Keluarga GA Lapor Ke Komnas HAM Sumbar

14
CARI KEADILAN: Keluarga GA didampingi advokat LBH Padang melapor ke Komnas HAM Sumbar kemarin.(IST)

Keluarga GA, tersangka dugaan kasus eksploitasi anak dibawah umur di Kabupaten Agam yang tewas usai ditangkap polisi mendatangi Komnas HAM Sumbar mendatangi Komnas HAM Sumbar Senin (14/3).

Pihak keluarga yang didampingi tim Advokat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang menduga terjadi pelanggaran HAM Ekstra Judicial Killing saat proses penangkapan berlangsung.

Kakak Korban, Edi Gustaman mengatakan, keluarga menginginkan proses yang transparan terkait kematian adiknya. Ia mengatakan ketika dikembalikan ke keluarga kondisi jasad adiknya dipenuhi luka lebam dan memar di beberapa bagian.

“Kami hanya ingin kepastian hukum dan kenapa adik kami bisa sampai meninggal dunia. Jika memang ada pelangaran dalam proses hukum kami beraharap agar pihak yang melaukan diberikan hukuman yang setimpal,”ucapnya.

Ia mengatakan, jika memang benar adiknya melakukan sebuah kesalahan alangkah baiknya dilakukan proses penangkapan dilakukan secara  manusiawi.

Kami tidak akan mempersalahkan apabila memang ia terbukti melakukan suatu tindak pidana dan diproses melalui proses yang benar, namun yang terjadi kepada adik kami sebaliknya, nyawanya langsung hilang tanpa dilakukan proses peradilan terlebih dahulu. Jika memang ia melawan kenapa tidak dilumpuhkan di bagian kaki? Dan kenapa ia harus meregang nyawa?” ucapnya.

Edi mengatakan, lima jam sebelum jenazah GA diantarkan pihak kepolisian ke rumah duka, GA yang berada di kebun masih melakukan kontak telepon dengan orangtuanya di rumah.

”Dalam hitungan jam nyawa adik saya sudah hilang begitu saja, ketika jam tujuh malam ia sudah kembali menjadi jenazah, apa yang sebenarnya terjadi dalam kurung lima jam tersebut?”ungkapnya.
Edi juga menyanyangkan sikap kepolisian yang tidak melibatkan unsur masyarakat dalam proses penangkapan tersebut. “Di sana ada kepala jorong, ada ketua pemuda yang tidak dilibatkan selain itu tidak ada masyarakat yang mengetahui kapan proses penangkapan terjadi di tempat tersebut, apakah kepolisian tidak mengakui keberadaan perangkat tersebut?”ucapnya.

Baca Juga:  Semen Padang Apresiasi Electrifying Lifestyle PLN

Setelah melaporkan kasus tersebut ke Komnas HAM Sumbar, Edi mengatakan, akan melaporkan kasus dugaan pelanggaran HAM tersebut ke Polda Sumbar dengan harapan agar mendapat keadilan untuk adiknya yang sudah tiada.

Ranti dari  LBH Sumbar bidang advokasi yang ikut mendampingi keluarga korban dalam pelaporan ke Komnas HAM Sumbar berharap agar Komnas HAM dapat memantau dan mengusut tuntas kasus tersebut.

Sementara itu, Ketua Komnas HAM Sumbar Sultanul Arifin mengatakan, akan meminta keterangan pihak terkait yakni Polresta Agam tentang kasus yang sedang terjadi serta akan melakukan koordinasi dengan Polda Sumbar.

“Setelah mendapatkan keterangan lebih lanjut baru nanti akan ditentukan langkah selanjutnya,”ucapnya. Sultanul juga  mengatakan menerima laporan dari pihak keluarga dan LBH Padang.

Ia mengatakan pihak keluarga dan LBH harus melengkapi berkas-berkas agar laporan dapat ditindaklanjuti sesegera mungkin. Sultanul mengatakan belum bisa menyimpulkan apakah terjadi pelanggaran HAM atau tidak dikarenakan baru menerima laporan dari LBH dan pihak keluarga.

Ia juga ikut menyayangkan atas kasus yang terjadi menimpa GA tersebut. “Kita menyesalkan kejadian ini hingga di saat-saat penangkapannya korban harus meregang nyawa,” pungkasnya. (cr1)