agam. Sedangkan untuk dua warga Limapuluh Kota, ketika ditanya petugas kesehatan Payakumbuh, enggan dipulangkan ke kampung mereka di Limapuluh Kota.

“Biarlah kami diurus petugas Puskesmas atau RSUD Payakumbuh, begitu pengakuan kedua warga tersebut kepada petugas kesehatan Payakumbuh. Makanya, Pemko Payakumbuh tetap memfasilitasi kedua warga Limapuluh Kota tersebut, dalam mendapatkan perawatan dan penyembuhan dari Covid-19,” kata Riza Falepi, sebagaimana siaran pers yang ditulis Kadis Kominfo Payakumbuh, Jon Kenedy.

Langsung Tracking

Di sisi lain, ditemukannya kasus lima warga Limapuluh Kota positif terinfeksi virus korona, membuat geger masyarakat di kabupaten tersebut. Masyarakat menjadi geger karena berbulan-bulan sejak pandemi Covid-19 mengguncang dunia, Limapuluh Kota masih masuk dalam kawasan “zona hijau” atau nol kasus Covid-19.

Namun, prediket zero kasus Covid-19 itu akhirnya rontok. Dalam tiga hari, Limapuluh Kota langsung punya lima kasus positif korona. Dua kasus ditemukan dari hasil tracking (penelusuran) yang dilakukan jajaran Dinas Kesehatan Limapuluh Kota terhadap masyarakat yang punya riwayat kontak dengan pasien Covid-19 asal Kota Payakumbuh. Sedangkan tiga kasus merupakan data yang dipindahkan Pemprov Sumbar dari kasus Covid-19 di Kota Payakumbuh.

Terhadap kelima kasus ini, Ketua GT2P Covid-19 Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, meminta anggota gugus bersama jajaran Dinas Kesehatan setempat, untuk melakukan tracking atau penelusuran terhadap masyarakat lainnya yang punya riwayat kontak dengan kelima pasien positif Covid-19 tersebut. “Saya berharap, kawan-kawan kesehatan yang sudah bekerja siang dan malam, terus melakukan tracking dengan tetap menjaga protokol kesehatan atau keamanan dalam bekerja,” kata Irfendi Arbi.

Dalam siaran pers yang diterima Padang Ekspres, Irfendi Arbi juga menyatakan, bahwa kasus positif korona di Limapuluh Kota merupakan kasus transmisi lokal yang berhubungan dan berkaitan erat pada cluster di Kota Payakumbuh. “Untuk itu, tim kami saat ini akan terus bekerja secara optimal dan akan melakukan proses kontak tracking terhadap semua orang yang ditenggarai telah kontak dengan pasien positif tersebut, guna mengungkap perkembangan kasusnya,” kata Irfendi Arbi.

Bupati pilihan rakyat ini juga mengajak masyarakat Limapuluh Kota, untuk meningkatkan disiplin dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus korona. Dengan cara, tetap di rumah, selalu menjaga jarak (physical distancing), dan bila harus ke luar rumah selalu menggunakan masker. “Terakhir, kami imbau kepada masyarakat, tetap tetang dan jangan panik, serta senantiasi berdoa kepada Allah SWT, semoga wabah ini segera berlalu. Aamiin,” kata Irfendi Arbi.

30 Warga Sudah Di-SWAB

Sementara itu, Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Limapuluh Kota yang berposko induk di Tanjungpati, Harau, mencatat, sampai Senin (11/5), sudah 30 orang yang punya riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 yang diperiksa kesehatannya. Sekaligus dan diambil sampelnya untuk pemeriksaan swab tenggorokan.

“Sampai Senin ini (11/5), jajaran Dinas Kesehatan, termasuk pula Gugus Tugas Kecamatan, sudah melakukan pemeriksaan swab tenggorokan terhadap 30 orang yang punya riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 asal Manggilang, Balaitalang, Guguak, dan Taehbaruah. Sedangkan terhadap pasien yang disebut-sebut ber-KTP di Batangtabik, setelah kami telusuri, ternyata tidak lagi tinggal di Batangtabik, tapi sudah tinggal di Labuahbasilang, Payakumbuh. Jadi, tidak ada warga Batang Tabik yang punya riwayat kontak dengan yang bersangkutan,” kata Joni Amir.

