Wisuda 36 Sarjana, Ketua STAI Yastis Padang Ingatkan: Salat Jangan Bolong!

73

Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Tarbiyah Islamiyah (STAI-Yastis) Padang mewisuda 36 sarjana baru di Hotel Basko Grand Mall, Sabtu (13/8). Wisuda Angkatan ke-20 ini berasal dari Sarjana Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI). Total alumni STAI Yastis Padang mencapai 1.174 orang. Di antara 36 sarjana yang diwisuda, terdapat dua orang sarjana S2.

Ketua STAI Yastis Padang Dr H Abd Rahman MA, menaruh harapan besar terhadap wisudawan agar melanjutkan perjalanan hidup sebagai sarjana PAI. “Saya berharap wisudawan menerapkan ilmu dan terus menambah ilmunya. Mejadi sarjana bukan berarti ilmu yang didapat sudah sempurna,” kata Abd Rahman.

Ia juga mengingatkan agar seluruh wisudawan tidak meninggalkan kewajiban salat lima waktu, “Kadang, lulusan perguruan tinggi agama, tapi masih lalai ibadahnya, salatnya masih bolong, saya berharap itu tidak terjadi lagi,” harapnya.

Rahman menyebutkan STAI Yastis Padang memiliki kelebihan yang spesifik dibanding perguruan tinggi lain, dimana mahasiswa alumni dibekali dengan kearifan lokal, yaitu pengetahuan tentang Budaya Alam Minangkabau (BAM).

“Dimana mereka sudah paham akan adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah. Inilah yang spesifik di PAI kita saat ini, yang mungkin di PAI lain tidak ada,” katanya.

Tambahnya, mahasiswa diberikan teori BAM dan dibawa ke lapangan seperti pusat-pusat kebudayaan yang ada di Sumatera Barat (Sumbar), “Kita juga berharap mereka tidak puas dengan ilmu yang dimiliki, kita terus mendorong untuk lanjut ke studi dua, dan yang lainnya terus menambah ilmunya,” ujarnya.

Selanjutnya, Ketua Yastis Sumbar, Prof. Dr. H Salmadanis, M.Ag, yang turut hadir mengatakan hingga saat ini STAI Yastis telah melebihi target dengan penerimaan sebanyak 93 mahasiswa baru.

“Berdasarkan catatan saya di beberapa perguruan tinggi agama swasta di Sumbar, yang mana rata-rata sekolah tinggi agama swasta lainnya hanya sebanyak 20 sampai 30 orang, kita sudah mencapai 93 orang,” katanya.

Ia berharap kepada seluruh wisudawan dapat menjadi guru di sekolah-sekolah yang terus mengembangkan eksistensi diri tetap tajam dan menambah ilmu pengetahuan di luar sana.

Baca Juga:  Pemerintah Indonesia Tetapkan Tarif Listrik Tidak Naik Tahun 2022 Ini

“Alhamdulillah kita telah menyiapkan dan akan membuka 3 program studi baru yaitu Manajemen pendidikan, Ekonomi Bisnis, dan Pascasarjana, mudah-mudahan dalam waktu cepat, cita-cita kita bisa terwujud sekolah tinggi menjadi institut agama islam Sumbar,” jelasnya.

Ia juga mengatakan terkait pengembangan kampus, “saat ini kita sudah punya lebih kurang 6.000 meter persegi, dan seluruhnya ada 2 hektare, kemudian 15.000 meter persegi lagi tengah dalam proses sertifat, 5.000 di antaranya sudah memiliki sertifikat atas nama Yastis,” katanya.

Dalam hal ini ia berharap Gubernur Sumbar dapat membantu mempermudah jalan proses pengembangan STAI kedepannya.

Berikutnya, Ketua PD Tarbiyah-Perti Sumbar, Prof. Dr. H. Syofyarma Marsidin, M.Pd, yang juga hadir dalam acara berharap kepada wisudawan sebagai alumni dapat menerapkan 4 pedoman perilaku sebagai guru didik.

“Pertama, berdasarkan nilai-nilai keislaman atau quran dan hadis. Kedua, yang namany pendidikan tentu berdasarkan nilai-nilai edukatif, yang banyak sekarang adalah guru,” ujarnya.

Menurutnya sebagai seorang guru peran alumni yang dilepas hari ini (13/8) harus mencerminkan konse perilaku sebagai suri tauladan, mempunyai akhlak yang mulia. Kemudian yang ketiga, tidak lepas dari kultural Budaya Alam Minangkabau adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah.

“Inilah yang harus dipahami lebih dalam, yang terakhir adalah nilai-nilai kebangsaan kita yang disebut dengan Pancasila, sebagai guru agama harus bisa menempatkan diri sebagai guru yang mempunyai nilai-nilai kebangsaan,” harapnya.

Lanjut Syofyarma 4 hal tersebut merupakan rambu-rambu bagi perilaku guru pendidikan agama. Dimana moralnya lebih tinggi dibandingkan guru lainnya, sebab persoalan bangsa dan negara saat ini lebih banyak kepada pendidikan karakter. “Yang harus dipahami adalah pendidikan karakter tidak bisa diajarkan secara tepri melainkan langsung dipraktekan,” sebutnya.

Terakhir, Gubernur Sumbar yang diwakilkan kepada Sekretaris Dinas Pendidikan Sumbar, Sadrianto mengucapkan selamat atas diwisudanya 36 orang sarjana PAI STAI Yastis Padang.(cr4)