Doni Monardo Minta Perantau Bersabar, Jangan Pulang Kampung Dulu

161

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen (TNI) Doni Monardo kunjungan kerja ke Pantai Kata, Kota Pariaman, Provinsi Sumbar, Rabu (14/4/2021).

Kedatangan Doni Monardo disambut Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto,  Pjs Sekprov Sumbar Benni Warlis, Asisten III Nasir Ahmad, Kalaksa BPBD Erman Rahman dan jajarannya.

Kepala BNPB Doni Monardo menyebutkan, kedatanganya ke Sumbar antara lain untuk evaluasi penanganan Covid-19 di Sumbar. Dirinya juga mengajak seluruh komponen pemerintahan daerah hingga masyarakatnya agar dalam upaya mempersiapkan diri bersama menghadapi potensi bencana alam di sepanjang pesisir pantai wilayah Sumbar.

“Kesadaran masyarakat ini bisa menjadi langkah yang baik dalam upaya pencegahan, untuk lebih siap mengantisipasi bencana abrasi ataupun tsunami,” kata Doni Monardo.

Mantan Danjen Kopassus itu mengatakan bahwa kesadaran masyarakat sangat penting.

Larangan Mudik

Selain itu dia juga meminta seluruh perantau Minang agar tidak pulang kampung untuk sementara waktu. Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.

Melalui surat edaran ini, pemerintah tegas melarang masyarakat melakukan kegiatan mudik lebaran tahun ini demi mencegah penularan virus korona Covid-19.

Baca Juga:  Kepala Kanwil DJPb Sumbar Serahkan Aset Kepada KPKNL Padang

“Jadi keputusan pemerintah, mudik dan pulang kampung dilarang. Bagi perantau untuk bersabar dulu ya. Covid-19 belum habis, masih ada, jadi saya berharap untuk bersabar,” ucap mantan Komandan Paspampres ini.

Doni mengatakan, berkaca dari lebaran tahun sebelumnya, terjadi peningkatan kasus saat aktivitas pulang kampung. Oleh karena itu dia berharap perantau berlebaran secara virtual dan bersilaturahmi dengan memanfaatkan teknologi.

“Jadi masyarakat yang ada di rantau. Jangan pulang kampung dulu. Karena risikonya, setelah lebaran kasus Covid-19 meningkat, rumah sakit penuh, dokterpun terdampak Covid-19,” jelasnya.

Menurutnya, tidak sedikit dokter dan tenaga kesehatan sebagai ujung tombak dalam perawatan akhirnya ikut terpapar. Bahkan tidak sedikit juga yang meninggal dunia.

“Jadi kalau kita sayang kepada bangsa kita, sayang kepada keluarga kita, sayang kepada dokter yang berjuang untuk kemanusiaan. Maka bersabar, jangan pulang kampung dulu,” sebutnya.

Selanjutnya, pemerintah juga telah menetapkan aturan terkait larangan pengoperasian seluruh moda transportasi darat, laut, udara, dan kereta api pada 6-17 Mei 2021. Larangan aktivitas mudik atau pulang kampung tersebut diberlakukan saat lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah.(wni)

Previous articleDET Dukung Pengusaha Pribumi H. Isam, Bangkitkan Ekonomi Nasional
Next articleMilenial Minang Berbagi Inspirasi Karir di Raksasa Teknologi Dunia