Vaksinasi Sinovac Resmi Dimulai di Sumbar

Danrem 032 Wirabraja Brigjen Arief Gajah Mada disaksikan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, bersiap menjalani vaksinasi Covid-19 di Sumbar, kemarin (14/1). Dia menjadi orang pertama divaksin di Sumbar. (IST)

Komandan Resor Militer (Danrem) 032 Wirabraja, Brigjen Arief Gajah Mada menjadi orang pertama divaksin Sinovac di Sumbar. Hal ini menyusul, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno urung divaksin karena alasan kesehatan kurang baik. Hari pertama dimulai vaksinasi Covid-19 ini, sebanyak delapan orang divaksin.

Berdasarkan data yang diperoleh Padang Ekspres, seharusnya 14 orang divaksin kemarin. Terdiri dari, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto, Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto, Danrem 032 Wirabraja Brigjen TNI Arief Gajah Mada. Lalu, Kajati Sumbar Anwarudin Sulistiyono, Kepala BPKP Perwakilan Sumbar Buyung Wiromo Samudro, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sumbar Suwondo Rahardjo.

Selanjutnya, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar dr Pom Harry Satria, Kepala BPOM Sumbar Firdaus Umar, Kepala Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand Dr Andani Eka Putra, Direktur RSUP dr M Djamil Padang Dr Yusirwan Yusuf, Kepala Diskominfo Sumbar Jasman Rizal, Kabiddokkes Polda Sumbar Kombes Pol Lisda Cancer, serta Komandan Denkesyah Korem 032 Wirabraja, Kolonel Ckm Zulfikar.

Nah, enam orang di antaranya ditunda penyuntikannya usai dilakukan pengecekan kesehatan karena kurang sehat. Masing-masingnya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto, Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto, Kajati Sumbar Anwarudin Sulistiyono, Kepala BPKP Perwakilan Sumbar Buyung Wiromo Samudro, dan Kabinda Sumbar Suwondo Rahardjo.

Sebelum divaksin, terlebih dahulu penerima vaksin Sinovac ini harus melakukan pendaftaran dan pengecekan nama yang telah terdaftar secara online. Selanjutnya, diperiksa kesehatannya berupa pengukuran tekanan darah, pengecekan penyakit yang pernah diderita atau sedang dirasakan (komorbid), serta pengecekan kesehatan lainnya. Jika dinyatakan sehat, mereka langsung divaksin oleh vaksinator. Usai disuntik, penerima diminta istirahat dulu selama 30 menit.

”Nama-nama penerima vaksin yang ditunda ini, insya Allah akan divaksin mungkin besok, lusa, atau dalam waktu dekat sesuai kondisi kesehatan,” terang Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Umumnya, penyebab penundaan ini akibat faktor kesehatan seperti, hipertensi, diabetes, dan komorbid lainnya. ”Jadi saat dilakukan pengecekan hipertensi, ada tekanan darah kami tercatat 170, 190, 143, dan 160. Sehingga, penyuntikan vaksin ditunda terlebih dahulu,” ungkapnya.

Untuk Sumbar, menurut Gubernur, tahap pertama vaksinansi dilakukan Padang dan Pesisir Selatan (Pessel). ”Vaksinansi ini bertahap dilakukan. Tahap pertama para tenaga kesehatan (nakes) yang difokuskan terlebih dahulu, dan baru kemudian masyarakat sendiri,” ujarnya. Tahap pertama ini dilakukan Forkompimda Sumbar sebagai bentuk dukungan moril dan motivasi kepada masyarakat agar mau mengikuti vaksinansi.

Vaksin Sinovac, tambah dia, sudah diuji klinis dan mendapat sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga, tidak ada lagi alasan untuk menolak program vaksinasi. ”Apalagi banyak muncul di media sosial tentang informasi tidak benar atau hoaks tentang vaksinansi ini, sehingga itu yang perlu ditangkal oleh informasi-informasi yang benar,” sebut Irwan.

Menurut Irwan, vaksinasi ini upaya lanjutan dari pemerintah guna menekan kasus positif Covid-19 di Indonesia. Setelah penerapan prokes Covid-19, tracking, testing, dan perawatan dilakukan, namun kasus Covid-19 masih tinggi. ”Untuk itu lah vaksinansi ini langkah lebih lanjut dari pemerintah untuk menekan kasus pandemi Covid-19 ini. Makanya, mari dukung program ini dan sukseskan,” tukasnya.

Danrem 032 Wirabraja Brigjen TNI Arief Gajah Mada usai divaksin mengungkapkan, dirinya sangat senang menjadi orang pertama penerima vaksin Sinovac di Sumbar. Usai disuntik vaksin, dia tidak merasakan gejala apapun atau normal seperti biasanya. Hanya saja saat disuntik, rasanya seperti digigit semut. ”Ya, perasaannya biasa saja seperti kondisi normal. Normal sih karena ketika disuntik ada rasa seperti digigit semut, namun sejauh ini setelah divaksin saya tidak merasakan apa-apa,” jelasnya.