Joni Amir menjelaskan, untuk kasus pasien positif Covid-19 asal Jorong Pasa, Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, berinisial Y, 59, laki-laki, yang punya riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 Payakumbuh berinisial HD di Toko WS Pasar Payakumbuh, jajaran Dinas Kesehatan sudah melakukan tracking terhadap 18 keluarga intinya. “Artinya, 18 keluarga inti dari Y, termasuk warga lain yang pernah kontak dengan Y, sudah diperiksa dan di-SWAB,” kata Joni Amir.

Begitu pula dalam kasus pasien positif Covid-19 asal Jorong Balaitolang, Nagari Guguak VIII Koto, kecamatan Guguak, berinisial E, 55, perempuan, yang sehari-hari berjualan jeruk di Pasar Payakumbuh. “Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Limapuluh Kota juga sudah telusuri riwayat kontak E ini. Di mana, E sempat kontak dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 pertama di Payakumbuh berinisial HEM. Untuk itu, terhadap empat keluarga inti E ini, juga sudah dilakukan tracking dan pemeriksaan swab,” kata Joni Amir.

Sementara, terhadap tiga pasien positif Covid-19 lainnya asal Limapuluh Kota yang diumumkan oleh Pemprov Sumbar, menurut Joni Amir, GT2P Covid-19 Limapuluh Kota, sebenarnya juga sudah melakukan tracking.

“Untuk pasien yang disebut ber-KTP Batangtabik, itu setelah kita telusuri, ternyata KTP-nya saja yang Batangtabik, tapi tinggalnya sudah di Labuahbasilang, Payakumbuh dan bekerja di Pangkalan Ojek Simpang Sianok, Pasar Payakumbuh. Kemudian, Untuk pasien asal Tanjungjati, Guguak, itu KTP-nya memang Limapuluh Kota, tapi jarang pulang ke Tanjungjati karena menetap di Payakumbuh. Tapi, terhadap mertuanya yang tinggal di Guguak, sudah dilakukan tracking dan swab,” kata Joni Amir.

Sementara, terhadap pasien positif Covid-19 asal Taehbaruah, Kecamatan Payakumbuh, juga sudah dilakukan tracking oleh GT2P Covid-19 Limapuluh Kota bersama Kecamatan. “Untuk warga asal Taehbaruah ini, sehari-hari bekerja di Pasar Payakumbuh. Pemeriksaan swab juga dilakukan di Payakumbuh. Terhadap tujuh keluarga inti dan warga yang pernah kontak denganya di Suayan, sudah dilakukan pemeriksaan swab oleh jajaran Dinas Kesehatan Limapuluh Kota,” pungkas Joni Amir.

Melengkapi Joni Amir, pejabat BPBD Limapuluh Kota lainnya, Rahmadinol menginformasikan, bahwa tim GT2P Covid-19 Limapuluh Kota, sudah melakukan penyemprotan disinfektan di Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan, Minggu (10/5). Penyemprotan disinfektan dilakukan di rumah masyarakat oleh lima personel TNI, 15 personel Polres Limapuluh Kota, 10 personel Polsek Pangkalan, 10 anggota BPBD, 6 Damkar, 5 Diskes, 20 PMI, dan 3 PDAM.

Selain di Nagari Manggilang, penyemprotan disinfektan untuk mengantisipasi penyebaran virus korona ini juga sudah dilakukan GT2P Covid-19 Limapuluh Kota di tiga tempat lainnya yang ada warga positif korona. Masing-masing di Balaitalang, Guguak, dan Taehbaruah, pada Senin (11/5).

Saat dilakukan penyemprotan, menurut Rahmadinol, permasalahan yang nampak oleh penyemprot adalah masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam memakai masker di luar ruangan. “Karena itu, perlu penindakan tegas dari Tim GT2P Kabupaten, karena belum terlaksananya protokol kesehatan ini,” kata Rahmadinol.

Sebelumnya, Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, juga terpantau mengunjung Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, pada Sabtu (9/5). Selain mengecek warga yang positif korona di nagari ini yang berinisial Y, sehari-harinya mekanik lepas di toko elektronik Pasar Payakumbuh, Ferizal juga sempat melayat ke rumah tetangga Y yang meninggal mendadak pada Sabtu itu. (frv)