Swab Kafilah MTQ Harus Negatif

74
Rombongan Sulsel dan Sulbar menjadi kafilah peserta MTQ Nasional XXVIII perdana yang mendarat di Bandara Internasional Minangkabau, kemarin (11/11). (IST)

Tiga hari menjelang pembukaan MTQ tingkat Nasional XXVIII, satu per satu rombongan kafilah provinsi peserta mulai berdatangan ke Sumbar. Sehari kemarin (11/11), sekitar 300 kafilah empat provinsi sampai di Sumbar via Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padangpariaman. Terdiri dari, kafilah Sulawesi Barat (Sulbar), Sulawesi Selatan (Sulsel), Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Riau.

Sesuai surat gubernur Sumbar tanggal 30 September 2020, setiap kafilah harus melakukan tes swab di provinsi masing-masing dan hasilnya dikeluarkan maksimal 2 hari sebelum keberangkatan. Hanya mereka negarif saja yang diperbolehkan diberangkatkan.

Pantauan Padang Ekspres di BIM, kafilah Sulsel dan Sulbar menjadi yang pertama mendarat di BIM Padangpariaman. Rombongan ini mendarat di BIM pukul 0.55 menggunakan maskapai Batik Air ID 6814. Para kafilah langsung diarahkan menuju pintu kedatangan khusus yang telah ditetapkan pihak BIM yakni, pintu kedatangan baru.

Sebelum menaiki bus yang akan membawa rombongan ke hotel masing-masing, terlebih dahulu kafilah tersebut diperiksa petugas BIM, terkait dokumentasi dan surat rekomendasi dari dinas kesehatan (dinkes) masing-masing soal hasil swab mereka.

Selanjutnya, rombongan kafilah disambut Sekprov Sumbar Alwis dengan tari pasambahan. Setelah itu, barulah rombongan kafilah menaiki bus dan dibawa ke hotel mereka masing-masing. Di pintu kedatangan khusus tersebut, pihak BIM menyediakan dua posko kesehatan tempat tes swab bagi para kafilah dan pendamping yang belum melakukan tes swab di provinsi mereka.

Ketua Kafilah Sulsel, Suherman kepada Padang Ekspres mengatakan, Sulsel menyertakan 68 kafilah dalam MTQ Nasional XVIII kali ini dengan mengikuti seluruh cabang lomba. ”Sesuai moto kami pada MTQ Nasional XVIII kali ini adalah ’Kami Datang untuk Menang’,” jelasnya.

Suherman optimistis, kafilahnya bisa meraih hasil maksimal dalam MTQ Nasional kali ini. ”Kami ingin bangkit dan menjadi juara. Kami berjuang untuk seluruh masyarakat Sulsel,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kafilah Sulbar Abdul Razak menyampaikan, selama perjalanan dari Sulbar sampai Sumbar berjalan aman dan lancar. Kali ini, Sulbar menyertakan 73 kafilah. Sama dengan Sulsel, Sulbar juga mengikuti seluruh cabang perlombaan.

”Kami terdiri dari dua kloter, kloter pertama baru saja mendarat pukul 10.55 tadi dengan pesawat Batik Air, dan kloter kedua mendarat pukul 12.15 dengan maskapai Lion Air JT 358,” jelasnya.

Sebelum berangkat ke Sumbar, pihaknya terlebih dahulu tes swab dan validasi tes swab para kafilah dan pendamping untuk memastikan hasil mereka negatif Covid-19. Di mana, tes swab dilakukan pada tanggal 6-7 November 2020. Di mana, hasilnya seluruh rombongan dinyatakan negatif Covid-19.

”Kami tegas menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Tidak ikut swab, maka tidak kami berangkatkan. Bahkan ada 1 orang dinyatakan positif Covid-19, dan kami tidak berangkatkan yang bersangkutan,” ungkapnya.

Dia berharap, pelaksanaan MTQ Nasional XVIII ini berjalan aman dan lancar, serta menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ketat. Sulbar sendiri menargetkan bisa meraih juara atau peringkat 7 se-Indonesia. ”Ya, mudah-mudahan apa yang kami targetkan tercapai,” harapnya.

Terpisah, Sekprov Sumbar, Alwis mengakui sudah empat provinsi kafilahnya mendarat di BIM. Selain Sulsel dan Sulbar, juga Kalteng dan Riau. Khusus Riau, mereka menggunakan transportasi darat.

