Pasien Covid 19 yang Sembuh Terus Bertambah

Proses pelaksanaan rapid test di jajaran Kejati Sumbar kemarin (11/6). Tes tersebut untuk mengetahui secara dini penyebaran Covid-19 di lingkungan Kejati Sumbar. (Foto: IST)

Angin segar bagi masyarakat Sumbar, penambahan pasien positif Covid-19 mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Kemarin (11/6) sebanyak dua orang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dari 1.347 sampel swab yang sudah diperiksa. Ribuan sampel yang diperiksa di Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Bukittinggi dibawah pimpinan Dr. dr. Andani Eka Putra itu menjadi rekor pemeriksaan swab tertinggi secara nasional.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal mengatakan dalam beberapa hari terakhir terjadi penurunan kasus terkonfirmasi positif. Bahkan dari ribuan sampel yang sudah diperiksa hingga kemarin, hanya 2 orang yang diketahui posiitif korona. “Jadi total sampai hari ini telah 661 orang warga Sumbar terinfeksi. Terjadi penambahan dua orang lagi dan sembuh bertambah 3 orang, sehingga total sembuh menjadi 392 orang,” jelasnya.

Ia menambahkan, dua warga yang positif itu yakni wanita 45, warga warga Gurunlaweh yang merupakan pedagang Pasar Raya Padang. Saat ini penanganan yang dilakukan isolasi mandiri. Warga lainnya yakni juga seorang wanita, 80, warga Kampuang Pondok yang terinfeksi karena kontak dengan anak yang bekerja di Pasar Raya Padang dan penanganan dirawat di RS. Yos Sudarso Padang.

Menurutnya penyebaran melalui kluster Pasar Raya Padang masih sangat mengkhawatirkan. Untuk itu masyarakat dan pedagang diminta untuk menerapkan protokol kesehatan aman Covid-19. Seperti jagar jarak, kenakan masker dan sering cuci tangan.

Kabupaten Solok Nol Kasus
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Solok menyatakan tidak lagi merawat pasien positif Covid-19, Kamis (11/6). Seluruh pasien di daerah yang diisolasi maupun dirawat dinyatakan sembuh.

“Sampai sekarang total warga Kabupaten Solok yang positif Covid-19 sebanyak 8 orang. Enam orang sembuh dan 2 pasien meninggal dunia,” jelas Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Solok Syofiar Syam, Kamis (11/6).

Kabag Humas Pemkab Solok tersebut menyatakan dua warga positif Covid-19 yang meninggal yakni laki-laki berusia 77 tahun yang beralamat di Nagari Surian Kecamatan Pantai Cermin. Pasien berinisial SF, 77, meninggal dunia pada 21 April 2020.

“Satu lagi, pasien positif yang meninggal adalah laki-laki berusia 69 tahun beralamat di Nagari Kotobaru dan meninggal di RSUD Arosuka pada 14 Mei 2020,” ungkap Syofiar Syam.

Terkait enam pasien positif Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh adalah perempuan 35 tahun, dan suaminya berusia 41 tahun serta anaknya berusia 3 tahun, beralamat di Nagari Surian Kecamatan Pantai Cermin, kontak erat dengan pasien positif inisial S. Ia dinyatakan sembuh pada 10 Mei lalu setelah dilakukan pemeriksaan swab dengan hasil negatif sebanyak dua kali.

Kemudian pasien perempuan umur 49 tahun beralamat di Nagari Bukit Kanduang Kecamatan X Koto Di atas. Riwayat perjalanan ke RSUD Padangpanjang pada 23 April 2020, dinyatakan sembuh setelah dilakukan pemeriksaan swab dengan hasil negatif sebanyak dua kali tanggal 13 Mei 2020 dan 22 Mei 2020.

Lalu, pasien Laki-laki, Umur 44 tahun alamat Nagari Koto baru, yang bersangkutan kontak erat dengan kasus konfirmasi positif Covid-19 Kota Solok, dinyatakan sembuh pada 5 Juni 2020 setelah dilakukan tes swab dengan hasil negatif sebanyak dua kali.

Terakhir, pasien perempuan, umur 52 tahun beralamat di Nagari Surian, kontak erat dengan pasien positif inisial SF, dinyatakan sembuh pada Selasa (9/6) lalu, setelah dilakukan tes swab dengan hasil negatif sebanyak dua kali.

Syofiar Syam mengungkapkan saat ini di Kabupaten Solok sudah melakukan rapid test terhadap 71 orang dan swab tes untuk sebanyak 319 orang. Ia berharap tidak ada penambahan konfirmasi positif.

Dua Masih Positif di Solsel
Di sisi lain, Pemkab Solok Selatan (Solsel) juga mengkonfirmasi, satu orang pasien Covid -19 yang dikarantina di Balai Diklat BPSDM Sumbar dinyatakan negatif. Setelah dua kali swab, YT, 55, sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), kemarin (11/6).

“Dengan sembuhnya YT, sisa pasien positif Covid-19 di Solsel tinggal dua orang lagi. Yakni YS,80, dan MY,50 tahun,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Solok Selatan, Novirman kepada Padang Ekspres, Kamis (11/6).

Dijelaskannya, YT sendiri merupakan pasien satu keluarga berjumlah lima orang yang positif Covid-19 pada 6 Mei 2020 lalu. Empat anggota keluarganya termasuk YT sendiri dinyatakan sudah sembuh, sedangkan ibunya YS, 80, yang dirawat di RSAM Ahmad Muchtar Bukittinggi hingga kini masih positif korona.

