Tracing Terus Dilakukan, Warga Diminta Jujur

21
ilustrasi. (jawapos.com)

Warga Sumbar positif Covid-19 mencapai 9.050 orang. Penyebarannya ke daerah semakin mengkhawatirkan. Masyarakat diminta agar tidak terpengaruh dengan isu menyebut Covid-19 adalah hoaks. Karena hal itu menjadi salah pemicu meningkatnya kasus positif.

“Kami mengimbau masyarakat Kota Solok untuk memahami dan terbuka saat petugas melakukan tracing. Sebab masih ditemukan masyarakat yang hilang rasa percaya akibat berita bohong (hoaks) tentang Covid-19, yang memungkinkan menghambat proses tracing,” kata Pjs Wako Solok Asben Hendri.

Ia mengatakan 3T (testing, tracing dan treatment) merupakan upaya yang tidak mudah sehingga membutuhkan sinergi dari masyarakat. Untuk itu Ia mengimbau masyarakat untuk betul-betul memahami bahwa keterbukaan masyarakat sangat penting bagi pemerintah dalam upaya melakukan tracing.

“Meskipun secara umum masyarakat Kota Solok memiliki kesadaran yang cukup tinggi saat di tracing, tapi kami tidak bosan-bosannya untuk mengajak untuk tetap bekerja sama, agar wabah ini bisa kita tekan tingkat penularannya,” ujarnya, Selasa (13/10).

Ia berharap masyarakat tidak memberikan stigma negatif terhadap penderita positif Covid-19. Selain itu ia mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menekan penularan dalam lingkungan klaster keluarga. Terapkan protokol kesehatan yang ketat terhadap sesama anggota keluarga dan lindungi anggota keluarga yang masuk kelompok rentan.

Tak hanya itu, Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi Peraturan Daerah Adaptasi Kebiasaan Baru. Perda ini bukan untuk membebani, tapi untuk melindungi masyarakat Kota Solok dari ancaman Covid-19, apalagi, angka kasus positif di kota Solok cukup tinggi. “Untuk pencegahan dan penanganan Covid-19, perlu kerja keras dari tim gugus. Dan yang tidak kalah penting dukungan dari segenap elemen masyarakat,” terangnya.

Baca Juga:  Masyarakat Harapkan Jalan, Mualim Jawab dengan Program Sumbar Akses 

Hingga Selasa (13/10), Kota Solok mengonfirmasi 195 kasus positif Covid-19,  147 dinyatakan sembuh, 3 meninggal dunia. Saat ini ada sebanyak 45 kasus aktif, dengan rincian 29 orang isolasi mandiri, 14 orang isolasi di  posko penanganan Covid-19 Bandapanduang, Kota Solok, 1 orang isolasi di RSUD M. Natsir, 1 orang di RSUP M Djamil Kota Padang.

Mengingat cukup menonjolnya jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Solok, pemerintah daerah bersama tim gugus tugas meminta masyarakat untuk waspada dan menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal mengatakan, Selasa (13/10) tejadi penambahan 177 warga sumbar positif terinfeksi Covid-19. Sembuh bertambah 90 orang, sehingga total sembuh 5.098 orang dan meninggal bertambah 2 orang sehingga total meninggal 183 orang. “Total 9.050 orang yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 di Sumbar,” ujar Jasman.

Jasman mengatakan, Kota Padang masih menjadi daerah terbanyak penyumbang kasus baru. Saat ini Kota Padang masih berstatus zona daerah atau berisiko tinggi penyebaran Covid-19. Disusul dua daerah lainnya yakni Kota Sawahlunto dan Kota Pariaman.

Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kabupaten 50 Kota berstatus zona kuning dengan risiko rendah penyebaran virus. Sedangkan 14 daerah lainnya berstatus zona oranye dengan risiko sedang penyebaran Covid-19.

Ia berharap, dengan efektifnya penegakan Perda AKB penyebaran virus bisa dikendalikan dan masyarakat bisa sadar dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan.
Untuk itu ia meminta agar pemerintah kabupaten kota proaktif turun ke masyarakat dan terus memberi pemahaman ke masyarakat tentang bahayanya wabah Covid-19.(f/wni)