”Provinsi Sulbar ada 2 kloter. Kloter pertama menggunakan Batik Air dan mendarat pukul 10.55 bersama rombongan Provinsi Sulsel. Kemudian, kloter kedua Sulbar datang pukul 12.15 dengan maskapai Lion Air JT 358, dan Kalteng maskapai Garuda GA 164 pada pukul 15.55,” ujarnya.

Baca Juga:  Yupi Gummy Hadirkan Iven Ajang Pencarian Bakat Yupi’s Got Talent 2022

Setelah mendarat, para kafilah langsung beristirahat di hotel masing-masing. ”Lalu besok (hari ini), mereka mendaftar untuk mengikuti lomba MTQ Nasional XVIII di Sumbar,” jelasnya.

Alwis menyampaikan, pembukaan MTQ Nasional XVIII dilangsungkan di stadion utama Sumbar di Sikabu, Padangpariaman pada tanggal 14 November. Rencananya pembukaan MTQ Nasional ini dihadiri Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, dan dibuka secara virtual oleh Presiden RI Joko Widodo.

”Tentunya, kami berharap pembukaan MTQ Nasional XVIII ini dibuka langsung oleh bapak Presiden Joko Widodo. Namun, sejauh ini masih dapat kabar dibuka secara virtual,” ujarnya. Untuk kantor Sekretariat MTQ, dipusatkan di Masjid Raya Sumbar. Di mana, setiap perwakilan kafilah harus mendaftarkan kafilah dan provinsi mereka di sana.

Terpisah, Kepala Biro Bina Mental dan Kesra Setprov Sumbar, Syaifullah mengatakan, jumlah kafilah yang akan mengikuti MTQ Nasional XVIII Provinsi Sumbar menurut data terbaru berjumlah 1.476 orang. Namun, dia menyebutkan, jumlah itu akan mengalami penurunan.

Saat ini, pihaknya masih terus melakukan pendataan ulang terkait jumlah pasti kafilah yang bertarung di MTQ Nasional XVIII. Ia menambahkan, terdapat 2 provinsi yang batal mengikuti MTQ Nasional ke XVIII yakni Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Untuk persiapan venue baik tempat pembukaan maupun perlombaan sudah mencapai persiapan final. Saat ini tinggal pengerjaan yang bersifat teknis dan teknologi. Lebih lanjut Syaifullah menyampaikan, terdapat 12 venue yang akan menjadi lokasi penyelenggaraan seluruh cabang lomba MTQ. Semua venue itu seluruhnya berlokasi di Padang. ”Masjid Raya Sumbar dijadikan sebagai panggung utama dan juga Sekretariat MTQ Nasional XVIII Provinsi Sumbar,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kadis Kominfo Sumbar Jasman Rizal mengakui bahwa kewajiban melakukan tes swab itu sesuai surat Gubernur Sumbar tanggal 30 September 2020, bahwa setiap kafilah harus melakukan tes swab di provinsi masing-masing dan hasilnya dikeluarkan maksimal 2 hari sebelum keberangkatan. Kalau negatif baru boleh berangkat.

”Juga, diperkuat dengan surat dari Panpel MTQ tanggal 3 November 2020 tentang Prosedur Kedatangan Kafilah MTQ ke Sumbar. Di antaranya, penekanan tentang kewajiban swab untuk semua anggota kafilah dan pemisahan kafilah dan barang-barang kafilah dengan penumpang umum,” terang dia.

Sementara itu, Angkasa Pura II BIM sudah mempersiapkan kedatangan kafilah dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 ketat. Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II BIM, Yos Suwagiyono mengatakan, sesuai kesepakatan panitia besar MTQ Nasional XVIII, pihak Angkasa Pura II BIM memfasilitasi pintu kedatangan khusus yakni terminal baru BIM.

Dalam menyambut kedatangan kafilah, pihaknya mempersiapkan beberapa fasilitas yang disesuaikan dengan protokol kesehatan Covid-19. Penerapan protokol kesehatan Covid-19 ketat sendiri dimulai dari setiap kafilah dari provinsi di Indonesia harus melakukan tes swab terlebih dahulu dan dinyatakan negatif Covid-19.

”Tes swab sendiri dilakukan di provinsi mereka masing-masing. Kalau nanti ada yang ditemukan belum tes swab, maka kami minta mereka tes swab di posko yang telah disediakan,” ujarnya.

Untuk menyambut kedatangan ribuan kafilah dari provinsi lain, pihaknya juga membuka pameran UMKM produk-produk hasil dari kerajinan berbagai daerah di Sumbar. ”Tujuannya, selain memperkenalkan produk lokal Sumbar, juga menggerakkan industri pariwisata di Sumbar khususnya UMKM,” tukasnya. (a)