Sementara, BM, 56, pejabat Solsel yang sebelumnya positifi juga sudah negatif sesuai uji swab sudah. Namun istrinya MY,50, masih dinyatakan positif Covid-19. BM sendiri bersama istrinya akan diuji swab kedua. Jika hasilnya negatif maka tetap disarankan dikarantina 14 hari lagi. “Kamis depan, BM dan istrinya akan kita swab ulang,” ucapnya.

Pekerja PT MSL Jalani Karantina Mandiri
Di Pesisir Selatan, sebanyak 6 orang tenaga kerja PT Muara Sawit Lestari (MSL), dari 78 orang sebelumnya masih menjalani karantina mandiri. Itu dilakukan di mess milik perusahaan PT MSL di Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pessel, Rinaldi, mengatakan 6 orang yang melakukan karantina mandiri itu, sudah melakukan rapid test di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr M Zein Painan.

“Dari uji rapid test itu, semuanya dinyatakakan negatif Covid-19. Namun mereka tetap mengikuti karantina selama 14 hari. Karenatina ini dilakukan secara mandiri oleh pihak perusahaan yang akan mempekerjakannya pada mess milik perusahaan,” katanya.

Terkait dengan pemulangan 72 orang tenaga kerja itu ke daerah asalnya di Medan, Sumatera Utara (Sumut), hal itu katanya sesuai keinginan pekerja itu sendiri. Sebab sebelumnya ada sebanyak lima orang pekerja yang didatangkan itu menunjukan gejala Covid-19, seperti mengalami suhi tubuh di atas 28 derjat celcius, mata merah dan juga batuk-batuk.

Dia menambahkan enam orang tenaga kerja yang sudah mengikuti uji rapid test dan tengah menjalani karantina mandiri itu merupakan tenaga ahli untuk pemasangan tapak pabrik.

“Karena mereka tenaga ahli untuk pembangunan konstruksi pabrik yang akan dikerjakan, sehingga mereka tetap berada di sini. Namun sebelum terjun ke lapangan, mereka harus menjalani masa karantina dulu sebagaimana dilakukan saat ini,” jelasnya.

Camat Lunang, Lyonica Ventira, menambahkan, 72 orang tenaga kerja yang kembali ke daerah asal itu sebelumnya memang tidak dilengkapi surat hasil tes Covid-19 baik rapid test maupun tes swab.

’Selain itu mereka juga tidak memiliki surat penempatan tenaga kerja dari Dinas Tenaga kerja Provinsi Sumatera Utara dan surat penempatan dan penerimaan tenaga kerja. Karena berbagai hal itu, sehingga kita dari tim gugus tugas Covid-19 kecamatan, melakukan langkah cepat agar kekuatiran masyarakat bisa tertular Covid-19 tidak terjadi di daerah ini, khususnya di Kecamatan Lunang,” ungkapnya.

Dia juga mengingatkan kepada perusahaan yang akan mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah supaya mentaati protokoler kesehatan Covid-19, serta juga surat penempatan dan surat penerimaan tenaga kerja dari instansi terkait. Tujuanya agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang,” timpalnya.

54 Pegawai Jalani Tes
Di Pariaman, seluruh pegawai Kejaksaan Negeri (Kajari) Pariaman menjalani rapid test di Kantor Kajari Pariaman kemarin (11/6). Kepala Kajari Pariaman Efrianto mengatakan bahwa kegiatan itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Dengan melakukan rapid test tentu akan mengetahui apakah pegawai ini negatif atau reaktif. Kalau seandainya reaktif, nantinya langsung dites swab,” ujarnya.

Sementara itu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar melakukan juga menggelar rapid test yang diikuti seluruh pegawai. Kepala Kejati Sumbar Amran didampingi Asintel Teguh Wibowo mengatakan, kegiatan rapid test bertujuan untuk mencegah dan mengetahui Covid-19 secara dini. “Kegiatan ini berkerjasama dengan tenaga medis RSUP Dr M Djamil Padang, alhamdulillah hasilnya negatif,” ujarnya, kemarin (11/6).

Dia menambahkan, selain rapid test, seluruh pegawai jajaran Kejati Sumbar juga melaksanakan tes kesehatan, mulai dari tensi hingga pengecekan suhu tubuh. “Menjaga kesehatan itu penting, apa lagi disaat pandemi seperti saat ini. Untuk itu, saya mengimbau agar menjaga kesehatan, kebersihan diri dan lingkungan supaya tetap bersih. Supaya terhindar dari Covid-19,” imbuhnya.

Amran menjelaskan, guna menekan penyebaran Covid-19, Kejati Sumbar terus menerapkan protokoler kesehatan. “Jadi bila pegawai Kejati dan para asisten, termasuk juga tamu memasuki kantor Kejati Sumbar, harus mencuci tangan terlebih dahulu dan wajib memakai masker,” sebutnya.

Selain itu, pegawai kejaksaan dan juga para asisten yang memiliki gejala sakit, telah diimbau untuk tidak masuk kantor. Para penyidik atau pun yang tengah menangani perkara diminta juga berhati-hati.

“Apalagi yang berkaitan dengan saksi, maka wajib mengikuti protokoler kesehatan agar jangan sampai terinfeksi Untuk itu, diperlukan kehati-hatian,” tukas Amran.(wni/yon/nia/i/f/tno)