Banyak Pasien Covid-19, Usulkan PSBB Dua Kota di Sumbar

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. (Foto: dok.padek)

Dua kota di Provinsi Sumbar yang banyak terkonfirmasi pasien positif virus korona (Covid-19) diusulkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dua kota itu adalah Padang dan Bukittinggi.

“Dari hasil kajian kita untuk PSBB, Kota Padang dan Bukittinggi yang mungkin memenuhi syarat. Sementara untuk 17 kabupaten dan kota lainnya dianggap belum memenuhi syarat,” ujar Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat rapat percepatan pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Senin (13/4).

Menurutnya untuk mengusulkan PSBB ke Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Syarat itu saat ini sedang dikaji oleh berbagai pihak termasuk dari akademisi dan Badan Litbang Sumbar.

Irwan Prayitno mengatakan, banyak kategori yang harus dikaji, di antara syarat tersebut adalah jumlah peningkatan pasien positif Covid-19. Hingga Senin (13/4) di Sumbar total pasien positif Covid-19 mencapai 45 orang. Paling banyak di Padang dan Bukittinggi.

“Kalaupun ada kabupaten dan kota lainnya ingin status daerahnya PSBB, agar segera menyiapkan draftnya, kajiannya. Namun untuk kedua kota  tersebut, pemprov akan memfasilitasi ke Menteri Kesehatan RI,” ungkapnya.

Beberapa kriteria yang harus dipenuhi daerah di antaranya jumlah dan kasus kematian, serta adanya epidemiologi di tempat lain yang berkoneksi dengan daerah yang akan mengajukan PSBB.

Selain itu juga harus menyiapkan data-data pendukung, di antaranya mengenai peningkatan kasus dan waktu kurva epidemiologi termasuk peta penyebaran menurut kurva waktu.

“Yang terpenting pemerintah menyediakan kebutuhan hidup dasar bagi masyarakat karena PSBB membatasi masyarakat untuk ke luar rumah. Perlu adanya jaringan pengaman sosial selama PSBB dilakukan,” jelas gubernur dua periode itu.

“Insya Allah besok kita rapat lagi. Mudah- mudahan hari ini, Kota Padang dan Bukittinggi siap dan sudah ada persiapan yang matang sehingga besok kita putuskan untuk diusulkan,” tambahnya.

Di sisi lain, Pemprov Sumbar telah menyediakan tempat isolasi orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pemantauan (PDP), totalnya ada 465 tempat tidur dari beberapa gedung di Sumbar. Pihaknya juga telah meninjau tempat isolasi tersebut bersama dinas kesehatan.

Menurut gubernur, perkiraan puncak penyebaran virus korona di Sumbar diprediksi terjadi pada Mei 2020. Kemudian mulai menurun pada Agustus.(esg)