Wako Payakumbuh Lapor Vaksin Habis, Begini Reaksi Wagub Milenial Audy

100

Semakin gencarnya vaksinasi di setiap kabupaten dan kota di Sumatera Barat belakangan ini berimbas pada makin menipisnya stok vaksin. Beberapa daerah meminta tambahan suplai vaksin kepada pemerintah provinsi.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat secara daring, yang dipimpin Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, Senin (12/7/2021).

Daerah yang melaporkan kekurangan vaksin, di antaranya Kabupaten Pasaman, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Bahkan Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi melaporkan, stok vaksin di daerahnya sudah kosong.

“Kami laporkan bahwa Kota Payakumbuh sudah kehabisan vaksin, sudah nol. Kami sudah dijanjikan 1.000 vaksin tapi belum ada sampai sekarang. Melalui Pak Wagub kami mohon penambahan dan kalau bisa dapat 10 ribu itu jauh lebih baik. Saat ini kami dapat pinjaman vaksin dari pihak TNI,” ungkap Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi.

Permintaan tersebut langsung direspons cepat oleh Wagub Audy Joinaldy. Wagub milenial ini menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumbar segera mengirimkan vaksin sebanyak 1.000 dosis ke Payakumbuh.

Baca Juga:  Pelunasan Biaya Haji Ditenggat 20 Mei, CJH Segera Konfirmasi Pelunasan

“Provinsi Sumbar hari ini dikirimkan vaksin 6.400 dosis (dari pusat). Mudah-mudahan hari ini sampai. Sisa vaksin kita hari ini ada 2 ribu, tolong pak Kadis yang seribu dikirim ke Payakumbuh,” pinta Audy dalam keterangan resmi Diskominfotik.

Sementara itu Kabupaten Limapuluh Kota hari ini menyisakan 2.220 dosis vaksin dari 36 ribu vaksin yang dipasok. Sebagian besar vaksin telah habis untuk vaksin tahap pertama dan masih perlu tambahan untuk vaksin tahap kedua.

Merespons hal tersebut, wakil gubernur berusia 38 tahun itu minta Bupati Limapuluh Kota agar optimal memprioritaskan penggunaan sisa vaksin yang ada untuk vaksin tahap pertama dulu.

Usai Rakor, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang menambahkan bahwa¬†menjelaskan realisasi vaksinasi sudah mencapai lebih 95 persen di Sumbar. “Saat ini persediaan vaksin sudah minim sehingga para bupati dan wali kota meminta tambahan,” ungkapnya.(rel/esg/wni)