PR dalam Pembelajaran Daring

(Foto: INTERNET)

Afdal Fauzen
Guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 40 Padang

Pembelajaran yang dilakukan secara daring (dalam jaringan) begitu mencuat ke permukaan di masa pandemi Covid-19 melanda tanah air. Penerapan social distancing dan physical distancing menjadi dasar pemberlakuan proses pembelajaran secara daring ini.

Sesuai surat yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) No 36962/MPK/.A/HK/2020 perihal pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran corona virus disease (Covid-19).

Hal ini sebagai antisipasi terhadap penyebaran virus korona di sekolah maupun perguruan tinggi. Salah satu poin yang ditekankan oleh pemerintah adalah agar pembelajaran yang konvensioal yang dilakukan di sekolah maupun perguruan tinggi dialihkan dengan membelajaran secara daring di rumah masing-masing. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kalau kita bicara tentang pembelajaran daring ini, sebenarnya telah dilaksanakan oleh perguruan tinggi yang ada di Indonesia, contohnya Universitas Terbuka. Proses perkuliahan yang dilakukan dengan jarak jauh menggunakan jaringan internet merupakan contoh penerapan pembelajaran daring sebelum pandemi ini hadir.

Namun, untuk tingkat sekolah dasar dan menengah pembelajaran secara during, hanya sebagian kecil yang melaksakannya. Hadirnya pandemic Covid-19 mengubah wajah dalam dunia pendidikan di tanah air.

Karena pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka di dalam kelas menjadi pembelajaran secara virtual atau secara online. Pembelajaran dilakukan dengan kecangihan teknologi yang ada, misalnya saja dengan vidio conference google classroom, WA Group, Aplikasi zoom meeting dan lain sebagainya.

Kebebasan guru atau dosen dalam menyampaikan materi pembelajaran merupakan salah satu hal yang menentukan kesukseksan dalam pembelajaran daring.

Pembelajaran daring yang telah dilaksanakan semenjak pandemi Covid-19, tentu memiliki beberapa permasalahan yang dihadapi oleh siswa maupun pendidik. Permasalahan tersebut akan menjadi penghalang untuk mencapai tujuan dalam dunia pendidikan.

Adapun permasalahan yang dihadapi, yaitu kesedian media pembelajaran, baik laptop maupun android atau gadget. Laptop dan android atau gadget merupakan media yang utama digunakan dalam proses pembelajaran daring.

Tanpa adanya media tersebut pembelajaran daring tidak bisa terlaksana. Kondisi ekonomi menjadi penghalang mereka untuk memiliki laptop atau gadget dirumahnya masing-masing. Sehingga tidak semua siswa dalam satu sekolah memiliki laptop atau gadget sebagai media dalam pembelajaran daring.

Fasilitas internet yang tidak memadai juga menjadi permasalahan selanjutnya. Fasilitas internet dalam pembelajaran daring merupakan hal yang urgen kerena tanpa jaringan internet, maka proses pembelajaran tidak dapat terlaksana dengan baik.

Daerah-daerah pelosok yang jauh dari jangkauan internet menjadikan siswa atau mahasiswa tidak nyaman belajar di rumahnya, sehingga mereka akan mencari akses jaringan internet ketempat-tempat yang akses internetnya lancar.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan orang-orang yang berada di daerah perkotaan. Hanya cukup berada di rumah, mereka bisa dengan mudah mengakses jaringan internet.

Di samping jaringan internet yang tidak memadai di sebagian daerah, hal yang menjadi kendala berikutnya adalah kuota internetpun lumayan mahal harganya. Sehingga menyulitkan sebagian mahasiswa atau orangtua siswa untuk membeli paket internet.

Untuk masalah kuota internet yang tidak bisa terjangkau oleh sebagian orang, tentu hal ini perlu menjadi perhatian oleh pemerintah.

Namun di sebagian kampus telah memberikan solusi untuk mahasiswa agar bisa mengakses internet dengan memberikan bantuan paket internet gratis kepada mahasiswa, seperti yang telah dilaksanakan oleh kampus UNP Padang.

Namun, bagaimana dengan siswa yang ada di sekolah? Pemerintah telah memberikan solusi dengan membuat program di TVRI yang bertajuk “Belajar dari Rumah”.

Program ini merupakan alternatif yang dilakukan oleh pemerintah bagi siswa, guru dan orangtua agar pendidikan tetap berlanjut ketika masa pandemi Covid-19 melanda. Program belajar dari rumah ini telah dilaksanakan sejak 13 April 2020 untuk tingkat PAUD dan menengah.

Program ini ditujukan untuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang memiliki keterbatasan akses internet maupun keterbatasan ekonomi. Namun, program yang ditayangkan di TVRI ini juga menjadi permasalahan ketika di daerah tersebut belum masuk listrik. Sehingga siswa tidak bisa menikmati di rumahnya.

Selain itu, pembelajaran secara daring juga memberikan permasalahan kepada siswa dalam memahami materi pelajaran. Guru akan lebih leluasa dalam menjelaskan materi kepada siswa di dalam kelas ketika pelajaran secara konvensional di dalam kelas.

Namun ketika pembelajaran dilakukan secara virtual, maka motivasi intrinsik dari siswa yang sangat utama, karena mereka lebih dituntut untuk bisa mandiri. Namun bagaimana dengan mereka yang kurang motivasinya dalam belajar? Tentu hal ini perlu dicarikan solusi.

Setidaknya peran orangtua sangat diharapkan untuk selalu mengawasinya.  Lingkungan belajar juga mempengaruhi dalam pembelajaran secara daring.

Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah faktor ekstenal, faktor eksternal ini diantaranya adalah lingkungan sosial. Kehadiran teman sebaya ketika belajar akan mempengaruhinya. Setidaknya ketika melihat teman rajin belajar juga akan memicu semangat dalam diri seseorang.

Permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran daring tersebut tentu menjadi PR bagi pemerintah dan orang-orang yang terlibat dalam pendidikan. Agar permasalahan yang dihadapi selama pembelajaran secara daring dapat diminimalisir.

Namun bagi pendidik, meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran daring merupakan hal yang perlu dilakukan untuk mensukseskan proses pembelajaran secara virtual ini.

Serta peran aktif orangtua dalam membimbing dan mengawasi anaknya di rumah juga perlu ditingkatkan. Semoga permasahan-permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran secara daring dapat diminimalisir. Aamin.(*)