Jelang Anugerah Keterbukaan Informasi, KI Sumbar Bimtek Badan Publik

22

Komisi Informasi (KI) Sumbar sebagai lembaga bentukan UU 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Monitoring Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik secara hybrid (offline dan online).

“Pelaksanaan kegiatan ini digelar untuk lebih masifnya penerapan keterbukaan informasi publik. Bimtek Monev tahun ini beda, karena masih PPKM Level 4, maka digelar secara hybrid (during dan luring),” ujar Ketua KI Sumbar Nofal Wiska, di Primiere Grand Zuri Hotel Padang, Kamis (12/8/2021).

Bimtek Monev ini sudah terpending beberapa kali sejak diluncurkan awal Juli lalu. Bimtek dilaksanakan beberapa sesi.

“Karena kita menerapkan Prokes Covid-19 sehingga pertemuan di ruangan menghindari kerumunan. Sejak masuk sampai di luar masker tidak boleh dilepas,” ujar Nofal.

Ada tiga materi dalam Bimtek Monevv KIP-BP yang secara bergiliran disampaikan pemateri dari KI Sumbar.

Penguatan Kapasitas PPID dalam Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik disampaikan di Sesi I Bimtek oleh Nofal Wiska.

Materi kedua SOP dan Penyusunan DIP oleh Arif Yumardi.dan Tanti Endang Lestari menyampaikan Mekanisme dan Alur Monev 2021 dengan moderator sesi pertama Adrian Tuswandi.

Baca Juga:  Di Tiga Daerah di Sumbar, Nevi Bertemu Wali Siswa Penerima Beasiswa PIP

Bimtek diikuti 394 badan publik, seperti OPD, instansi vertikal di Sumbar, BUMD, sekolah, perguruan tinggi, parpol, Bawaslu dan KPU Kabupaten/Kota, Pemerintah Nagari serta pemerintah kabupaten dan kota.

Mereka mengikuti bimtek sampai 14 Agustus. Setelah itu, pada 30 November digelar 10 besar Anugerah keterbukaan Informasi. Agar bisa mendapatkan predikat informatif dalam keterbukaan informasi publik dan melek teknologi informasi.

“Ada perilaku baru dari pandemi kekinian yakni memanfaatkan teknologi informasi berbasiskan digitalisasi. Bimtek KIP-BP 2021 ini memfokuskan pada pemanfaatan digatal informasi, kuisioner sebagai tahap awal diisi lewat online, tidak manual lagi. Selamat Bimtek,  semoga apa yang menjadi penekanan Presiden RI bapak Jokowi bahwa keterbukaan adalah keharusan,” tegas Nofal.(rel)