Digusur Setelah Cekcok dengan Wako, PKL Pantai Padang Mengadu ke DPRD

Fraksi Gerindra DPRD Padang Masrizal Aye, Muzni Zen, dan Boby Rustam bersama perwakilan PKL Pantai Padang, Rabu (12/8/2020).

Pascapenertiban pedagang kaki lima (PKL) Pantai Padang, Jumat (7/8/2020) lalu, perwakilan dari PKL mendatangi DPRD Padang. Mereka mengadu karena tidak ada lagi lokasi untuk berdagang di kawasan tersebut.

Rombongan PKL diterima Ketua Fraksi Gerindra DPRD Padang Masrizal Aye. “Kami meminta bantuan DPRD, untuk dicarikan solusi dan relokasi, agar bisa berdagang kembali di sekitar Pantai Padang. Jujur, setelah penertiban dilakukan Satpol PP, dan viralnya video cekcok pedagang dengan Wali Kota Padang itu, membuat kami tidak dapat menjalankan usaha lagi,” ujar Albert, salah seorang PKL yang kena gusur.

Albert mengatakan keberadaan PKL di Pantai Padang, turut membantu pemerintah menertibkan keamanan lingkungan.

“Keberadaan kami juga menertibkan lingkungan dari peluang kejahatan jambret, begal. Selain itu, kami juga turut membersihkan lingkungan tempat kami berjualan,” ujar Albert.

Menurut Masrizal Aye, yang menjadi permasalahan adalah komunikasi antarpedagang dengan Wali Kota Padang, yang tidak berjalan baik.

“Kami akan membicarakan langkah terbaik dengan Pemko Padang, agar PKL dapat berjualan kembali seperti biasanya. Beberapa opsi dapat dilakukan. Seperti, memberikan ruang dan tempat khusus PKL di sepanjang Pantai Padang,” ungkap Masrizal Aye.

Baca Juga:  Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak Pandemi jadi Fokus Utama Mulyadi

Anggota Komisi II DPRD Kota Padang, Muzni Zen menambahkan, di lokasi wisata seharusnya ada pedagang di beberapa tempat. Tetapi PKL harus diberikan ruang dan berjarak dengan satu PKL dengan PKL yang lain. Sehingga, kawasan wisata itu menjadi indah.

“Di berbagai tempat wisata ada PKL kok. Tetapi pada saat ini aturan untuk tidak berjualan di trotoar harus ditaati. Di samping itu, Pemko Padang juga harus memberikan ruang dan tempat, agar PKL masih tetap bisa berjualan. Pemerintah harus memikirkannya. Apalagi pada saat pandemi Covid-19 saat ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Muzni Zen meminta Pemko Padang untuk berlaku adil dengan tempat lain yang trotoarnya dibuat bagus tetapi juga ditempati PKL. “Jika ingin menertibkan PKL, tertibkan juga PKL yang memakai trotoar di tempat lain. Selain itu, banyak trotoar dimanfaatkan sebagai tempat parkir mobil, yang sangat mengganggu akses pejalan kaki,” tutupnya. (*/hsn)