Baca Juga:  Tinjau RSUP M. Djamil, Penjabat Gubernur Sumbar Disuntik Vaksin

Kondisi tersebut membuat Brigjen TNI Arief Gajah Mada bertambah bahwa vaksin Sinovac aman dan halal. Kepada masyarakat Sumbar, Brigjen TNI Arief Gajah Mada mengimbau, tidak perlu ragu dan gusar lagi mengikuti program vaksinasi karena vaksinansi ini upaya pemerintah memutus rantai penularan virus Covid-19 khususnya di Sumbar.

Tahap Awal Padang dan Pessel
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar, Arry Yuswandi menambahkan, vaksin sudah Sinovac sudha dikirim ke Padang dan Pessel. ”Setelah dua daerah ini, tahap selanjutnya diikuti 17 kabupaten dan kota lainnya. Pemilihan dua daerah tersebut merupakan keputusan dan kebijakan Kemenkes,” jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah vaksin yang diterima Sumbar tahap awal ini 36.920 dosis. Jika proses vaksinansi dilakukan dua kali kepada satu orang, maka 18 ribuan orang divaksin tahap pertama ini. Untuk Padang, vaksinansi dilakukan hari ini di puskesmas yang ada. Untuk informasi pasti di mana lokasinya, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Dinkes Kota Padang. ”Untuk Pessel, kami masih menunggu konfirmasi dari pihak Pemkab Pessel,” ungkapnya.

Soal adanya informasi nakes menolak divaksin, pihaknya bertekad terus mengimbau nakes bersedia divaksin. ”Nakes orang paling berpotensi terinfeksi Covid-19 karena berhadapan langsung dengan pasien positif Covid-19. Makanya, kami terus mengimbau kepada teman-teman nakes dan SDM nakes mau menjadi contoh kepada masyarakat,” ujarnya.

Secara eksplisit, pihaknya belum menerima data atau laporan terkait adanya nakes menolak menjadi penerima vaksin Sinovac tersebut. ”Kami akan melihat perkembangannya ke depan, karena program vaksinasi ini baru saja dimulai. Setelah itu, baru lah kami lihat informasinya,” kata Arry.

Terkait apakah ada sanksi bagi yang menolak divaksin, Arry mengaku sampai saat ini pihaknya belum melihat dan menerima adanya regulasi yang menyatakan bahwa orang yang menolak vaksin mendapat sanksi. ”Di Perda Provinsi pun tidak ada disebutkan akan ada sanksi bagi orang yang menolak divaksin, sehingga kami masih menunggu perkembangan,” jelasnya.

Hal penting saat ini, tambah dia, bagaimana Pemprov Sumbar dan instansi terkait mencerdaskan masyarakat bahwasanya vaksin Sinovac itu aman dan halal sesuai dinyatakan pihak berwenang. ”Vaksinansi ini upaya kita semua agar secepat mungkin keluar dari pandemi Covid-19. Jika sudah terbentuk imunitas kelompok, maka potensi tertular akan rendah,” ungkapnya. Setelah nakes selesai divaksin, vaksinansi selanjutnya diberikan kepada orang-orang yang bekerja pada sektor pelayanan publik seperti TNI, Polri, Satpol PP, dan lainnya.

Sementara Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar meminta pemerintah daerah tidak melakukan pemaksaan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat. ”Jangan ada pemaksaan, dan pendekatan itu jangan pendekatan hukum dengan berbagai ancaman. Sebaiknya di Sumbar, pendekatan seperti itu jangan dilakukan,” katanya. Pasalnya, hal ini menyangkut hak pribadi masyarakat.

Menurutnya, jika memang vaksinasi Covid-19 tidak memiliki mudarat dan tidak berbahaya, pemerintah bisa melakukan pendekatan medis. ”Masyarakat kita cerdas bagaimana menyikapi ini. Kami dari MUI Sumbar tidak menginginkan ada pemaksaan kepada masyarakat dalam hal ini. Berikan hak masyarakat terhadap diri dan nyawa mereka,” imbuhnya.

Selain itu, sambung Gusrizal, pemerintah jangan melihat vaksinasi ini satu-satunya jalan keluar dari wabah pandemi Covid-19. Padahal, hanya salah satu pilihan. Untuk itu, menurutnya, langkah-langkah lain juga perlu ditingkatkan. ”Nah tentu dalam hal itu, selama ada alternatif seperti itu, jangan kita hanya fokus kepada salah satu solusi. Seolah-olah vaksinasi menyelesaikan segala-galanya. Tidak. Itu yang kita harapkan,” pungkasnya. (a/i)

Previous articleBercita-cita Mencetak 1 Juta Penghafal Al Quran
Next articleLayanan Listrik dalam Genggaman