Sekolah Terapkan Prokes Ketat, Antisipasi Hepatitis Misterius

7
ANTISIPASI: Siswa di salah satu SMA yang ada di Kota Padang usai melaksanakan gotong royong membersihkan sekolah mereka. Kebersihan sekolah menjadi prioritas saat ini guna mencegah wabah Hepatitis Misterius.(IST)

Pascaadanya dugaan kasus hepatitis akut di Kabupaten Solok, pemerintah setempat tetap memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah, dengan catatan memperketat protokol kesehatan selama di lingkungan sekolah.

“Kalau PTM hingga saat ini kita masih tetap jalan, dan sesuai dengan surat edaran bupati, yang jelas kita masih berkoordinasi dengan dinas kesehatan, pemprov dan ketentuan Pemerintah Pusat,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, Zainal Jusmar, Kamis (12/5).

Dijelaskannya, sampai saat ini belum ada imbauan dari bupati terkait PTM pascaada dugaan hepatitis, dan dari dinas kesehatan saat ini sedang melakukan sosialisasi terhadap seluruh kepala sekolah dan pihak terkait lainnya.

Lebih lanjut, informasi dari Pemerintah Pusat menurutnya persoalan PTM belum perlu untuk dievaluasi, hanya saja pencegahannya bisa dilakukan dengan melakukan protokol kesehatan yang ketat.

“Tadi (kemarin, red) Dinkes sudah menyosialisasikannya dengan seluruh kepala sekolah,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Zulhendri membenarkan, pihak sudah melakukan sosialisasi terhadap 160 kepala sekolah SD SMP, Kemenag dan tokoh masyarakat terkait persoalan dugaan hepatitis akut tersebut, Kamis (12/5).

“PTM masih tetap seperti biasa sesuai ketemtuan bupati, kemudian protokol kesehatan harus benar-benar diterapka di setiap sekolah,” ungkapnya, Kamis (12/5). Prinsipnya prokes tetap diterapkan selama PTM karena mencegah hepatitis tetap cuci tangan dan memakai masker, saat PTM kebijakan prokes harus tetap dijalankan di sekolah.

Menurutnya, seluruh sekolah sepakat untuk memperketat prokes, dan pihak dinkes akan melakuka pengawasan terhadap PTM, serta terus berkoordinasi dengan dinas Pendidikan terkait apa yang harus dilakukan.

Lebih lanjut, pada 17 Mei nanti, pihaknya akan menggelar vaksinasi terhadap anak usia 12-18 tahun, dan vaksinasi dasar kepada anak di bawah 12 tahun, sebagai salah satu upaya pencegahan penularan hepatitis.

“Bulan vaksinasi nanti, kita fokuskan terhadap pencegahan hepatitis, serta ke depannya kita tetap mengikuti arahan bupati, dan selalu berkoordinasi dengan pemprov dan Pemerintah Pusat,” tukasnya.

Sekolah Lakukan Antisipasi

Sementara itu, di Kota Padang, sekolah-sekolah juga mulai meningkatkan prokes untuk antisipasi menyebarnya Hepatitis Misterius. Pantauan Padang Ekspres di beberapa sekolah yang ada di Kota Padang, Kamis (12/5) terlihat kebersihan sekolah sangat terjaga, di setiap sudut sekolah sudah dilengkapi dengan tempat sampah, dan juga terlihat ada beberapa tempat cuci tangan dan sabunnya.

Kepala SD Negeri 06 Kampung Lapai, Agusyadi kepada Padang Ekspres mengatakan, hingga hari ini belum ada arahan dari dinas pendidikan (disdik) kepada sekolah terkait virus Hepatitis Misterius yang sekarang sedang banyak diperbincangkan.

Baca Juga:  Tokoh Minang Prof Fahmi Idris Meninggal Dunia

Meskipun begitu, sekolah secara mandiri meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga kesehatan anak didiknya agar tidak tedampak Hepatitis Misterius tersebut. Begitu juga dengan penjagaan yang ketat di lingkungan sekolah.

“Kalau untuk arahan menanggapinya dari dinas pendidikan itu belum ada, seperti yang saya baca itu sekarang kan virusnya belum diketahui sebenarnya bagaimana, penularannya juga belum diketahui seperti apa. Akan tetapi kita tetap harus waspada,” terangnya.

Sementara itu, dengan gejala Hepatitis Misterius yang diketahui seperti demam, mual, diare, penyakit kuning, dan muntah. Agusyadi menuturkan sangat penting memperhatikan kesehatan dan kebersihan makanan siswa sekolah.

Terkait pembelajaran tatap muka (PTM), Agusyadi mengatakan, sebelumnya masih melaksanakan sistem 50 persen, namun berhubung minggu depan siswa melaksanakan ujian. Bagaimana nanti ke depannya masih menunggu arahan dari dinas pendidikan.

Senada dengan itu, Kepala SMP Muhammadiyah 6 Padang, Suharti mengatakan, pihaknya sudah siap antisipasi dan waspada terhadap isu Hepatitis Misterius, meskipun belum ditemukan kasus yang positif di Kota Padang.

“Kalau pastinya kan kita masih belum tahu sejenis apakah virus ini, tapi kan kita tidak boleh lengah, karena dari gejala yang kita baca itu sama dengan gejala hepatitis biasa, namun hepatitis yang sekarang lebih akut serangannya pun juga mendadak, bahkan bisa menyebabkan kematian,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun belum ada arahan dari disdik pihaknya saat ini sudah mulai meningkatkan kewaspadaan. Tampak siswa-siswa sedang gotong royong membersihkan seluruh perkarangan sekolah.

Suharti menambahkan untuk proses PTM ke depannya masih menunggu arahan dari disdik. Tapi untuk keamanan dan juga kenyamanan anak-anak pihak sekolah akan terus memastikan yang terbaik.

Para orangtua berharap virus Hepatitis Misterius jangan sampai menyebar di Kota Padang, mereka tidak ingin nantinya penyakit tersebut akan sama seperti masa pandemi Covid-19 sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Padang, Melinda Wisma menyampaikan tindakan sekolah-sekolah sudah sangat bagus dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap Hepatitis Misterius.

Menurutnya, pelaksanaan PTM terbatas bagus, hanya saja ini terlalu dini untuk bertindak ke arah tersebut karena posisi Hepatitis Misterius Akut sekarang juga belum jelas. Meningkatkan kebersihan lingkungan sekolah, perketat protokol kesehatan, dan pola makan sehat anak-anak adalah tindakan yang sangat benar dilakukan.

“Sekali lagi kita tetap mengimbau kepada seluruh orantua untuk tidak panik dan khawatir, cukup waspada saja,” sebutnya. (frk/cr4)