Dinkes Tunggu Hasil Labor Pusat

14
Lila Yanwar

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar masih menunggu hasil pemeriksaan dari pusat terkait kasus bayi di Solok yang diduga Hepatitis Misterius, Rabu (11/5).

Kepala Dinkes Sumbar, Lila Yanwar, Rabu (11/5) mengatakan pemeriksaan terkait kasus bayi dari daerah Solok yang meninggal diduga akibat Hepatitis Misterius masih terus berlanjut.

“Belum, sampai hari ini kita dari Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari pusat,” katanya.

Ia mengatakan, laboratorium pemeriksaan Hepatitis Misterius ada dua tempat yang berada di Jakarta, yaitu Laboratorium Universitas Indonesia (UI) dan Laboratorium Rumah Sakit Sulianti Saroso di Jakarta.

“Untuk laboratorium di Sumbar kita masih mempelajari terlebih dahulu, jenis virusnya apa, penyebanya apa, dan penularannya bagaimana, kemudian memungkinkan atau tidak untuk diperiksa di laboratorium Sumbar, kita masih dalam pengecekan, belum ada pembicaraan ke arah tersebut,”ucapnya.

Ketika ditanya terkait pembentukan satuan tugas (satgas), Lila menjawab masih dalam tahap penyusunan tim ahli yang disusun oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

“Iya untuk sekarang masih disusun tim ahlinya siapa saja yang nantinya akan melakukan pemeriksaan kasus-kasus hepatitis misterius ini, karena kita perlu tim yang betul-betul mampu membantu kita dalam hal tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:  M Irsyad: 141 Nasabah Kena Skimming, Kerugian Bank Nagari Ditaksir Rp1,5 M

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumbar, Finny Fitry Yani mengatakan pihaknya masih melakukan perundingan dalam menyusun tim-tim yang akan melakukan pemeriksaan kasus hepatitis misterius baik di Provinsi maupun di kabupaten/kota.

“Iya betul, itu sekarang masih tahap penyusunan dan pemilihan siapa saja nantinya yang akan tergabung ke dalam tim, tim ini juga akan dibentuk di seluruh kabupaten/kota, agar kita bisa dengan sigap dan cepat mengatasi permasalahan jika nantinya ditemukan kasus hepatitis akut,” jawabnya.

Lebih lanjut, Finny menambahkan tim ini dibentuk untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hepatitis unknown etiology. Sebelum itu seluk beluk dari virus itu sendiri harus diketahui terlebih dahulu.

“Tim-tim ini nantinya akan membantu kita dalam pemeriksaan kasus hepatitis, pastinya yang tergabung ke dalam tim ini adalah dokter anak yang memiliki keahlian-keahlian tersebut baik yang ada RSUP M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan maupun dokter anak yang ada di kabupaten/kota di Sumbar, yang nantinya akan diberikan SK oleh Dinkes Sumbar,” terangnya. (cr4/cr6)