Daerah Diminta Mandiri Tangani Pasien Positif

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno didampingi Bupati Pessel, Hendrajoni saat berkunjung ke tempat Isolasi ODP Covid-19 di Kampung Muaro Painan Selatan, Jumat (10/4) lalu. (IST)

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meminta pemerintah kabupaten kota diminta bisa mandiri menangani pasien positif korona (Covid-19). Hal itu mengingat semakin merebaknya virus mematikan tersebut di Sumbar.

“Melalui penanganan secara mandiri itu, penyebaran Covid-19 akan bisa diminimalisir lagi. Saya mengapresiasi upaya Pemkab Pessel, sebab sudah melakukan penanganan secara mandiri terhadap warganya positif Covid-19 ringan dan sedang di RSUD Dr M Zein Painan,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Bupati Pessel, Hendrajoni, saat melakukan kunjungan ke tempat isolasi ODP Covid-19 di Kampung Muaro, Nagari Painan Selatan, pekan lalu.

Untuk memaksimalkan upaya pencegahan dan penyebaran virus tersebut, ia meminta Pemkab Pesisir Selatan (Pessel), bisa menyediakan dua lokasi karantina. Pasalnya, berbatasan langsung dengan provinsi tetangga. Dua lokasi karantina itu dapat digunakan bagi masyarakat dengan status orang dalam pengawasan (ODP) dan bagi mereka yang positif Covid-19 ringan. ”Dengan ketersediaan tempat isolasi bagi ODP ini, harus dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Namun disarankan tempat isolasi bisa ditambah satu lagi, yakni bagi mereka yang positif Covid-19 ringan,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar memiliki kesadaran sendiri untuk melaporkan diri kepada petugas kesehatan bila merasa pernah perhubungan langsung dengan orang yang positif Covid-19. “Tujuannya agar penyebaran virus bisa dihentikan melalui upaya isolasi ODP. Sebab bila selama pengawasan yang bersangkutan dinyatakan positif, bisa dipindahkan ke tempat isolasi positif Covid-19 ringan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Pessel, Hendrajoni, menjelaskan dalam pencegahan penyebaran Covid-19, pihaknya tidak saja menggencarkan sosialisasi, serta pendirian posko-posko kesehatan. Tapi juga melakukan penyediaan tempat isolasi. “Selain tempat isolasi di Kampung Muaro Painan Selatan, kita juga telah menyediakan satu tempat isolasi lagi di SMKN 1 Painan dan di lantai tiga RSUD Dr M Zein Painan. Mereka yang diisolasi ini dibagi pada tiga kategori. Di antaranya, ODP, OTG, dan positif Covid-19 ringan. Sedangkan positif Covid-19 ringan dan sedang, kita juga sudah menyediakan ruang
perawatan di RSUD Dr M Zein Painan,” ungkapnya.

Agar penyebaran Covid-19 tidak lagi terjadi, ia mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan yang ada seperti tidak keluar rumah jika tidak perlu. ”Termasuk juga memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, serta menghindari kontak langsung dengan pendatang yang berasal dari daerah zona merah sesuai dengan waktu ditentukan,” pungkasnya.

Perkuat Koordinasi
Sementara itu, Pemkab Tanahdatar bersama Forkopimda telah mengambil berbagai langkah dalam penanganan Covid-19. saat ini Pemkab Tanahdatar memfinalkan data masyarakat terdampak wabah tersebut. Tujuannya agar bantuan dapat segera didistribusikan. “Saya meminta tim gugus tugas segera melengkapi kebutuhan tim dan petugas di lapangan. Seperti melengkapi ketersedian APD, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti di posko perbatasan, dan puskesmas,” kata Bupati Tanahdatar Irdinansyah Tarmizi.

Sekkab Irwandi menyampaikan upaya percepatan penanganan Covid-19 di Tanahdatar tim Gugus Tugas langsung menangani pasien yang terindikasi dengan merujuk ke RSUP M Djamil Padang dan RSAM Bukittinggi. “Melakukan rapid test, karantina mandiri bagi ODP dan karantina terpadu bagi yang terkontak dengan pasien positif,” ujarnya.

Sebagai antisipasi, pihaknya mempersiapkan ruang isolasi untuk 4 tempat tidur dan menyusul 5 tempat tidur lagi di RSUD M Ali Hanafiah SM Batusangkar. “Menyiasati kemungkinan kejadian terburuk, disiapkan 6 lokasi karantina terpadu untuk pasien ODP ataupun kontak erat, di Pusdiklat Kemendagri di Baso, BLK Padangpanjang, Asrama IAIN, Islamic Center Pagaruyung, gedung eks. Akper dan Gedung Nasional Maharajo Dirajo jika sekiranya nanti dibutuhkan,” paparnya.

Selanjutnya pendataan masyarakat terdampak sosial dan ekonomi hampir final. Walau masih verifikasi akhir dan refocusing anggaran juga telah selesai, sudah disampaikan ke Mendagri dan dilaporkan ke DPRD.

Dandim 0307 Tanahdatar Letkol Inf Edi S Harahap menyarankan dua poin penting kepada Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Pertama tentang posko utama yang dianjurkan menggunakan gedung permanen, sehingga petugas di posko akan lebih nyaman bekerja. Kedua, posko perbatasan, di beberapa titik ditinjau keberadaannya dan kalau memungkinkan untuk digabung. Seperti di Kubu Kerambil digabung dengan petugas yang di perbatasan Padangpanjang.

Senada Kapolres Padangpanjang AKBP Sugeng Hariadi, berharap tim gugus tugas menentukan capaian akhir dari pendirian posko perbatasan untuk apa. “Tanahdatar merupakan daerah cukup luas dengan banyak pintu masuk. Posko perbatasan akan efektif jika didukung sarana prasarana dan petugas yang lengkap,” pungkasnya.

Kepala Kejari Tanahdatar Hardijono Sidayat mendukung kegiatan penanganan Covid-19. Kejaksaan akan mengawal penggunaan dana bencana agar tidak disalahgunakan. (yon/mal)