Sambut Baik Ibadah Ramadhan di Masjid, Ketua BK DPD RI: Patuhi Prokes

37
Anggota DPD RI Leonardy Harmainy rapat kerja virtual antara Komite I DPD RI dengan Mendes PDTT, Rabu (22/4/2020). (Foto: Humas DPD RI)

Memperbanyak ibadah terutama di malam-malam Ramadhan sangat dianjurkan. Banyak hadits yang meriwayatkan keutamaan ibadah di bulan suci ini.

“Namun pelaksanaan ibadah tersebut hendaknya sesuai perintah Quran, tuntunan Rasulullah dan mematuhi aturan pemerintah terkait protokol kesehatan (prokes),” ungkap Ketua Badan Kehormatan (BK) DPD RI Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, Senin (12/4/2021) malam.

Menurut Leonardy, soal bagaimana ibadah yang sebaik-baiknya, rukun puasa, syarat sah puasa, hal-hal yang meningkatkan pahala puasa kita, hal yang mengurangi nilai ibadah puasa dan lainnya bisa didapatkan dari para guru. Baik lewat buku maupun pengajian yang diberikan.

Baginya, sangat penting mengingatkan prokes. Ini bukti rasa syukur kita bahwa pada tahun ini dibolehkan shalat tarawih di masjid seperti sebelum tahun 2020, saat wabah virus korona terjadi. Kecuali di zona merah dan oranye, katanya, sesuai anjuran pemerintah agar dilakukan di rumah saja.

“Dibolehkannya beribadah di masjid harus disambut baik. Mari kita buktikan rasa syukur kita tersebut dengan tetap memakai masker, menjaga kebersihan tangan (mencuci tangan/pakai hand sanitizer), dan menjaga jarak (tidak berkerumun). Jadi, menerapkan protokol kesehatan ini penting. Sebab kita tidak tahu kapan wabah ini berakhir. Kita pun tidak tahu siapa pembawa virus. Sudah vaksin sekalipun tidak pula menjamin terhindar dari korona,” ingatnya.

Baca Juga:  JPS Dorong Pemerintah Bantu Sektor Terdampak Pandemi dan Pembatasan

Leonardy juga mengingatkan, sesama muslim itu bersaudara. Memakai masker adalah cara kita melindungi diri dan saudara kita agar tidak terkena virus korona. Sebaiknya menahan diri di rumah ketika badan terasa kurang enak, panas tinggi, pilek, hilang penciuman, hilang kepekaan indra perasa demi menjaga ketenangan ibadah saudara-saudara kita.

“Jangan sampai rumah ibadah kita ditutup, tak boleh melaksanakan tarawih gara-gara kita tidak mematuhi protokol kesehatan. Gara-gara terjadi kasus positif korona di tempat kita beribadah. Mari saling menjaga dan berupaya menjadikan ibadah kita lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” harapnya.

Tak lupa Leonardy mengajak masyarakat Sumatera Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya untuk mengedepankan sikap bersahaja, tidak berlebih-lebihan saat buka puasa dan sahur.

Ramadhan sebagaimana para guru kita, ustad kita mengajarkan adalah bulan pengekangan diri dari segala macam keinginan hawa nafsu negatif. Sebagai langkah kontrol terhadap keinginan-keinginan negatif ini, Allah SWT mewajibkan puasa.

“Puasa juga mengajarkan kepada kita untuk merasakan kehausan dan kelaparan yang diderita saudara kita yang berkekurangan,” tambahnya seraya mengucapkan selamat memasuki Bulan Suci Ramadhan 1442 H dan mohon maaf lahir batin. (rel)

Previous articleTerapkan Prokes Ketat, Gubernur Beri Lampu Hijau DBL 2021 Seri Sumbar
Next articleBanyak Pernikahan Dini di Kota Padang, Kadinkes: Tunda Dulu Kehamilan