Respons Pernyataan Megawati, Mulyadi: Ambil Sisi Positifnya

33

Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar Mulyadi menilai pernyataan Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati tentang Sumbar yang tidak sepopuler dulu karena tidak ada tokoh nasional harus ditanggapi dengan positif.

Menurut Mulyadi, pernyataan Megawati tersebut adalah bentuk kepeduliannya terhadap perkembangan Sumbar. “Kita anggap saja hal tersebut merupakan bentuk perhatian dan kecintaan beliau terhadap Sumbar,” kata Mulyadi, Sabtu (14/8/2021).

Mulyadi mengatakan, Sumbar sebagai provinsi percontohan demokrasi harus mau menerima kritikan dari siapapun termasuk dari Megawati.

Peraih suara terbanyak Pileg 2019 se-Sumbar ini menilai, setiap kritikan harus dijawab dengan evaluasi untuk memperbaiki diri.

“Kita tidak boleh “tibo di mato dipiciangkan tibo di paruik dikampihan”. Artinya kalau faktanya memang ada kekurangan harus kita akui, ujarnya.

“Yang lebih penting lagi kita menyadari kekurangan tersebut dan mencari apa penyebabnya, sehingga kita bisa memperbaikinya ke depan,” tambah Mulyadi.

Lebih lanjut, Mulyadi menduga kegelisahan Megawati dikarenakan adanya kecenderungan kelompok tertentu menggeser politik kinerja ke politik agama yang tidak produktif.

Hal itu juga dirasakannya pada Pilkada 2020 silam dengan banyaknya hoaks dan fitnah untuk menjatuhkan kompetitor demi tujuan kekuasaan semata.

“Hal ini sebetulnya bukanlah karakteristik masyarakat Sumbar dalam berdemokrasi. Tetapi mereka tidak peduli bahwa perbuatan itu dapat menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat yang bisa berdampak jangka panjang,” ungkapnya.

Baca Juga:  Andre Rosiade Apresiasi Menteri BUMN, Inisiasi Reaktivasi Jalur KA Sumbar

Mulyadi mengatakan, nafsu ingin menjadi pemimpin yang orientasinya kekuasaan dengan menghalalkan segala cara bisa merusak tatanan sosial dan politik yang ada di masyarakat.

Oleh karena itu, proses demokrasi menjadi kurang bermutu, yang tentunya berdampak kepada kualitas pemimpin yang dihasilkan. Sehingga harus terus ada perbaikan.

“Kalau caranya begini, bagaimana mungkin kita bisa melahirkan pemimpin-pemimpin hebat seperti dulu lagi. Inilah salah satu pertanyaan mendasar yang di sampaikan Bu Mega. Kita harus akui, suka tidak suka Sumbar tidak lagi menghasilkan pemimpin hebat seperti dulu,” ucapnya.

Sebelumnya, Megawati menyampaikan pernyataan tentang kurangnya bermunculan tokoh-tokoh dari Sumbar akhir-akhir ini. Hal itu disampaikan pada Webinar Bung Hatta Inspirasi Kemandirian Bangsa di kanal Youtube Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDIP, Kamis (12/8/2021).

”Dulu saya tahunya tokoh dari Sumbar, kenapa menurut saya (sekarang) tidak sepopuler dulu atau memang tidak ada produknya? Padahal Sumbar ketika sebelum kemerdekaan sampai setelah merdeka sampai selesai juga Bung Karno (sebagai presiden) itu kan tokoh-tokohnya luar biasa, ya,” kata Mega. (*)