Pariwisata Bisnis Kebahagiaan, Ini Strategi Pariaman Tarik Wisatawan

105

Pariwisata merupakan bisnis kebahagiaan. Maka semua yang terlibat dalam usaha sektor pariwisata harus menciptakan bagaimana agar wisatawan bisa senang hatinya, merasa aman dan nyaman ketika berkunjung.

Untuk mewujudkan itu, maka semua tempat wisata, hotel, restoran, dan semua usaha sektor pariwisata harus menerapkan Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan) atau disingkat CHSE.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Pariaman Marhen saat mewakili Wali Kota Pariaman Genius Umar dalam diskusi bulanan Jaringan Pemred Sumbar (JPS) bertema “Strategi Booming Pariwisata Sumbar di Masa Pandemi” di Auditorium Istana Gubernuran Sumbar, Sabtu (13/2/2021).

“Jadi, paradigma pariwisata yang baru sekarang tidak hanya lihat destinasinya yang bagus, tapi juga harus menerapkan CHSE itu,” katanya.

Selanjutnya pria asal Banyuwangi ini menyebutkan bahwa cimeeh dan kritikan menjadi vitamin dalam pengelolaan pariwisata menjadi motivasi. Maka, semua pihak yang bergerak di sektor ini jangan alergi kritik.

“Ibarat vitamin, kritikan itu agar kita kebal dan tambah kuat serta maju. Kalau dikritik mundur, maka tak maju-maju kita,” imbuhnya dalam diskusi yang dimoderatori Wartawan Utama JPS Adrian Tuswandi ini.

Meski pandemi, Dinas Pariwisata Pariaman terus bergerak membenahi dan mempromosikan kalender iven yang sudah disiapkan untuk menjaring wisatawan domestik, terutama dari daerah tetangga seperti Riau, Jambi dan Bengkulu.

Untuk promosi destinasi dan iven, kata Mahen, selain bersinergi dengan media, pemko menyiapkan 1.000 pasukan media sosial yang akan bekerja kreatif, terstruktur, sistematis dan massif.

“Kami targetkan akhir tahun nanti terealisasi 100 persen pasukan itu. Saat ini baru 620 anak-anak muda yang terjaring, termasuk para guru milenial yang kita libatkan untuk membuat dan share konten destinasi, produk ekonomi kreatif, kuliner serta kalender iven kita ke seluruh dunia. Kalau konten kuliner yang kita share di media sosial terlihat menarik, maka akan ditangkap oleh wisatawan,” tukasnya.

Baca Juga:  Bukan Cuma Slogan Anti Korupsi!! Sumbar Raih Penghargaan MCP dari KPK!!

Saat ini saja, dalam menarik wisatawan berkunjung ke Pariaman, pihaknya sudah menyiapkan 45 kegiatan yang masuk kalender iven yang akan digelar dengan protokol kesehatan (prokes).

“Iven yang kita gelar itu dikemas secara kreatif, memiliki nilai komersial dan komunikasi yang bagus. Dalam waktu dekat diluncurkan di Pekanbaru karena dari sana banyak kunjungan ke Pariaman,” jelas Marhen.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial mengapresiasi diskusi yang diadakan JPS Sumbar.

“Sudah satu tahun tiga bulan saya jadi Kadis Pariwisata Sumbar, baru kali ini diajak berdiskusi soal pariwisata Sumbar. Meski bisa dibilang agak terlambat, namun acara ini patut diapresiasi karena akan jadi kontribusi positif bagi dunia pariwisata Sumbar ke depan,” ungkap Novrial dalam sambutannya saat membuka diskusi mewakili Alwis yang berhalangan hadir di hari pertamanya menjabat Plh Gubernur Sumbar.

Dikatakan agak terlambat, kata Novrial, karena “sudah hijau-hijau” pariwisata Sumbar sejak dihantam pandemi Covid-19. “Kami di Dinas Pariwisata tidak lelah mencari formula dalam membangkitkan pariwisata di Sumbar, walau banyak tantangan di lapangan. Namun tantangan ini membuat kami makin bersemangat,” ungkap Novrial pada kesempatan dihadiri Koordinator JPS Heri Sugiarto, Pembina dan Penasihat JPS Leonardy Harmainy dan HM Nurnas.

Dalam diskusi bulanan JPS ini, hadir Pakar Pariwisata Dr Sari Lenggogeni, Wali Kota Pariaman Genius Umar yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Pariaman Marhen, Mantan Kepala Bappeda Mentawai Dr Naslindo Sirait, Ketua ASITA Sumbar Ian Hanafiah, Praktisi Pariwisata M Zuhrizul serta Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial sebagai nara sumber.(rdi)